Puri Kembangan-Kesehatan-Pentingnya Makanan Penunjang ASI Bagi Bayi-Yakub 1.jpg

Kesehatan

Pentingnya Makanan Penunjang Asi Bagi Bayi

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) ekslusif kepada bayi mencapai usia 6 bulan, yang artinya dalam waktu tersebut bayi tidak memerlukan makanan pendamping atau tambahan makanan.

Setelah itu, pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) pada bayi yang berusia 6 bulan dapat dimulai. Ini merupakan tahapan yang sesuai dengan ajuran dokter. Usia ini menurut para pakar merupakan usia yang tepat untuk mulai mengenalkan makanan padat ke bayi.

Namun demikian bukan berarti pemberian ASI berhenti setelah anak mulai MPASI. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) (11/1/2019), pertumbuhan bayi yang mendapat ASI dan MPASI jauh lebih baik ketimbang memberi bayi susu lainnya. Peran ASI juga bisa mencegah sang anak mengalami malnutrisi.

[Baca Juga: Pentingnya Ayah Bisa Meramu MPASI]

Bayi membutuhkan asupan energi yang jauh lebih banyak setelah berusia 6 tahun, sehingga pertumbahan sang anak akan optimal. Jika, pada usia 6 bulan ke atas bayi tak diberi MPASI, akan terjadi jarak energi yang mengakibatkan berat badan bayi menurun dan semua kebutuhan gizinya tidak tercukupi.

Peran Orangtua dalam memberikan MPASI

Dilansir dari nhs.uk (11/1/2019), Anda tak perlu khawatir untuk memberikan makanan selain ASI kepada bayi. Dibandingkan orang lain, Andalah yang lebih mengetahui kebutuhan bayi. Hal lumrah jika bayi makan lebih banyak atau lebih sedikit dari anak lain pada umumnya.

Yang terpenting, pemberian MPASI ini jangan sampai ditunda. Karena waktu adaptasi setiap bayi untuk menerima makanan berbeda-beda.

[Baca Juga: 5 Makanan Penunjang ASI yang Pas untuk Bayi]

Mengenai cara pengenalan makanan penunjang ASI yang baik untuk bayi sebaiknya diberikan secara bertahap. Jenis makanan, tekstur, dan jumlah porsi harus disesuaikan dengan kesiapan bayi dalam menerima makanan.

Pada usia 6-9 bulan, sebaiknya bayi diberikan makanan cair dan lembut, seperti bubur sayuran. Menginjak usia 10-12 bulan, bayi mulai mengenal makanan padat dan kental, namun tetap bertekstur lunak, seperti nasi tim.

Lebih dari 12 bulan bayi sudah boleh diperkenalkan dengan makanan padat namun sehat. Hindari makanan yang bisa menganggu organ pencernaan buah hati Anda, seperti makanan yang terlalu pedas atau makanan-makanan olahan yang berpengawet atau mengandung warna serta perasa buatan.

Read More

Artikel Lainnya

Penelitian Menemukan Kaitan Imunitas DBD dapat Membantu Melawan COVID-19

Kesehatan

Penelitian Menemukan Kaitan Imunitas DBD dalam Melawan COVID-19

22 September 2020, 17:03

Penelitian ini membandingkan distribusi geografis kasus virus corona dengan penyebaran demam berdarah pada 2019 dan 2020.

DKI Jakarta Perlu Penambahan Lahan Pemakaman Khusus COVID-19

Berita Kawasan

DKI Jakarta Perlu Penambahan Lahan Pemakaman Khusus COVID-19

22 September 2020, 16:20

Saat ini, terdapat dua TPU khusus COVID-19: Pondok Ranggon dan TPU Tegal Alur. Jika tak ada penambahan lahan, dikhawatirkan lahan itu akan habis.

Pemkot Bogor Luncurkan Pedoman PJJ dan WiFi Publik Gratis di 797 RW

Pendidikan

Pemkot Bogor Luncurkan Pedoman PJJ dan WiFi Publik Gratis di 797 RW

22 September 2020, 14:15

Ada sejumlah persoalan dalam penerapan PJJ, seperti persoalan akses wifi yang tidak merata, kemampuan untuk membeli kuota internet dan materi pembelajaran.

Dengan 620 Pompa, DKI Jakarta Siaga 24 Jam Hadapi Banjir

Berita Kawasan

Dengan 620 Pompa, DKI Jakarta Siaga 24 Jam Hadapi Banjir

22 September 2020, 13:17

Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta memastikan mayoritas pompa mobile dan pompa stasioner di Jakarta dalam kondisi prima menghadapi musim hujan.


Comments


Please Login to leave a comment.