ads
SERPONG_PENDIDIKAN_PENTINGNYA PENDIDIKAN BILINGUAL BAGI GENERASI Z_IVAN_REVISI 01-01.jpg

Pendidikan

Pentingnya Pendidikan Bilingual bagi Generasi Z

Jika dilihat dari hierarki generasi, maka gen atau generasi Z ini berada paling bawah. Mereka merupakan generasi yang lahir antara tahun 1995 sampai 2014. Saat ini, generasi tersebut tengah memenuhi dunia pendidikan, namun ada juga yang sudah terjun di dunia kerja. Generasi terbaru ini tentunya akan berhadapan dengan globalisasi dalam skala yang lebih besar dibanding generasi sebelumnya, yakni generasi Baby Boomer (1946-1964), generasi X (1965-1980), dan generasi Y atau milenial (1981-1994).

Untuk menghadapi tantangan yang lebih besar itu, pastinya generasi Z memerlukan bekal lebih. Minimal, bekal tersebut adalah penguasaan dua bahasa (bilingual), yakni bahasa Indonesia sebagai dasar dan Inggris sebagai bahasa internasional. Sebab itulah, pendidikan bilingual penting buat mereka. Ini agar generasi Z mampu menghadapi tantangan dan siap bersaing di dunia internasional nantinya.

Konsep bilingual dalam pendidikan sendiri dapat diartikan sebagai mempelajari sembari mempraktikkan dua bahasa dalam proses belajar-mengajar. Konsep ini membuat para siswa tidak hanya bisa menguasai satu, melainkan dua bahasa sekaligus. Mereka juga jadi bisa berkomunikasi dengan bahasa asing, serta dapat mengembangkan kerjasama dan pemahaman antar masyarakat internasional. Ini tentu menjadi modal dasar yang penting dalam menghadapi globalisasi.

Berbagai kelebihan yang telah disebutkan sebelumnya, banyak sekolah yang menerapkan konsep bilingual dalam kegiatan belajar-mengajarnya. Sekolah-sekolah itu biasanya bertaraf internasional, dan sudah ada hampir di setiap wilayah yang ada di Indonesia. Seperti di Serpong ini, misalnya. Ada beberapa sekolah bertaraf internasional yang menerapkan metode dua bahasa dalam kegiatan belajar-mengajarnya. Dua di antaranya adalah Insan Cendikia Madani dan Binus School Serpong.

Insan Cendikia Madani

Sekolah yang berlokasi di Jalan Ciater Raya (H Amat), Kampung Maruga Ciater, Serpong ini terdiri dari Kindergarten (Taman Kanak-kanak/TK), Primary School (Sekolah Dasar/SD), Middle School (Sekolah Menengah Pertama/SMP), dan High School (Sekolah Menengah Atas/SMA). Di setiap jenjang pendidikan itu, Sekolah Insan Cendikia Madani mengimplementasikan program bilingual atau bahasa ganda. Program ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk menggunakan bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia dalam situasi akademik dan sosial.

“Kami menghormati dan melanjutkan pengembangan bahasa pertama (bahasa Indonesia). Tingkat kemahiran yang tinggi dalam dua bahasa adalah tujuan dari pendidikan bilingual,” tulis Sekolah Insan Cendikia Madani dalam situs resminya, icm.sch.id. Adapun untuk pengembangan bahasa akademis, kami menerapkan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam semua mata pelajaran, kecuali untuk kelas Bahasa Indonesia, Islam, dan Arab.

Binus School Serpong

Sekolah yang beralamat di Jalan Lengkong Karya, Jelupang No. 58, Serpong ini bisa dibilang tidak hanya menerapkan pendidikan bilingual, tapi multilingual. Sebab selain bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, tenaga pendidik juga mendorong siswa untuk menggunakan bahasa Mandarin. Penerapan multilingual ini bahkan di setiap jenjang pendidikan yang dihadirkan Binus School Serpong, yakni Kindergarten, Elementary, Middle Shool, dan High School, level penerapan multi bahasa ini pun makin meningkat di setiap jenjangnya.

“Sambil menghormati bahasa pertama siswa (bahasa Indonesia) dan mendorong praktik bahasa Mandarin, para guru berkomitmen untuk memperkuat penggunaan bahasa Inggris di seluruh sekolah,” tulis Binus School Serpong pada website resminya, serpong.binus.sch.id. Laman resmi ini juga menjelaskan kalau praktik multilingual pada para siswa yang merupakan generasi Z ini ada dalam setiap kegiatan belajar-mengajar, termasuk penampilan bahasa seperti debat, public speaking, dan bercerita dalam bahasa Inggris.

Selain dua sekolah tersebut, sejatinya masih ada beberapa sekolah lain yang juga menerapkan konsep bilingual. Rata-rata praktiknya dilakukan dengan dua cara, yakni sequential dan simultaneous. Sequential adalah belajar bahasa pertama kemudian belajar bahasa kedua dalam waktu yang berurutan, sementara simultaneous adalah perolehan kedua bahasa dalam waktu yang bersamaan. Kedua metode tersebut dinilai pas untuk memberi bekal keterampilan bahasa asing pada generasi Z yang akan menghadapi era globalisasi lebih luas di masa depan.

ads
ads
ads

Artikel Lainnya

Perhatikan Hal ini Ketika Membuat Taman di Rumah.jpg

Properti dan Solusi

Perhatikan Hal ini Ketika Membuat Taman di Rumah

20 February 2019, 4 a.m.  |  4 Views

Banyak manfaat miliki taman di halaman rumah. Taman memberikan sirkulasi udara yang baik. Memandanginya juga baik untuk mata lelah.

Eka Kurniawan Jaga Kesehatan dengan Bersepeda.jpg

Kesehatan

Eka Kurniawan Jaga Kesehatan dengan Bersepeda

20 February 2019, 5 a.m.  |  7 Views

Mengetik berjam-jam di depan layar komputer dapat mengganggu kesehatan. Sastrawan Eka Kurniawan mengatasinya dengan rajin bersepeda.

Ngopi Instagramable di Serpong 1.jpg

Kuliner

4 Tempat Ngopi Instagramable di Serpong

20 February 2019, 3 a.m.  |  4 Views

Secangkir kopi panas jadi kenikmatan hakiki yang tak terbantahkan. Tak ayal, tempat ngopi juga hadir dengan interior instagramable.

Taman Bacaan Inovator.jpg

Pendidikan

Taman Baca Inovator Lahir Atas Nama Literasi

19 February 2019, 4 a.m.  |  48 Views

Gerakan taman bacaan mungkin sudah banyak ditemukan. Namun, Yayasan Taman Baca Inovator punya sentuhan berbeda.


Comments

Please Login to leave a comment.

ads