Penurunan Angka Kematian Ibu dan Anak dimulai Sejak Kehamilan

Kesehatan

Penurunan Angka Kematian Ibu dan Anak dimulai Sejak Kehamilan

Dalam menekan angka kematian ibu dan anak harus dimulai saat masa-masa kehamilan. Maka, kesehatan ibu hamil harus diperhatikan dengan baik. Sebagaimana dikatakan Asisten Kesejahteraan Rakyat M. Fahmi, “Upaya penurunan angka kematian ibu dan anak harus dimulai saat kehamilan,” ucapnya saat membuka rapat Koordinasi Lintas Program dan Lintas Sektor dalam Rangka upaya Penurunan Kematian Ibu dan Anak di Ruang Pola Kantor Wali Kota Jakarta Pusat pada 31 Juli 2019.

Kematian ibu hamil menurut definisi WHO adalah kematian selama kehamilan atau dalam periode 42 hari setelah berakhirnya kehamilan. Melansir laman pusat.jakarta.go.id (01/08/2019).

Penurunan Angka Kematian Ibu dan Anak dimulai Sejak Kehamilan

Fahmi menjelaskan, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab kematian ibu dan anak pada proses persalinan. Di antaranya faktor dari dalam yaitu kurangnya kontrol kesehatan yang dilakukan ibu hamil. Sementara dari faktor luar, ada banyak praktik bidan yang belum cukup pengalaman. “Ibu hamil ini kurang terpantau. Jadi, saat mereka melahirkan anaknya kurang sehat. Untuk itu, ibu hamil harus sehat,” ungkapnya.

[Baca Juga: 7 Faktor Penyebab Kehamilan Berisiko Tinggi]

Oleh sebab itu, semua pihak pemerintah maupun masyarakat harus bekerjasama untuk menjamin para ibu hamil memiliki pelayanan kesehatan yang berkualitas, dimulai saat hamil, persalinannya, dan perawatan setelah melahirkan.

Fahmi menekankan, kematian ibu dan anak masih sering terjadi sehingga ke depannya perlu upaya semua sektor terkait. “Tidak hanya Sudin Kesehatan untuk mendukung program penurunan kematian ibu dan anak. PTSP harus juga melakukan pengawasan izin praktek bidan, karena banyak bidan muda yang belum pengalaman membuka praktik,” paparnya.

Untuk diketahui, kira-kira 75 persen kematian ibu disebabkan perdarahan, infeksi, tekanan darah tinggi saat kehamilan, partus lama, hingga aborsi yang tidak aman.

[Baca Juga: 3 Hal yang Bisa Membahayakan Kehamilan]

Fahmi mengatakan, tantangan lainnya dalam hal pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, banyak ibu hamil yang bergantung pada BPJS Kesehatan. Sementara banyak keluhan dari mereka mengenai akses pelayanannya. “Kalau saya sendiri yang datang ke rumah sakit menggunakan BPJS, saya langsung diurus. Tapi jika warga bagaimana? Harusnya ada kesetaraan antara warga dan pejabat pemerintah untuk sama-sama mendapat hak dan pelayanan yang sama.” tandasnya.


Read More

Artikel Lainnya

Unik! Brand Ini Hadirkan Produk Sepatu dari Ceker Ayam.jpg

Kecantikan dan Fashion

Unik! Brand Ini Hadirkan Produk Sepatu dari Ceker Ayam

03 October 2022, 17:32

Alih-alih menggunakan kulit sapi, kambing, atau reptil, salah satu brand di Kota Bandung menggunakan ceker ayam sebagai bahan baku produk sepatunya.

Melalui Buku Ini, Masyarakat Diajak Sajikan dan Lestarikan Kuliner Asli Betawi.jpg

Kuliner

Lestarikan Kuliner Asli Betawi Melalui Buku

03 October 2022, 14:30

Belum lama ini Yayasan Nusa Gastronomi Indonesia, istri Gubernur DKI Jakarta dan istri mantan Sekda DKI Jakarta berkolaborasi guna menghasilkan buku yang mengulas resep tradisional khas Betawi.

3 Startup Naungan East Ventures Ini Dukung Ekosistem Kopi Tanah Air.jpg

Bisnis

3 Startup Naungan East Ventures Ini Dukung Ekosistem Kopi Tanah Air

03 October 2022, 11:28

East Ventures setidaknya telah mendanai tiga perusahaan startup yang mendukung perkembangan ekosistem kopi di Tanah Air.

Semarakan 2022 PMPL SEA Championship, realme Gelar Esports Week.jpg

Bisnis

Semarak 2022 PMPL SEA Championship, realme Gelar Esports Week

30 September 2022, 15:45

Untuk merayakan pertandingam 2022 PMPL SEA Championship, realme memutuskan menghadirkan promo lucky draw bertajuk realme Esports Week.


Comments


Please Login to leave a comment.