ads
Mengapa Dilarang Makan Bubur Saat Imlek.jpg

Kuliner

Penyebab Dilarangnya Mengonsumsi Bubur Saat Imlek

Tahun Baru Imlek merupakan momen penting bagi masyarakat keturunan Tionghoa untuk merayakan dan mengisi aktivitas bersama keluarga dan sanak saudara.

Masyarakat yang merayakan Imlek meyakini adanya makna khusus di balik hari raya tersebut karena bisa memengaruhi keberuntungan di sepanjang tahun.

Imlek juga identik dengan cinta kasih terhadap orang tua dan sesama. Aktivitas yang telah turun-temurun dilaksanakan masyarakat Tionghoa seperti mudik, membawa bingkisan untuk kolega dan saudara, membelikan hadiah, dan memberikan buah jeruk mandarin, merupakan bukti bahwa Imlek memiliki makna dan arti yang kuat untuk masyarakat Tionghoa.

[Baca Juga: Tahun Babi Tanah Jadi Momen Terbukanya Berbagai Kesempatan]

Tak bisa dipungkiri bahwa hal-hal tabu juga terdapat saat masyarakat merayakan hari kebesaran warga Tionghoa ini. Salah pantangannya ialah larangan mengonsumsi bubur ketika hari Imlek.

Mengapa memakan bubur saat Imlek tidak disarankan? Dilansir dari Chinahighlights.com (4/2/2019), bubur jenis apa pun tidak boleh dimakan lantaran dianggap memiliki makna bahwa hanya masyarakat kelas bawah yang mengonsumsi bubur untuk sarapan.

Masyarakat Tionghoa percaya bahwa untuk memulai tahun baru, harus menghindari hal-hal yang dianggap bisa menjadi pertanda buruk untuk ke depannya.

Selain itu, mengonsumsi daging saat sarapan juga dilarang. Hal ini diyakini untuk menghormati para dewa Buddha yang menentang pembunuhan hewan.

[Baca Juga: Makna Penting Jeruk Mandarin dalam Perayaan Imlek]

Terlebih lagi, bagi etnis Tionghoa, bubur merupakan makanan yang melambangkan kesusahan dan kemiskinan. Bubur nasi sendiri mpunya kisah kelam bagi etnis Tionghoa. Karena bubur nasi pernah menjadi santapan utama di masa kelaparan dan hal itu memicu makna buruk dalam mengonsumsi bubur.

Bubur juga punya rasa yang hambar dan biasanya disajikan untuk orang yang sakit. Intinya, saat hari raya Imlek, masyarakat Tionghoa percaya akan pentingnya citarasa makanan. Mereka memilih untuk menghadirkan makanan manis sebagai harapan akan datangnya rezeki dan kebahagiaan untuk satu tahun ke depan.

Pada Imlek, masyarakat Tionghoa juga tidak dianjurkan untuk mengolah makanan yang berwarna putih. Hal ini dipengaruhi oleh warna putih yang dianggap sebagai lambang kematian. Jadi, hindari mengonsumsi bubur dan makanan olahan yang berwarna putih saat Anda merayakan Imlek.

Read More

ads
ads
ads

Artikel Lainnya

5 Manfaat Markisa untuk Kesehatan tubuh

Kesehatan

5 Manfaat Markisa untuk Kesehatan Tubuh

21 April 2019, 12:00  |  9 Views

Walaupun wujudnya unik tak seperti buah lainnya, markisa mengandung banyak manfaat lho. Berikut manfaat markisa untuk kesehatan.

Wakil Wali Kota Bekasi Motivasi Masyarakat Peduli Terhadap Sampah

Berita Kawasan

Wakil Wali Kota Bekasi Motivasi Warga Peduli Terhadap Sampah

21 April 2019, 14:00  |  4 Views

Dalam Diskusi Kota Bekasi Bersih, Wakil Wali Kota Bekasi berikan motivasi warga untuk peduli mengelola sampah.

Museum Sejarah Jakarta Gelar Pameran Foto Sejarah Islam di Australia

Berita Kawasan

Museum Sejarah Jakarta Gelar Pameran Foto Sejarah Islam di Australia

21 April 2019, 10:00  |  6 Views

Pameran foto kisah panjang Islam di Australia digelar di Museum Sejarah Jakarta hingga 30 April 2019.

Agar Larangan Kantong Plastik Tidak Jadi Bumerang

Berita Kawasan

Agar Larangan Kantong Plastik Tidak Jadi Bumerang

21 April 2019, 16:00  |  6 Views

Beberapa daerah, termasuk DKI Jakarta mulai mendengungkan larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai. Apakah cara ini efektif mengurangi konsumsi plastik?


Comments


Please Login to leave a comment.

ads