Perbandingan Pengeluaran Lebih Hemat Mana Vape atau Rokok

Bisnis

Perbandingan Pengeluaran: Lebih Hemat Mana Vape atau Rokok?

Beberapa waktu lalu regulasi tentang vaping di Indonesia cukup menuai banyak perhatian masyarakat, khususnya para pengguna vape atau rokok elektrik. Hal tersebut bisa dibilang menjadi pencetus perserteruan antara vaping dan merokok. Mulai dari segi kesehatan hingga masalah harga vape yang dirasa lebih mahal ketimbang rokok. Namun, harga rokok pun dikabarkan akan naik pada Januari 2020.

Nah, kali ini PingPoint ingin membahas tentang masalah harga yang harus dikeluarkan untuk vaping dibandingkan dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk rokok.

Meski terbilang baru, pasar vape di Indoneisa kini sudah cukup populer. Omzet yang dihasilkan oleh produsen vape lokal pun terbilang cukup menguntungkan. Hal ini dipertegas oleh Dimas MOVI (Ministry Of Vape Indonesia), keberadaan pasar vape di Indonesia tidak hanya menguntungkan bagi negara tapi juga para konsumen. Melansir dari Facebook page dan Instagram @MOVI, Dimas, sebagai CEO dari MOVI menjabarkan beberapa penjelasan seputar perbandingan merokok dan vaping.

Perbandingan Pengeluaran Lebih Hemat Mana Vape atau Rokok

Apakah Vape lebih Murah dari Rokok?

Tujuan dari vaping pada dasarnya adalah sebagai inovasi dari kebiasaan merokok menjadi lebih sehat. Untuk dapat melakukan vaping, Anda harus memiliki vape gears, mulai dari MOD (Device), Automizer, Baterai, dan Coil Master. Melihat daftar peralatan yang diperlukan untuk vaping, sudah terlihat perlu modal yang jauh lebih besar ketimbang merokok yang hanya memerlukan rokok dan korek. Contoh, jika vaping menghabiskan dana sekitar Rp500.000 maka untuk melakukan merokok Anda hanya perlu menghabiskan uang sekitar Rp50.000 untuk membeli rokok dan korek api.

Kenapa Vaping Mahal?

Vaping terbilang jauh lebih mahal ketimbang rokok karena vapers harus membeli banyak barang sebelum memulai. Belum lagi Anda harus membeli perlengkapan lain seperti e-juice liquid, cotton dan coil. Meskipun demikian, saat ini produsen vape lokal sudah memberikan solusi terbaik kepada konsumen yang ingin merasakan sensasi vaping murah dengan teknologi vape POD System.

Sedikit berbeda dengan device MOD System yang dapat dimodifikasi secara bebas, POD merupakan device vaping yang diperuntukan untuk Anda yang ingin merasakan sensasi vaping murah praktis tanpa menghilangkan smoking experience. Menurut beberapa vape influencer seperti Dimas MOVI dan Kito Cikini Vape, vaping menggunakan POD System dinyatakan lebih terjangkau dibandingkan dengan merokok biasa.

Perbandingan Pengeluaran Lebih Hemat Mana Vape atau Rokok

Apakah Vaping dengan POD System Lebih Murah?

POD System merupakan jenis e-cigarette dengan bentuk yang lebih kecil dan lebih praktis. Meski masih menggunakan coil dan kapas untuk pembakaran, namun dalam packaging POD Anda sudah mendapatkan coil bawaan pabrik yang bisa langsung digunakan tanpa harus di dimodifikasi terlebih dahulu. Dari segi pemasangan dan penggunaan, POD System jauh lebih praktis dan lebih murah.

Mengambil dari salah satu produk POD System dari MOVI bernama i-switch, produk ini diklaim dapat memangkas pengeluaran dana sekitar 70 persen lebih murah dibanding merokok biasa. Contoh, jika Anda seorang perokok aktif biasanya dana yang dikeluarkan untuk membeli satu bungkus rokok per harinya bisa mencapai Rp20.000-Rp30.000. Harga itu tergantung merek rokok dan masih harga lama sebelum kenaikan. Kabarnya rokok akan naik hingga Rp35.000-Rp45.000 per bungkus. Dari hitungan harga lama saja, per hari Anda bisa menghabiskan Rp20.000 untuk merokok, maka jika di kali 30 hari maka biaya rokok yang dikeluarkan setiap bulan mencapai Rp600.000.

Jika dibandingkan dengan vaping dengan POD System, maka contoh hitungannya adalah sebagai berikut. Untuk mendapatkan satu buah POD System (contoh i-switch), Anda harus mengeluarkan uang sebesar Rp250.000-Rp280.000 di awal. Dalam packaging pembelian, Anda sudah mendapatkan dua coil cadangan dan satu buah kabel charger. Dengan demikian, item berikut yang harus Anda beli untuk melakukan vaping dengan POD adalah liquid. Satu buah liquid saltnic for pods berkisar Rp60.000-Rp150.000 (tergantung merek liquid).

Hitungannya adalah, Anda harus mengeluarkan kocek sekitar Rp300.000-Rp400.000 di awal. Biasanya, satu botol liquid dan dua buah coil dapat digunakan selama satu bulan pemakaian. Maka dari itu, pada bulan pertama vaping Anda harus mengeluarkan kocek sekitar Rp400.000. Namun, untuk bulan berikutnya Anda hanya perlu membeli liquid dan coil dengan harga kisaran Rp100.000-Rp200.000 per bulannya.

Kesimpulannnya adalah vaping dapat lebih mahal dari merokok tergantung alat apa yang Anda gunakan dan seberapa sering Anda melakukan vaping. Jika kebiasaan merokok dibandingkan dengan vaping menggunakan POD System, maka secara jelas vape dengan PODs jauh lebih murah.

[Baca Juga: Jelang AP-CAT 2019, Ribuan Pelajar Bogor Patahkan Rokok Raksasa]

[Baca Juga: 6 Akibat Menggunakan Rokok Elektrik untuk Kesehatan]

Read More

Artikel Lainnya

Inovatif! 3 Mahasiswa Unpad Ini Cetuskan Sepeda Listrik Tenaga Surya.jpg

Pendidikan

Inovatif! 3 Mahasiswa Unpad Ini Gagas Sepeda Listrik Tenaga Surya

01 October 2020, 17:46

Beberapa mahasiswa Unpad baru-baru ini menggagas sepeda listrik yang dipandang lebih ramah lingkungan dibandingkan sepeda listrik konvensional.

Bantu PMI, Wali Kota Jakarta Barat Instuksikan ASN di Wilayahnya Ikut Donor Darah.jpg

Kesehatan

Bantu PMI, Wali Kota Jakarta Barat Instuksikan ASN di Wilayahnya Ikut Donor Darah

01 October 2020, 14:34

Demi membantu menambah stok darah di PMI DKI Jakarta, Wali Kota Jakarta Barat mewajibkan semua ASN di wilayahnya untuk ikut kegiatan donor darah.

Antisipasi Musim Hujam, Pemkot Surabaya Bergerak.jpg

Berita Kawasan

Pemkot Surabaya Bergerak untuk Antisipasi Musim Hujan

01 October 2020, 13:17

Pada pekan ini, Pemkot Surabaya mengebut pengerjaan tanggul serta mengeluarkan SE sebagai langkah antisipasi musim hujan.

Hadiri Deklarasi Damai Pilakada Medan 2020, Ini Pesan Pemko Medan.jpg

Berita Kawasan

Hadiri Deklarasi Damai Pilakada Medan 2020, Ini Pesan Pemko Medan

01 October 2020, 12:24

Di hadapan Akhyar-Salman dan Bobby-Aulia, Sekda Kota Medan meminta agar kampanye Pilkada Medan 2020 dilakukan dengan cara kreatif yang tak langgar protokol kesehatan.


Comments


Please Login to leave a comment.

  • Natasya88 8 months, 1 week lalu
    Natasya88

    Banyak orang yang telah ambil Hadiah Angpao 5% Hingga meraih puluhan juta rupiah hanya dengan bermain game di dupa88,net sekarang saatnya giliran kamu untuk seperti mereka kunjungi situsnya dan bergabunglah sekarang juga.

  • Suki 8 months, 1 week lalu
    suki

    pingin miliki barang kesukaan tp isi dompet gak pernah tercukupi.. jangan bersedih guys....karena kamu punya partner yang bisa wujudkan impianmu segera aja ke dupa88,net dan jangan lupa join now yach... bukan hanya wujudkan impianmu tp juga bisa bikin kamu menjadi jutawan.