Penyuluhan Kesehatan Lansia Penting Dilakukan

Bisnis

Peringatan Hari Lansia: Upaya Pemberdayaan Pasca-Pandemi COVID-19

Tanggal 29 Mei setiap tahunnya di Indonesia diperingati sebagai Hari Lanjut Usia (Lansia). Perayaan Hari Lansia ini sejatinya merupakan wujud kepedulian dan penghormatan terhadap orang lansia.

Di masa pandemi ini, orang Lansia terkategori sebagai kelompok rentan terdampak COVID-19. Selain mengancam kesehatan, pandemi COVID-19 turut mengancam keberlangsungan hidup mereka karena kondisi kesehatan mereka. Mereka juga butuh waktu lebih lama untuk pemulihan. Hal ini sebagaimana menurut Senior Technical Specialist, International Labour Organization (ILO) Research Department Carla Henry.

Dilansir dari ilo.org (29/5/2020), Carla mengatakan bahwa pemerintah dan pengusaha bertanggung jawab untuk menjamin mereka dari diskriminasi karena usia dan kerentanan mereka terinfeksi COVID-19. Lebih lanjut, ia pun merekomendasikan sejumlah kebijakan dan upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalkan dampak pandemi COVID-19 bagi lansia.

Pemkab Bekasi Rayakan Hari Lansia Nasional

Menurutnya, membantu untuk mempertahankan pekerja Lansia bukanlah bentuk belas kasihan. Dalam konteks pandemi COVID-19, sudah menjadi keharusan bagi negara untuk memberikan izin cuti sakit dan cuti berbayar. Alih-alih menyerahkan pada pengusaha, Carla mengatakan perlu adanya asuransi kesehatan untuk pekerja Lansia melalui program pemerintah.

“Jika kita mendapat manfaat dari nilai yang dapat diberikan oleh pekerja yang lebih tua ke dunia kerja, pengusaha juga perlu memikirkan kembali komitmen mereka terhadap hal-hal seperti jam kerja yang fleksibel dan program pelatihan ulang,” tulisnya.

[Baca Juga: Kemenkes Himbau Jaga Kesehatan Sebelum Lansia]

Tak hanya itu, Carla menilai pemerintah juga akan diuntungkan bila mempertahankan pekerja Lansia daripada mendukung mereka untuk mencari pekerjaan baru. Menurutnya, pemerintah mungkin hanya perlu memberi intensif tambahan atau membebaskan pekerja Lansia untuk membayar uang kontribusi pensiun. Mereka juga bisa mendorong pelatihan teknis dan mendukung kerja di luar kantor.

Selain itu, pekerja lansia juga dapat diberdayakan untuk berwiraswasta. Bantuan yang diberikan dapat berupa bentuk transfer tunai kepada pekerja informal yang sementara waktu keluar dari pekerjaannya.

Pembelajaran Seumur Hidup

“Kita juga perlu memikirkan kembali konsep pendidikan kita, untuk lebih menekankan pada pembelajaran seumur hidup. Pekerja lebih tua yang kehilangan pekerjaan mereka mungkin perlu mengembangkan keterampilan baru untuk bersaing ketat di pasar tenaga kerja,” ungkapnya.

Carla juga menambahkan, cara lain yakni dengan memperluas asuransi untuk pengangguran sementara. Opsi lainnya yang dapat membantu para penganggur untuk mencari pekerjaan lain yakni dengan mendanai program pelatihan jangka pendek dan pelatihan di tempat kerja yang disubsidi.

Olahraga Kardio untuk Lansia 2.jpg

“Pekerja yang lebih tua telah mengumpulkan pengalaman keterampilan dan pengetahuan selama seumur hidupnya. Ketika dunia kerja kembali aktif di bawah COVID-19, kita tidak boleh lupa akan nilai pentingnya (pekerja Lansia) bagi pengusaha dan ekonomi,” tutupnya.

Sebagai informasi, menurut UU No. 13 tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lansia dan WHO, secara definitif orang dikatakan Lansia bila telah berusia 60 tahun ke atas. Sementara dalam dunia kerja, mereka yang berusia 55 tahun atau lebih dari itu terkategori sebagai pekerja lebih tua atau older worker.

[Baca Juga: Catatan ILO dari Pandemi Flu Spanyol & COVID-19 dalam Ketenagakerjaan]

Perihal perlindungan hak-hak pekerja ini juga telah diatur dalam Recommendation ILO No.162 tentang Pekerja Lanjut Usia. Menurut ILO, jumlah orang Lansia bertambah dengan cepat di Asia dan Pasifik.

Bila pada tahun 2007 jumlahnya 410 juta, diprediksi akan bertambah menjadi 733 juta pada 2025. Bahkan, pada tahun 2050 jumlahnya diprediksi menjadi 1,3 milyar.

Dengan kata lain, jumlah populasi orang berusia di atas 60 tahun di Asia akan meningkat hampir tiga kali lipat dari 9 persen pada 2000, menjadi sekitar 24 persen pada 2050. Diperkirakan pada tahun 2020 jumlah orang lanjut usia di Indonesia meningkat menjadi 28,8 juta atau 11 persen dari keseluruhan penduduk.


Read More

Artikel Lainnya

Kedai Ini Hadirkan Sajian Kopi Butter di Pasar Kranggan Yogyakarta.jpg

Kuliner

Kedai Ini Hadirkan Sajian Kopi Butter di Pasar Kranggan Yogyakarta

05 July 2022, 17:48

Kedai Terang Bintang di Pasar Kranggan Yogyakarta memiliki menu yang bisa dikatakan masih jarang ditemukan di kedai kopi lainnya di Kota Gudeg, yakni kopi butter.

Tak Sampai 1,5 Juta, realme Kembali Hadirkan Smartphone yang Ramah di Kantung.jpg

Bisnis

Tak Sampai 1,5 Juta, realme Kembali Hadirkan Smartphone Ramah Kantong

05 July 2022, 13:47

Perusahaan realme terus menggandeng para konsumennya yang menginginkan ponsel pintar dengan harga terjangkau dan kali ini hal itu direalisasikan melalui produk realme C30.

Tiga Mahasiswi ITB Menangi L’Oréal Brandstorm 2022 Global Tech Track

Pendidikan

3 Mahasiswi ITB Ini Berhasil Sabet Juara L’Oreal Brandstorm 2022 'Tech Track'

05 July 2022, 11:44

Para mahasiswi ITB berhasil membanggakan almamaternya usai meraih gelar juara di salah satu kategori kompetisi tingkat global L’Oreal Brandstorm 2022.

Rayakan HUT ke-432, Warga Kota Medan Disajikan Hiburan Hingga Pemecahan Rekor Muri.jpg

Berita Kawasan

Rayakan HUT ke-432, Warga Kota Medan Disajikan Hiburan Hingga Pemecahan Rekor Muri

04 July 2022, 15:35

Pada pekan kemarin warga Kota Medan melihat langsung berbagai rangkaian perayaan HUT ke-432 Kota Melayu Deli yang berisi hiburan, termasuk menyaksikan langsung wali kotanya manggung!


Comments


Please Login to leave a comment.