Perjuangan Tiza Mafira Dalam Menggalakan Diet Kantong Plastik

Berita Kawasan

Perjuangan Tiza Mafira dalam Menggalakan Diet Kantong Plastik

Seperti yang kita tahu saat ini beberapa pusat perbelanjaan seperti mal maupun mini market telah melakukan penerapan kantong plastik berbayar. Jadi setiap konsumen yang belanja di tempat tersebut paling tidak harus membawa kantung sendiri jika tidak ingin dipungut biaya Rp200 per lembar kantong plastik. Dilakukannya kebijkan itu juga untuk mengurangi sampah plastik yang setiap tahunnya semakin bertambah. Apalagi plastik adalah sebuah barang yang sulit untuk terurai ketika sudah tidak digunakan.

[Baca Juga: Cegah Pencemaran Sampah Plastik dengan Lakukan Hal Ini]

Meski begitu, penerapan kantong plastik berbayar ini bukan hal baru di Indonesia. Pada 2016 silam, Aprindo juga telah menguji coba penerapan kantong plastik berbayar ini di beberapa daerah. Hasilnya, sampah plastik berkurang hingga mencapai 55 persen. Hanya saja kemudian program itu tidak dilanjutkan dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai penyelenggara menyerahkan kebijakan tersebut kepada setiap Pemerintah Daerah.

Hal itu pun membuat penggagas penerapan kantong plastik berbayar yang juga Direktur Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik, Tiza Mafira merasa perlu bergerak agar program ini terus berjalan. Salah satu caranya adalah dengan terus bergeriliya ke beberapa daerah untuk terus melakukan sosialisasi tentang bahaya sampah plastik bagi bumi dan juga makhluk hidup di dalamnya. Ia pun mencontohkan penggunaan sedotan plastik yang hanya digunakan sebentar namun membutuhkan waktu lama untuk terurai.

“Coba kita bayangkan sedotan ini. Setelah kita pakai 30 menit lalu kita buang. Setelah kita buang butuh waktu berapa lama untuk terurai? Ratusan tahun lamanya. Sangat konyol apabila plastik yang begitu sulit dan begitu fantastis kuat dan tahan lama sebagainya hanya digunakan untuk hal yang sekali pakai langsung buang,” kata Tiza.

Alfamart Bekasi Bagikan 1.000 Tas Belanja Ramah Lingkungan

Awalnya, Tiza hanya melakukan gerakan bersih-bersih untuk mengurangi sampah di bumi ini. Namun setelah dirasa kurang efektif dan melihat bahwa sebagian besar sampah di Indonesia itu berasal dari plastik, Tiza kemudian mengajak teman-temannya untuk berhenti menggunakan kantong plastik. Dari situ, Tiza yang juga merupakan seorang pengacara ini berpikir untuk memengaruhi kebijakan pemerintah soal kebijakan penggunaan kantong plastik.

“Saya kebetulan adalah seorang pengacaranya dulunya. Saya bekerja di law firm bernama Makarim and Taira selama enam tahun. Dan saya melihat bahwa ada kekosongan hukum di Indonesia di mana sama sekali tidak ada peraturan yang membatasi penggunaan plastik. Bahkan di semua supermarket kantong plastik diberikan secara gratis,”. ujarnya.

Stop Kantong Plastik Gratis

Mulailah dia dan teman-temannya membuat sebuah petisi yang meminta semua retail serta pusat perbelanjaan untuk tidak memberikan kantong plastik secara gratis. Ia pun kemudian turun ke jalan mengumpulkan tandatangan baik secara online maupun offline untuk mendukung gerakan itu. Selain itu, Ia pun mengajak pemerintah untuk ikut mendukung gerakannya tersebut. Bahkan sebanyak 27 Pemda di Indonesia juga diajak untuk menggalakkan diet kantong plastik yang digagas Tiza.

Banjarmasin menjadi kota pertama yang melarang penggunaan kantong plastik di pusat perbelanjaan. Sebagai gantinya, pemerintah setempat mempromosikan kembali tas purun yang merupakan tas lokal Banjarmasin. Tas yang terbuat dari ilalang itu kini menjadi hits di kalangan anak muda Banjarmasin seiring dengan pelarangan kantong plastik. Bahkan tas purun yang dibuat oleh UKM lokal itu pun sampai diekspor ke Vietnam.

Perjuangan Tiza Mafira Dalam Menggalakan Diet Kantong Plastik Tas Purun

Setelah sukses diterapkan di Banjarmasin, Tiza bersama teman-temannya pun kemudian mempromosikan hal tersebut ke daerah lain. Hasilnya, Balikpapan ikut melarang penggunaan kantong plastik. Disusul Bogor, Bandung, sampai Bali. Untuk Bali, Pemda setempat juga sudah melarang penggunaan styrofoam dan sedotan plastik. Bahkan masyarakat Bali menggunakan daun pisang untuk membungkus buah dan sayuran sebagai pengganti kantong plastik. Saat ini menurut Tiza, sudah ada sekitar 20 kota di Indonesia yang menerapkan kantong plastik berbayar.

[Baca Juga: Kurangi Konsumsi Plastik, Penggunaan Tumbler Terus Digencarkan]

Perjuangan Tiza Mafira dalam mengubah perilaku masyarakat untuk melakukan diet kantong plastik pun lambat laun menunjukan hasil yang positif. Tiza pun didapuk menjadi satu dari lima tokoh aktivis lingkungan hidup dari lima negara yakni Indonesia, India, Inggris Raya, Thailand, dan Amerika Serikat yang mendapat penghargaan Ocean Heroes dari Badan Lingkungan PBB pada 8 Juni 2018.


Read More

Artikel Lainnya

Jelang JFW 2023, Ini 8 Desainer yang Karyanya Tembus Panggung Internasiona l.jpg

Kecantikan dan Fashion

Jelang JFW 2023, Ini 8 Desainer yang Karyanya Tembus Panggung Internasional

07 October 2022, 14:07

Setidaknya ada delapan desainer yang rencananya hadir di JFW 2023 dengan karya yang sudah digunakan para selebriti internasional.

Resmi Dijual 7 Oktober 2022, Ini Harga Infinix Zero Ultra dan Zero 2 0.jpg

Bisnis

Resmi Dijual 7 Oktober 2022, Ini Harga Infinix Zero Ultra dan Zero 20

07 October 2022, 10:03

Pekan ini secara resmi Infinix Indonesia memboyong produk flagship-nya ke Indonesia dengan harga mulai dari Rp3 jutaan.

Konser Justin Bieber Diundur Hingga Tahun 2023, Ini Cara Refund-nya.jpg

Hobi dan Hiburan

Konser Justin Bieber Diundur Hingga Tahun 2023, Ini Cara Refund-nya

07 October 2022, 07:35

Pihak promotor akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi bahwa konser Justin Bieber pada tahun ini akan diundur sampai tahun 2023 dengan penonton diperbolehkan untuk mengajukan refund.

Pelajar Ikut Beraksi di Perayaan HUT ke-266 Kota Yogyakarta.jpg

Pendidikan

Pelajar Ikut Beraksi di Perayaan HUT ke-266 Kota Yogyakarta

06 October 2022, 18:54

Dari mulai pelajar SMP hingga dalang cilik, generasi muda Jogja terlihat turun ke jalan untuk merayakan HUT ke-266 Kota Yogyakarta pada pekan ini.


Comments


Please Login to leave a comment.