Taman Waduk Pluit

Berita Kawasan

Perkembangan Taman Waduk Pluit

Area Pluit Jakarta terkenal sebagai kawasan komersial dengan sejumlah pusat perbelanjaan yang sering dimanfaatkan untuk hangout seperti Emporium Pluit Mall, Pluit Junction, Pluit Village, dan Baywalk Mall. Namun, beberapa kilometer dari mal-mal ini terdapat tempat yang juga sering dimanfaatkan oleh para orangtua untuk menghabiskan quality time-nya dengan buah hati mereka. Tempat itu bernama Taman Waduk Pluit.

Mengapa Taman Waduk Pluit menjadi pilihan warga sekitar Jakarta Utara? Jawabannya adalah karena untuk datang ke taman ini, Anda tidak dipungut biaya sama sekali. Walau gratis, tempat ini tetap memiliki suasana yang asri dengan pemandangan yang cocok untuk berpiknik bersama buah hati Anda.

Sejarah Taman Waduk Pluit

Namun seperti peribahasa “tak kenal maka tak sayang”, maka ada baiknya bila Anda mengenal mengenai kawasan yang ada di Pluit Jakarta ini. Karena tahukah Anda bahwa jauh sebelum Taman Waduk Pluit memiliki pemandangan seperti saat ini, area ini sebenarnya terkenal sebagai kawasan yang kumuh? Keberadaan taman ini tidak bisa dilepaskan dengan proyek Waduk Pluit. Untuk menarik benang merahnya, kita perlu mundur sejenak ke tahun 1960-an sebelum munculnya pemukiman di Pluit. Pada 1960, pemerintah daerah Jakarta Raya memberikan status kepada Pluit sebagai kawasan tertutup. Tapi status ini mengalami perubahan ketika otoritas di Pluit melakukan perluasan dan pengembangan terhadap kawasan Pluit dengan fokus terhadap pembangunan perumahan sampai industri.

Kebutuhan adanya waduk juga semakin bersifat urgent karena semakin berkembangnya kawasan di Pluit. Pasalnya, Jakarta Utara menjadi lokasi bermuaranya 13 sungai dan dua kanal. Sebagaimana dikutip dari Tempo, Pluit berada di dataran rendah dan berada di bawah permukaan laut dan ini tercermin dari sebelum dikembangkan, kawasan ini, ini merupakan daerah yang dipenuhi rawa. Karena itulah Pluit memiliki status sebagai area yang rawan banjir.

Di bawah pimpinan Ali Sadikin, kawasan rawa-rawa di Pluit pun berhasil disulap menjadi perumahan mewah dan hal ini memicu dibutuhkannya tempat penampungan air. Penampungan sementara yang berbentuk waduk itu nantinya berguna menahan sementara aliran air dari sungai sebelum menuju laut demi mencegah munculnya luapan. Setelah melalui proses panjang, Waduk Pluit yang memiliki luas 80 hektar pun rampung di tahun 1981. Sayangnya, walau sudah ada waduk tersebut, kawasan Pluit tetap mengalami banjir yang parah. Sebagaimana dilansir dari buku Gagalnya Sistem Kanal: Pengendalian Banjir Jakarta dari Masa ke Masa, banjir ini terjadi akibat pompa air Pluit tidak berfungsi sehingga air yang masuk ke waduk pun meluap dan mengakibatkan area Kecamatan Penjaringan terendam.

Dari tahun 1981-1985, Pluit pernah mengalami banjir besar selama dua kali namun hal ini tidak menyurutkan munculnya pemukiman baru. Namun, pemukiman baru ini memiliki status ilegal dan merebut tanah-tanah negara di pinggir Waduk Pluit yang akhirnya memicu semakin menumpuknya sampah rumah tangga dari para warganya. Kenyataan tumpukan sampah ini baru terasa pada tahun 2012. Tepatnya, saat muncul laporan bahwa kedalaman dari Waduk Pluit yang awalnya mencapai 10 meter, pada 2012 hanya memiliki ketinggian dua meter. Saat itu, kondisi Waduk Pluit terkesan kumuh dengan menumpuknya sampah dan banyaknya pemukiman warga.

Usaha mengatasi pendakalan yang ekstrem di Waduk Pluit sebenarnya sudah dilakukan lama namun baru pada 2013 Pemerintah Provinsi Jakarta mengambil langkah keras. Di bawah kepemimpinan Joko Widodo yang saat itu masih menjadi Gubernur DKI Jakarta, proses relokasi warga di Waduk Pluit pun dilakukan. Namun proses itu tidak berjalan mulus mengingat ada perlawanan dari para warga. Setelah melalui proses yang alot, mereka pun akhirnya menyetujui untuk pindah secara bertahap.

Dengan relokasi tersebut, pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun melakukan penataan terhadap waduk itu. Salah satunya adalah dengan menjadikan area pinggir Waduk Pluit sebagai taman kota yang dapat diakses bebas oleh publik. Kawasan kumuh di Waduk Pluit akhirnya berhasil disulap menjadi Ruang Terbuka Hijau yang kerap dimanfaatkan oleh warga DKI Jakarta untuk berolahraga dan berpiknik. Taman Waduk Pluit memiliki beragam fasilitas publik yang dapat digunakan tanpa dipungut biaya. Hembusan angin dari arah Waduk Pluit pun saat ini menjadi hawa segar bagi orang-orang yang berpiknik di sini. Rindangnya pohon di area yang berjarak 2 kilometer dari Emporium Pluit Mall ini juga semakin menambah nyaman para pengunjung yang membawa keluarga sampai membuat mereka betah berjam-jam duduk dan bercengkerama dengan orang yang dikasihi.

Read More

Artikel Lainnya

Selain Bermain HP, Aktivitas Ini Bisa Anda Lakukan Saat di KRL

Berita Kawasan

Selain Bermain HP, Aktivitas Ini Bisa Anda Lakukan Saat di KRL

24 February 2020, 10:00

Para komuter pasti tidak bisa hidup tanpa ponsel. HP menjadi penghibur Anda sepanjang perjalanan. Namun, ternyata ada aktivitas yang bisa Anda lakukan di KRL tanpa HP!

Alarm Berbunyi Beep Vs Bermelodi, Mana yang Lebih Baik

Kesehatan

Alarm Berbunyi Beep Vs Bermelodi, Mana yang Lebih Baik?

24 February 2020, 09:00

Penelitian terbaru menunjukkan ada perbedaan memasang bunyi beep monoton dan musik bermelodi untuk alarm. Manakah yang lebih baik?

Langkah Mudah Atasi Kram di Malam Hari

Kesehatan

Langkah Mudah Atasi Kram di Malam Hari

23 February 2020, 19:00

Melakukan treatment sendiri saat mengalami kram kaki di malam hari lebih dianjurkan daripada meminum obat-obatan

3 Film Netflix yang Bakal Tayang Maret 2020

Berita Kawasan

3 Film Netflix yang Bakal Tayang Maret 2020

23 February 2020, 18:00

Anda termasuk penggemar film Netflix? Yuk tengok film Netflix yang rilis Maret 2020. Ada tiga film rekomendasi PingPoint yang sayang dilewatkan.


Comments


Please Login to leave a comment.