Perlindungan Hewan Jadi Solusi Cegah Pandemi di Masa Mendatang

Kesehatan

Perlindungan Hewan Jadi Solusi Cegah Pandemi di Masa Mendatang

Hampir seluruh negara di dunia kini tengah berjuang menekan penyebaran pandemi COVID-19. Terhitung sudah sekitar 4 bulan virus SARS-CoV-2 atau Virus Corona menyebar ke berbagai negara sejak kasus pertamanya hanya ditemukan di Kota Wuhan, China.

Selain mengancam kesehatan manusia, pandemi COVID-19 ini turut berdampak pada kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat. Meski begitu, setidaknya ada yang bisa dipelajari dari kasus pandemi COVID-19 ini.

Seorang Peneliti Senior dari Conservation International Lee Hannah mengatakan ada empat aspek penting yang perlu diperhatikan untuk mencegah terjadinya pandemi, salah satunya yakni melarang perdagangan satwa liar. Termasuk pasar hewan terbuka sebagaimana tempat COVID-19 pertama kali ditemukan.

Perlindungan Hewan Jadi Solusi Cegah Pandemi di Masa Mendatang

Lee menjelaskan, hal tersebut perlu dilakukan karena kemungkinan persebaran COVID-19 disebabkan oleh penularan dari virus hewan ke manusia melalui pedagang yang menjual hewan berburu atau satwa liar langka.

“Kita perlu bilang sekarang juga ke orang-orang bahwa ada rangkaian hal yang kita perlu lakukan untuk memastikan hal ini (pandemi COVID-19) tidak pernah terjadi lagi, setelah kita keluar dari kekacauan ini,” kata Hannah, dilansir dari Time (13/4/2020).

Selain itu, aspek penting yang perlu diperhatikan yakni menimbun atau menyediakan masker dan respirator. Kemudian, perlu menyiapkan infrastruktur untuk melakukan pengujian. Dan terakhir, menjaga alam.

Potensi Perkembangan Virus

Pada tahun 2015 sejumlah ilmuwan telah menulis dalam State of Knowledge Review of Biodiversity and Human Health oleh United Nations. Mereka menulis bahwa, “Suatu pendekatan ekologis terhadap penyakit akan lebih mampu memberikan pemahaman yang kaya tentang penyakit yang dihasilkan, daripada melakukan pendekatan satu kuman, satu penyakit.”

Penelitian terbaru juga telah mendukung gagasan bahwa perlindungan keanekaragaman hayati atau biodiversitas salah satu bagian yang bisa dilakukan dunia untuk mencegah munculnya penyakit baru dan menyebar ke wilayah lain.

[Baca Juga: Mungkinkan Hewan Bisa Terinfeksi COVID-19?]

Memang tidak semua spesies dapat terjangkit penyakit atau sama-sama rentan menularkan penyakit. Pada ekosistem spesies yang jauh dari tempat tinggal manusia, virus dapat menghilang dengan sendirinya.

Kendati demikian, adanya pergerakan manusia membuat virus yang berada pada sebuah ekosistem tersebut dapat juga pada akhirnya menyebar. Potensi ini kian meningkat ketika adanya kontak antara manusia dengan spesies tersebut.

Perlindungan Hewan Jadi Solusi Cegah Pandemi di Masa Mendatang

Masalah ini dapat dilihat dengan kasus-kasus wabah yang pernah terjadi sebelumnya di dunia. Hal ini sebagaimana hasil penelitian oleh tim riset yang dipimpin oleh Christine Kreuder Johnson dari One Health Institute di University of California, AS.

“Kita mengaca sistem alamiah dengan cara tertentu yang justru membuatnya dapat lebih berbahaya. Hilangnya keanekaragaman hayati adalah salah satu bentuknya. Perubahan iklim adalah hal yang lain,” kata Ahli Penyakit Ekologi dari Cary Institute of Ecosystem Studies Richard Ostfeld.

Strategi jangka panjang

Adanya strategi jangka panjang dapat membantu negara kembali memikirkan penggunaan sumber daya. Executive Vice President EcoHealth Alliance William Karesh mengatakan, keuntungan dari pembukaan hutan baru memang sangat tinggi.

Akan tetapi biaya untuk sistem kesehatan publik juga akan besar karena rentan dengan terjadinya penyakit seperti malaria. Sekarang ini, dapat dilihat untuk menangani zoonosis patogen baru bahkan membutuhkan biaya yang lebih besar.

Meski selama ini telah banyak upaya yang dilakukan pemerintah dan organisasi masyarakat, namun sejumlah perusahaan tetap tidak melakukan cara untuk mengurangi habitat.

Banyak perusahaan yang berjanji untuk menghentikan deforestasi melalui Consumer Goods Forum, the Banking Environment Initiative and their Soft Commodities Compact. Namun, semuanya seperti hanya formalitas semata. Dan, menurut laporan terbaru dari Rainforest Action Network, semuanya tidak tepat sasaran.


Read More

Artikel Lainnya

Tak Hanya Offline, Kemampuan Public Speaking Juga Dibutuhkan di Dunia Digita l.jpg

Pendidikan

Tak Hanya Offline, Kemampuan Public Speaking Juga Dibutuhkan di Dunia Digital

15 May 2022, 10:38

Di era digital saat ini, SDM di Tanah Air didorong memiliki kemampuan public speaking yang tak hanya bersifat luring tapi juga daring.

Belimbing dan Bayam di Agro Eduwisata Ini Dipanen Wagub Ariza.jpg

Berita Kawasan

Panen Belimbing dan Bayam di Agro Eduwisata

13 May 2022, 16:04

Wagub Ariza baru-baru ini bersama istrinya merasakan langsung bagaimana memanen buah belimbing serta sayur bayam di lahan eduwisata urban farming Jakarta Selatan.

Salvation, Ini Hasil Kolaborasi DJ Asal Belanja Lyfes dan DJ Yasmi n.jpg

Hobi dan Hiburan

Salvation, Ini Hasil Kolaborasi DJ Asal Belanja Lyfes dan DJ Yasmin

13 May 2022, 10:02

Pada hari ini, DJ Lyfes asal negara Belanda meluncurkan hasil kolaborasinya besama produser EDM dalam negeri DJ Yasmin.

Percepat Transformasi Digital di Sekolah Tanah Air, Acer Luncurkan Ajang ASSA 2022.jpg

Pendidikan

Percepat Transformasi Digital di Sekolah Tanah Air, Acer Luncurkan Ajang ASSA 2022

12 May 2022, 19:32

Acer Indonesia telah mempersiapkan hadiah total Rp500 juta dalam ajang penghargaan ASSA 2022 demi mempercepat transformasi digital di sekolah SD hingga SMA/SMK di Tanah Air.


Comments


Please Login to leave a comment.

  • Hanna56 2 years, 1 month lalu
    hanna56

    Jangan lewatkan kesempatan menjadi Milyarder ! Caranya sangat mudah, hanya bergabung di poker165.co dengan TCoin Atau ikuti babak kualifikasi untuk memenangkan tiketnya 😎 Untuk info lebih lanjut kunjungi roadto1billion.com