Perlu Payung Hukum Pembatasan Wilayah Magang Siswa SMK di Jawa Timur

Pendidikan

Perlu Payung Hukum Pembatasan Wilayah Magang Siswa SMK di Jawa Timur

Payung hukum berupa peraturan gubernur sangat mendesak agar wilayah magang siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) di Jawa Timur tidak perlu ke luar dari daerah dan muncul peluang mengeksploitasi anak pada sektor pariwisara. Dalam peraturan itu juga perlu penegasan terkait pengawasan dari lembaga pendidikan selama siswa menjalani praktik kerja industri (prakerin), agar program magang benar-benar optimal. Dengan pengawasan yang ketat termasuk memberikan sanksi bagi penyedia tempat magang jika melakukan penyimpangan, siswa yang magang selama 6 bulan hingga 12 bulan, bisa dipantau aktivitasnya.

Perlu Payung Hukum Pembatasan Wilayah Magang Siswa SMK di Jawa Timur

Demikian benang merah dari diskusi tentang penyusunan Kebijakan Perlindungan Anak di Sektor Pariwisata di Jawa Timur, yang digelar Yayasan Arek Lintang (ALIT) Indonesia, di kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jatim pada Kamis, 15 Oktober 2020. Hadir dalam kesempatan itu antara lain Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto, Direktur Eksekutif ALIT Indonesia Yuliati Umrah dan Direktur Surabaya Crisis Children Center (SCCC) Edward Dewaruci, akademisi dari Universitas Airlangga dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur Sinarto.

[Baca Juga: Disnakertrans & Energi DKI Fasilitasi Calon Pekerja Magang di 6 Perusahaan]

Andik mengatakan peraturan yang di dalamnya termasuk pengawasan terhadap siswa yang magang terutama di sektor pariwisata harus lebih ketat. Bahkan khusus dalam pengawasan perlu melibatkan industri penerima siswa magang dan juga lembaga pendidikan. "Artinya lembaga pendidikan tidak sekadar menyerahkan siswa untuk magang tanpa ada pengawasan secara ketat, sementara industri hanya menerima tanpa ada panduan yang jelas," ujar Adik seperti diberitakan kompas.id (15/10/2020).

Tanpa Tenaga Pendamping

Realitanya banyak tempat magang termasuk di sektor pariwisata, tidak ada tenaga pendamping atau pengawas bagi pekerja yang sedang magang. Akibatnya aktivitas siswa magang sering kali melenceng dari kurikulum yang sudah diperoleh di sekolah. Banyak diantara siswa yang magang lantas terjebak pada eksploitasi seks komersial termasuk menjalani pernikahan di usia muda.

Perlu Payung Hukum Pembatasan Wilayah Magang Siswa SMK di Jawa Timur

Padahal idealnya peraturan terkait ekspolitasi anak di sektor pariwisata. Berdasarkan data dari ALIT Indonesia kata Yuliati banyak pelajar sekolah menengah melakukan praktik kerja industri atau PKL yang terlibat dalam proses yang tidak diinginkan karena tanpa ada pengawasan dari pihak sekolah, pemerintah dan industri. “Idealnya ada pengawasan dari pihak terkait yang diatur dalam peraturan gubernur, agar siswa yang sedang menjalani program magang terlindungi dari upaya eksploitasi dan terjerumus ke Sexual Exploitatoin of Children In Travel and Tourism (SECTT),” ujarnya.

[Baca Juga: PPDB SMP Surabaya Ancam Eksistensi Sekolah Swasta & Protokol Kesehatan]

Menurut Edward Dewaruci, pada peraturan gubernur nanti akan dibuat klausul pengawasan siswa yang sedang menjalani proses magang di industri. "Fokusnya memang sektor pariwisata karena selama ini pemantauan untuk pengawasan siswa yang magang di sektor pariwisata nyaris tidak ada. Padahal mereka sangat rentan dieksploitasi oleh banyak pihak," ujarnya.

Read More

Artikel Lainnya

UMN Kembangkan Prototipe Aplikasi Koreksi Penulisan U-Tapis

Pendidikan

UMN Kembangkan Prototipe Aplikasi Koreksi Penulisan U-Tapis

29 October 2020, 10:55

Universitas Multimedia Nusantara mengembangkan prototipe aplikasi koreksi penulisan dalam bahasa Indonesia bernama U-Tapis.

Acara Luring Pertama Selama Pandemi, Galeri Nasional gelar Pameran Imersif Affandi

Hobi dan Hiburan

Acara Luring Pertama Selama Pandemi, Galeri Nasional gelar Pameran Imersif Affandi

28 October 2020, 16:31

Melalui pameran itu, tidak hanya ketokohannya karya-karya Affandi yang luar biasa juga dapat menjadi inspirasi bagi banyak seniman.

Peringati Sumpah Pemuda, Dispora Gerakan Pemuda Bandung Bersihkan Masjid Pesantren

Berita Kawasan

Peringati Sumpah Pemuda, Dispora Bandung Ajak Bersihkan Masjid & Pesantren

28 October 2020, 14:04

Di tahun ini peringatan Sumpah Pemuda lebih diarahkan untuk menguatkan solidaritas di tengah masyarakat menghadapi pandemi COVID-19.

Jangan Lupa, Warga Bekasi Diminta Tes COVID-19 Setelah Liburan

Kesehatan

Jangan Lupa, Warga Bekasi Diminta Tes COVID-19 Setelah Liburan

28 October 2020, 11:46

Pengurus RW tegas mewajibkan warganya di Kota Bekasi untuk terlebih dahulu menjalani tes COVID-19 pascaliburan.


Comments


Please Login to leave a comment.