Kominfo Temukan 54 Berita Hoax Tentang Virus Corona

Kesehatan

Perlukah Pakai Masker Saat Wabah Virus Corona?

Sejak tanggal 1 Maret 2020, Indonesia dihebohkan dengan berita terdeteksinya Virus Corona pada dua orang warganya. Untuk mengantisipasi terjangkitnya wabah ini, apakah efektif memakai masker? Pasalnya, di beberapa negara terjangkit, banyak orang yang kemudian menggunakan masker.

Kabar ini tentu membuat kepanikan warga sehingga masker dan juga hand sanitizer habis di mana-mana. Kalau pun ada, harga yang dijual jauh lebih mahal. Ini semua terjadi karena edukasi tentang kegunaan masker ketika wabah Virus Corona masih belum dipahami semua orang.

Seperti yang dikatakan Profesor Kedokteran dan Epidemiologi di Fakultas Kedokteran Universitas Iowa, Amerika Serikat (AS) Eli Perencevich, MD, dalam kasus viruscorona ini sebenarnya orang yang sehat tidak perlu memakai masker apa pun jenis maskernya.

Perlukah Pakai Masker Saat Wabah Viruscorona

"Rata-rata orang yang sehat tidak perlu memiliki masker, dan mereka seharusnya tidak mengenakan masker," ucapnya seperti dikutip Forbes (03/03/2020).

Ia menambahkan, tidak ada bukti bahwa memakai masker pada orang sehat akan melindungi mereka. Bila mereka memakainya secara salah, justru mereka dapat meningkatkan risiko infeksi karena mereka lebih sering menyentuh wajah mereka.

[Baca Juga: Meski Tidak Efektif Cegah Virus Corona, Apotek Terus Kehabisan Masker]

Perencevich menekankan, Virus Corona ditularkan melalui droplet, cairan yang keluar setiap seseorang bersin atau batuk, bukan melalui udara. Masker tersebut digunakan untuk si penderita yang dirancang untuk menjaga agar tetesan berupa virus tidak menular ke mana-mana dan tidak membuat orang lain sakit. "Gunakan sekali pakai ketika Anda sakit dan harus meninggalkan rumah,” ucap Perencevich

“Jika Anda terserang flu atau mengira Anda menderita Virus Corona, saat itulah Anda dapat mengenakan masker untuk melindungi orang lain. Dan, bila Anda di rumah sedang sakit, Anda harus mengenakan masker untuk melindungi anggota keluarga Anda,” tambahnya.

2. Cuci Tangan Sebelum Makan

Cuci Tangan yang Utama

Perencevich memberikan solusi untuk mencegah terjangkitnya Virus Corona, yaitu dengan mencuci tangan sebelum dan sesudah makan dan tidak menyentuh wajah Anda, terutama mulut dan hidung. Juga membawa hand sanitizer untuk berjaga-jaga jika tidak bisa menemukan sabun dan air setelah menyentuh wajah atau permukaan lain yang mengandung kuman, seperti gagang pintu.

“Virus Corona tidak masuk ke tubuh Anda melalui pernapasan, melainkan bisa masuk ketika tangan Anda yang terkontaminasi menyentuh mulut atau wajah Anda. Jadi, cuci tangan dan jangan menyentuh mulut atau wajah Anda sebelum mencuci tangan terlebih dahulu,” ujar Perencevich.

[Baca Juga: Apakah Hand Sanitizer Efektif Melawan Virus Corona?]

Selain itu, cara melindungi dari Virus Corona adalah dengan menjaga jarak sekitar satu meter dari orang yang sedang batuk atau bersin atau terlihat sakit. Karena, sejauh itulah sebagian besar droplet akan bergerak.

“Jadi, Anda seharusnya tidak membeli masker, tetapi ada hal-hal yang dapat Anda lakukan untuk melindungi diri dari virus tersebut. Pastikan Anda memiliki setidaknya 3-4 minggu obat apa pun yang Anda butuhkan. Jadi, Anda tidak harus kehabisan dan meminumnya pada waktu tertentu," tutupnya.

Read More

Artikel Lainnya

Berhasil Kendalikan Covid-19, Kabupaten Bogor Ditetapkan Sebagai Zona Orange.jpg

Berita Kawasan

Berhasil Kendalikan COVID-19, Kabupaten Bogor Masuk Zona Oranye

04 March 2021, 19:03

Pemprov Jawa Barat menetapkan Kabupaten Bogor ke dalam 17 Kabupaten/Kota yang masuk ke dalam Zona Resiko Sedang atau oranye.

Aksi Tanggap Bencana, Toyota Serahkan Donasi Rp1,25 Miliar Untuk PMI

Bisnis

Aksi Tanggap Bencana, Toyota Serahkan Donasi Rp1,25 Miliar Untuk PMI

04 March 2021, 18:51

Dana yang diberikan kepada PMI akan dikelola untuk kebutuhan masyarakat yang menjadi korban bencana alam.

RS Lapangan Beroperasi Harapan Kota Bogor yang Kritis

Kesehatan

Bagor Baru Terima 69.570 Dosis Vaksin COVID-19

04 March 2021, 18:02

Kegiatan vaksinasi massal tahap kedua di Kota Bogor yang menyasar pelayanan publik sedang berlangsung. Dari target 86.143 orang, Pemkot baru menerima 69.570 dosis vaksin COVID-19.

Mutasi Virus SARS-CoV-2 yang Lebih Menular Ditemukan di Indonesia

Kesehatan

Singgung Mutasi Baru COVID-19, Ganjar Minta Warga Jateng Tetap Tenang

04 March 2021, 17:31

Meskipun sudah mendapatkan vaksin, warga diminta untuk tetap menaati protokol kesehatan karena itu sangat penting untuk mengantisipasi virus ini.


Comments


Please Login to leave a comment.