metformin_2.jpg

Kesehatan

Picu Kanker, AS dan Singapura Tarik Obat Diabetes Metformin

Diabetes masih menjadi momok bagi masyarakat Indonesia. itu dikarenakan jumlah penderitanya yang terus melonjak tiap tahun. Selain karena keturunan, biasanya penyakit ini muncul akibat asupan makanan yang tidak sehat, salah satunya dengan mengonsumsi gula secara berlebihan.

Harus menjadi perhatian bahwa sampai saat ini umumnya diabetes tidak dapat disembuhkan. Hanya saja penderitanya dapat mengontrol penyakitnya agar tidak membahayakan tubuh. Sebab seperti yang kita tahu, diabetes dapat merusak organ luar maupun organ dalam tubuh. Salah satu cara untuk mengontrol penyakit diabetes adalah dengan mengonsumsi obat seperti metformin.

[Baca Juga: Saran WHO: Stop Hydroxychloroquine dalam Pengobatan COVID-19]

Metformin adalah obat yang paling sering diresepkan oleh para dokter di seluruh dunia untuk mengobati diabetes tipe 2. Sebab obat tersebut dapat memicu tubuh untuk memproduksi insulin secara alami. Insulin tersebut yang nantinya dapat mengendalikan kadar gula dalam darah.

Namun baru-baru ini, seperti dilansir dari laman today.com, ternyata Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA/Food and Drug Administration) Amerika Serikat (AS) telah merekomendasikan untuk menarik metformin dari pasaran. Itu dilakukan setelah para peneliti mengungkapkan bahwa dalam metformin terdapat kandungan N-nitrosodimethylamine (NDMA) yang berlebihan.

Metformin diduga dapat memicu timbulnya kanker.

NDMA adalah kandungan yang berpotensi menjadi karsinogenik atau menyebakan kanker jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Atas keputusan tersebut, salah satu perusahaan pembuat obat, Apotex Corp menarik kembali metformin yang didistribusikan di AS awal pekan ini secara sukarela.

Selain AS, Singapura telah lebih dulu menarik tiga merek obat metformin yang ditemukan mengandung NDMA di atas batas yang diperbolehkan secara internasional. Penarikan tersebut dilakukan setelah sebelumnya negeri Singa menguji 46 obat diabetes yang beredar di pasaran Singapura.

[Baca Juga: Bahaya Akibat Terlalu Sering Menggunakan Obat Kumur]

Sementara itu di Indonesia, BPOM masih mengevaluasi terkait adanya kandungan NDMA yang yang berlebihan di dalam metformin. Kepala BPOM, Penny Lukito mengatakan bahwa masih banyak para penderita diabetes yang bergantung pada metformin. Terlebih menurutnya, metformin yang digunakan di Singapura berbeda dengan yang dijual di Indonesia.

"Karena kan yang beredar di sini belum tentu produk yang sama, jadi harus membutuhkan evidence (bukti) dulu. Masih ada pencermatan," kata Penny dilansir dari Kompas.com.


Read More

Artikel Lainnya

Pastikan Anak Terlindung dari Campak via Vaksinasi, Pemkot Surabaya Siap Sweepin g.jpg

Kesehatan

Pastikan Anak Terlindung dari Campak via Imunisasi, Pemkot Surabaya Siap Sweeping

27 January 2023, 13:57

Banyaknya kasus campak di wilayah perbatasan Surabaya-Madura, mendorong Pemkot Surabaya untuk bergerak secara agresif demi memastikan anak-anak Kota Pahlawan sudah mendapatkan imunisasi campak.

Selama 2022 Ada Puluhan Suspek Campak, Dinkes Kota Yogyakarta Dorong Imunisasi Anak.jpg

Kesehatan

Selama 2022 Ada Puluhan Suspek Campak, Dinkes Kota Yogyakarta Dorong Imunisasi Anak

27 January 2023, 10:55

Dinkes Kota Yogyakarta meminta agar orangtua melindungi buah hatinya dari ancaman penyakit campak dengan segera datang ke puskesmas untuk mendapatkan imunisasi.

East Ventures Pimpin Pendanaan Awal untuk Startup Manufaktur In i.jpg

Bisnis

East Ventures Pimpin Pendanaan Awal untuk Startup Manufaktur Ini

26 January 2023, 15:30

Baru-baru ini perusahaan startup manufaktur Imajin disebut berhasil meraih suntikan pendanaan awal yang dipimpin East Ventures.

Ukur Kemampuan Bahasa Indonesia Mahasiswa, Dosen Unpad Hadirkan Tes Khusus.jpg

Pendidikan

Ukur Kemampuan Bahasa Indonesia Mahasiswa, Dosen Unpad Hadirkan Tes Khusus

26 January 2023, 13:28

Tim dosen Unpad berhasil membuat inovasi tes khusus yang dapat menunjukan bagaimana kompetensi mahasiswa dalam berbahasa Indonesia.


Comments


Please Login to leave a comment.