ads
BOGOR_PENDIDIKAN_MELANCONG SAMBIL BELAJAR KE 4 MUSEUM SEKITAR BOGOR BOTANICAL GARDEN

Pendidikan

Pilihan Eduwisata di 4 Museum Sekitar Bogor Botanical Garden

Selain berwisata ke Bogor Botanical Garden atau Kebun Raya Bogor, ternyata ada lima museum di sekitarnya yang bisa Anda kunjungi bersama keluarga. Selain rekreasi, anak-anak pun bisa belajar banyak hal dari benda-benda sejarah di museum tersebut. Lokasi lima museum ini saling berdekatan dan sangat strategis, tidak jauh dari pusat kota. Di seputaran Jalur Sistem Satu Arah (SSA) yang mengelilingi Kebun Raya, Anda bisa menemukan lima museum berikut.

Museum PETA

Museum PETA (Pembela Tanah Air) dari kejauhan sekilas mirip stasiun kereta. Tembok tinggi memagari hampir semua sisi bangunan berwarna cokelat muda itu. Pintu masuknya, berukuran besar dan membentuk lorong sepanjang sekira 10 meter, seperti tempat tunggu penumpang kereta.

Terletak di Jalan Jenderal Sudirman No 35 Bogor, bangunan yang kini jadi Museum PETA ini merupakan tempat tinggal para pengawal dan pegawai Gubernur Jenderal di masa kolonial. Seperti informasi yang dihimpun dari historia.id, bangunan ini sempat dijadikan markas Depot Troepen Zeni oleh Belanda yang kembali ke Indonesia setelah Perang Dunia usai. Bekas pusat pendidikan PETA ini lalu diserahkan kepada pemerintah Indonesia pasca-Konferensi Meja Bundar. Oleh pemerintah, kompleks itu lalu dijadikan Pusat Pendidikan Zeni Angkatan Darat pada 1952.

Pada 1993, Yapeta (Yayasan Pembela Tanah Air), badan yang didirikan para mantan lulusan PETA– meminta bangunan paling depan di kompleks itu yang luasnya kira-kira 1 hektare, kepada Angkatan Darat. Bangunan itu akan dijadikan museum. Pada 18 Desember 1995, Yapeta lalu membuka bangunan itu sebagai Monumen dan Museum PETA.

Selang 15 tahun kemudian, Yapeta menyerahkan pengelolaan museum itu kepada Dinas Sejarah Angkatan Darat, yang berkantor pusat di Bandung. Ada tiga media yang di-display yaitu diorama (14 buah), monumen dalam bentuk relief (14 buah), dan koleksi otentik berupa senjata, foto, dan lain-lain. Sayangnya, museum yang tiap Senin-Jumat buka dari pukul 08.00-15.00 WIB itu justru tutup pada Sabtu dan Minggu, kecuali ada reservasi terlebih dulu.

Mengintip Sejarah di Museum Perjuangan Bogor

Dari kejauhan, bangunan yang berdiri megah di antara hilir mudiknya kendaraan dan orang yang lalu lalang itu tidak tampak seperti sebuah museum. Tetapi jika melangkah lebih dekat lagi, akan tampak relief-relief yang menggambarkan perjuangan di dinding depannya. Dari situ, kita langsung tahu bahwa gedung ini adalah sebuah museum dari tulisan di depannya. Di museum ini, kita bisa mengintip sejarah perjuangan rakyat Bogor dalam mempertahankan kemerdekaan bangsanya.

[Baca Juga : Belajar Sejarah di Museum Perjoangan Bogor]

Masih dari historia.id, pada 26 Oktober 1957, di rumah bupati Bogor saat itu, R.E.Abdoellah yang terletak di Jalan Panaragan 31, berkumpul puluhan pejuang kemerdekaan se-Karesidenan Bogor. Mereka sepakat kalau bangunan yang berada di Jalan Cikeumeuh No. 28 (sekarang Jalan Merdeka) itu dimanfaatkan sebagai museum perjuangan. Museum yang beralamat di Jalan Merdeka No.56, Ciwaringin, Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16124 ini buka setiap hari pukul 08.00-16.00 WIB.

Sekitar tahun 1945-an, bangunan ini sering menjadi tempat berkumpulnya Laskar Rakyat dan beberapa organisasi perjuangan lainnya. Tokoh-tokoh besar seperti Kapten Muslihat, Mayor Oking, dan Margonda pun sering mengadakan pertemuan di gedung ini. Pada tahun 1949, bangunan ini sempat menjadi Kantor Pemerintah Darurat Kabupaten, dan di tahun 1952 pernah digunakan menjadi sebuah Sekolah Rakjat atau SR. Museum Perjoangan diresmikan pada tanggal 17 Agustus 1958.

Sampai tahun 2014, Museum Perjoangan Bogor masih menerima koleksi hibah dari para eks pejuang. Koleksi museum terdiri atas macam-macam senapan yang digunakan para pejuang saat merebut kemerdekaan. Terdapat juga senapan hasil rampasan dari Jepang dan Inggris, mata uang serta dilengkapi dengan diorama yang menggambarkan pertempuran di daerah Bogor dan sekitarnya.

Museum Tanah

Dari 12 jenis tanah di dunia, sepuluh di antaranya ada di Indonesia. Begitulah pelajaran yang dipetik saat berkunjung ke Museum Tanah, Kementerian Pertanian Bogor, di Jalan Juanda No.98, Gudang, Bogor, Gudang, Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16123.

Setelah belasan tahun “mati suri” sejak 1988, Museum Tanah kembali diresmikan pada 5 Desember 2017. Sebelum diresmikan, lokasi ini merupakan kantor Balai Besar Sumber Daya Lahan Pertanian. Dalam catatan sejarah, gedung ini menjadi saksi kompeni, pemerintahan Belanda di Buitenzorg.

Sejak 29 September 1988, Balai Penelitian Tanah meresmikan pendirian Museum Tanah bekerja sama dengan International Soil Reference and Information Centre (ISRIC), Wageningen Belanda. Museum Tanah ini, kata Asep, menyimpan berbagai model contoh tanah sebagai koleksi di Indonesia. Dengan tujuan, pengetahuan sumber daya tanah untuk mendukung pembangunan pertanian.

Info dari situs ayobogor.com, di museum ini ada seluruh sampel tanah setiap wilayah di Indonesia. Sejak diresmikan, museum ini padat pengunjung setiap akhir pekan. Mereka rata-rata adalah pelajar, yang ingin belajar tentang ilmu tanah. Museum yang buka setiap hari kerja pukul 09.00-16.00 WIB ini belum memberlakukan tiket masuk, alias masih gratis.

[Baca Juga : Belajar Sejarah di Museum Tengah Kebun Kemang Timur]

Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia

Museum ini dibuka kembali pada 16 Mei 2018 dengan nama baru. Sebelum direnovasi, museum ini didirikan pada 1982 dengan nama Museum Etnobotani Indonesia. Untuk isinya masih sama, berisi informasi sejarah alam Indonesia dan tipe ekosistem serta sumber daya hayatinya.

Kepala Nasional Sejarah Alam Indonesia (Munasain) Joeni Setijo Rahajoe, seperti dikutip dari Pikiranrakyat.com menjelaskan, lantai pertama berisi pengenalan tentang awal mula perkembangan penelitian hayati di Indonesia. Lantai kedua berisi informasi keanekaragaman tipe ekosistem di Indonesia dan keterkaitannya dengan manusia. Di lantai yang sama juga menampilkan kearifan lokal masyarakat Indonesia dan pengetahun dari masa ke masa terhadap pemanfaatan keanekaragaman hayati.

Museum yang masih terletak tidak jauh dari Bogor Botanical Garden ini beralamat di Jl. Ir. H. Juanda 22 - 24, Pusat Penelitian Biologi – LIPI, Paledang, Bogor Tengah, Paledang, Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16122. Museum ini buka setiap Senin-Kamis pukul 08.00-15.30 WIB, Jumat pukul 08.00-16.00 WIB, dan Sabtu-Minggu pukul 09.00-14.00 WIB.

ads
ads
ads

Artikel Lainnya

Kampus PUPR Jadi Contoh Greenship Neighborhood.jpg

Properti dan Solusi

Kampus PUPR Jadi Contoh Greenship Neighborhood

T3 24 February 2019, 10:00 a.m.  |  2 Views

Kampus PUPR yang dikembangkan Kementerian PUPR sebagai percontohan Greenship Neighborhood.

Buruknya Infrastruktur Pendidikan di Bekasi.jpg

Pendidikan

Tahun 2019 Jadi Prioritas Infrastruktur Pendidikan di Bekasi

T3 24 February 2019, 09:00 a.m.  |  2 Views

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di setiap daerah, termasuk Jawa Barat pembanguan infrastruktur seharusnya jadi perhatian penting bagi pemerintah setempat.

Vaksin Rabies Gratis di Stan Dinas KPKP Jakarta.jpg

Berita Kawasan

Vaksin Rabies Gratis di Stan KPKP Jakarta Indonesia Pet Show 2019

T3 23 February 2019, 09:00 a.m.  |  3 Views

Dinas KPKP Jakarta memberikan layanan vaksi gratis untuk pengunjung yang membawa hewan peliharaan mereka ke JIPS 2019.

Kampung Batik Siap Tampil di Festival Budaya Musim Semi Belanda.jpg

Kecantikan dan Fashion

Kampung Batik Siap Tampil di Festival Budaya Musim Semi Belanda

T3 23 February 2019, 10:00 a.m.  |  3 Views

Belanda merupakan negara pertama yang akan diperkenalkan batik buatan warga di wilayah paling timur Kota Tangerang ini.


Comments

Please Login to leave a comment.

ads