Potahero

Bisnis

Potahero, Hasil dari Perubahan Strategi Bisnis di Sektor Kuliner

Dalam menjalankan bisnis, terkadang seseorang dipaksa untuk berhenti dari bisnis yang sedang dijalankan dan beralih ke bisnis lainnya, agar tidak mendapatkan kerugian dalam jumlah besar atau pun agar dapat tetap bergerak dalam bisnis. Beralih bidang dalam bisnis, dibutuhkan keberanian dari pebisnis untuk mencoba hal baru tersebut. Hal ini dapat terlihat dari usaha Potahero yang dijalankan oleh Safira.

Ditemui Pingpoint di Kediamannya, di Kota Malang (21/7/2021), Safira bercerita mengenai perjalanannya dalam menjalankan bisnis Potahero. “Dulu sebelum mulai usaha Potahero ini, aku punya usaha lain yang namanya Eat Me Lah, yang dijalankan sejak awal pandemi COVID-19. Di Eat Me Lah ini, produk yang dijual itu makanan, seperti ayam, cakue, sushi, basreng, seblak, dan ada lagi beberapa lainnya. Untuk makanan-makanan ini, semuanya dijual dalam bentuk jadi, sehingga pelanggan tinggal makan saja. Usaha ini dulu aku lakukan gara-gara sempat diliburkan cukup lama karena pandemi, akhirnya biar tetap ada kesibukan, akhirnya aku bikin Eat Me Lah ini. Untuk semua bahan makanannya itu dibikin sendiri dari awal”, ujar Safira.

Selama menjalankan usaha Eat Me Lah, Safira memasarkan produknya secara online dengan memanfaatkan Instagram dan Whatsapp. Namun, pada Desember 2020, usaha Eat Me Lah terpaksa dihentikan oleh Safira karena pelbagai alasan, salah satunya adalah kendala waktu. Dengan membuat semua makanan tersebut seorang diri, tentunya dibutuhkan waktu yang cukup lama dan karena kesibukan pekerjaan utama yang cukup menyita waktu, akhirnya Safira memutuskan untuk berhenti sejenak dalam bisnis Eat Me Lah ini.

Potahero

Dengan dihentikannya Eat Me Lah, tentunya berpengaruh pada pemasukan yang diterima yang semakin berkurang, sedangkan kebutuhan keluarga juga cukup tinggi. Hal ini akhirnya memaksa Safira untuk menjalankan bisnis lain yang bisa disesuaikan dengan kesibukannya yang dimiliki, hingga akhirnya dirinya memilih untuk menjalankan usaha Potahero yang masih dijalankan hingga saat ini.

Meskipun sama-sama bergerak dalam sektor makanan, ada sedikit perbedaan antara Eat Me Lah dengan Potahero. Apabila di Eat Me Lah, Safira harus membuat semua makanannya dari awal dan seorang diri, di Potahero hal ini tidak dilakukan, karena makanan yang dijual adalah Frozen Food. Hal ini tentunya juga memberikan efektivitas dalam hal waktu.

Potahero

“Produknya yang Potahero itu frozen food kentang, jadi nanti tinggal digoreng saja. untuk variannya juga ada banyak pilihannya, mulai curly, hashbrown, wedges, waffle, dan beberapa lainnya. Kalau yang Potahero ini, aku jualnya secara online juga dan ku pack jadi beberapa ukuran, ada yang 250 gram, 500 gram, sama 1 kilogram. Untuk produknya sendiri, aku dapatnya dari supplier, perusahannya namanya Lamb Western. Jadi, setelah aku dikirimi produknya, ku repack ulang, kujual lagi ke konsumenku. Selain itu, aku juga membuka reseller, jadi produk yang dijual potahero ini bisa makin banyak”, cerita Safira pada Pingpoint.

Dengan banyaknya dan semakin meningkatnya jumlah produk yang dijual oleh Potahero, tentu berpengaruh juga pada penghasilan yang diterima oleh Safira. Bahkan, menurut penuturannya, hasil dari bisnis yang diperoleh dari Potahero jauh lebih besar daripada pendapatannya dari pekerjaan utamanya yang dijalankan.

Meskipu demikian, tentu ada juga permasalahan yang muncul, salah satunya adalah produk frozen food yang mudah basi apabila tidak ditempatkan di dalam freezer. Hal ini tentu berpengaruh pada seberapa jauh jangkauan pasar yang ditargetkan. Menurut Safira, hingga saat ini, pengiriman yang dilakukan terbatas di wilayah Malang, namun sempat juga beberapa kali mengirim hingga Surabaya atau pun Sidoarjo. Selain itu, ada juga pesananan dari beberapa wilayah lain di Jawa Timur, namun ditolak oleh Safira karena terlalu beresiko, apabila pengirimannya tidak bisa sampai dalam satu hari.

Untuk bisnis Potahero yang dijalankan, Safira mengatakan bahwa target pasarnya bisa siapa saja, namun selama ini kalangan yang sering membeli produknya adalah ibu-ibu. Selain itu, untuk upaya promosi produk yang dilakukan, sama seperti Eat Me Lah, yaitu dengan memanfaatkan Instagram dan Whatsapp. Selain itu, untuk mengembangkan Potahero, ke depannya, Safira juga berencana memanfaatkan Google My Business, agar produk yang dijual makin dikenal. Selain itu, dirinya juga masih memikirkan cara untuk melayani pengiriman ke wilayah yang cukup jauh dengan resiko yang minim.


Read More

Potahero

Frozen Food di Kota Malang

None
None

Artikel Lainnya

Penanjakan

Berita Kawasan

Sensasi 8 Derajat dan Sunrise yang (Nyaris) Tidak Terlihat di Penanjakan

21 September 2021, 21:09

Sejak dini hari, tempat ini sudah mulai dikunjungi masyarakat, beberapa bersama pasangan, keluarga, atau pun rekan-rekannya.

Desa Wisata Edelweis

Berita Kawasan

Desa Wisata Edelweis, Tempat Baru dengan Hamparan Bunga Abadi

21 September 2021, 20:08

Baru sekitar satu bulan disediakan café bagi pengunjung di tempat ini. Sebelumnya, tempat ini hanya berupa perkebunan saja.

Permudah Konsultasi Dokter Spesialis via Telemedicine, AlteaCare Resmi Dilunc urkan.jpg

Kesehatan

Konsultasi Dokter Spesialis via Telemedicine, AlteaCare Resmi Diluncurkan

21 September 2021, 19:07

Dengan menggandeng RS Mitra Keluarga, AlteaCare permudah pasien, khususnya dengan penyakit kronis, berkonsultasi dengan dokter spesialis tanpa perlu keluar dari rumah.

Laque Outfit 3.jpg

Kecantikan dan Fashion

Model Baju Kekinian Ala Drama Korea? Cek di Laque Outfit

21 September 2021, 18:08

Sedang mencari aneka outfit ala Drama Korea? Cobalah untuk melihat-lihat di Laque Outfit, sebuah toko Butik di Bandung.


Comments


Please Login to leave a comment.