PPKM Level 3 Diberlakukan Serentak, Epidemiolog Nilai Tak Perlu

Kesehatan

PPKM Level 3 Diberlakukan Serentak, Epidemiolog Nilai Tak Perlu

Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman menegaskan PPKM hanya berfungsi sebagai payung dari protokol kesehatan (prokes) 3T (Testing, Tracing, dan Treatment) dan 5 M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan, Membatasi Mobilitas) sehingga Dicky, biasa disapa, mempertanyakan urgensi penerapan PPKM level 3 serentak di semua wilayah selama libur Natal dan Tahun Baru.

“Prokes inilah yang harus dijaga konsistensinya. Deteksi dini tetap harus dilakukan, faktanya sekarang testing menurun. Bukti bahwa mitigasi kita tidak kuat,” ucap Dicky berdasarkan keterangan tertulis yang diterima tim Redaksi PingPoint.co.id, Minggu (21/11/2021)

Menurut Dicky kondisi Indonesia saat ini sudah jauh lebih baik dengan cakupan vaksinasi di atas 80 persen. PPKM bertingkat ini dianggap Dicky sudah paling efektif tetapi tidak perlu semua Level 3, sesuai levelnya saja. Artinya harus valid data dari daerah dengan pusat. “Kalau mereka sudah di level 1 dan level 2 ya sudah harus diperketat kriteria pelanggarannya jangan 100 persen,” sambung Dicky.

[Baca Juga: Catat! Ini Aturan Pengetatan dan Larangan Mudik Bagi Warga Bandung]

Dicky juga mengakui Nataru (Natal dan Tahun Baru) atau libur akhir tahun di dunia membuat mobilisasi manusia yang sangat besar. Namun tahun saat ini cakupan vaksinasi sudah cukup serta masyarakat yang terinfeksi COVID-19 dan sembuh jumlahnya tidak sedikit. “Kondisi ini membuat banyak orang sudah memiliki imunitas. Dalam kaiatan Nataru 2022 risikonya tentu menurun,” ucap Dicky lagi.

Selain itu, Dicky juga menilai potensi gelombang ketiga masih sangat dimungkinkan tetapi bersifat moderat atau tidak lebih bahaya dari varian Delta. Lonjakan kasus COVID-19 juga bisa terjadi akibat kombinasi populasi rawan yang belum memiliki imunitas sebanyak 40 persen. Hendaknya pemerintah konsisten memberikan reward and punishment bagi sektor patuh menerapkan prokes sehingga upaya mencapai herd immunity bisa terwujud. “Ancaman beban ke faskes masih kemungkinan terjadi serius. Negara dengan cakupan vaksin cukup pun bisa terjadi. Upaya mitigasi harus tetap dilakukan tapi jangan sampai menimbulkan permasalahan baru misalnya bagi sektor yang sudah taat justru dibatasi,“ imbuh Dicky.

PPKM Level 3 Diberlakukan Serentak, Epidemiolog Nilai Tak Perlu

Sementara itu, Pemerintah menetapkan seluruh wilayah di Indonesia akan berstatus PPKM Level 3 saat momen libur Nataru 2022 dan akan berlaku mulai tanggal 24 Desember 2021- 2 Januari 2022. Seperti disampaikan oleh Menteri Koodinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi terjadinya gelombang ketiga lonjakan kasus positif virus corona (COVID-19).

“Selama libur Nataru, seluruh Indonesia akan diberlakukan peraturan dan ketentuan PPKM Level 3,” kata Muhadjir saat memimpin Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Antisipasi Potensi Peningkatan Kasus COVID-19 pada Libur Nataru secara daring.

[Baca Juga: Tips Menjaga Kesehatan Selama Libur Natal dan Tahun Baru]

Muhadjir mengatakan kebijakan ini dikeluarkan guna memperketat pergerakan masyarakat dan mencegah lonjakan kasus COVID-19 pasca libur Nataru. Nantinya seluruh wilayah di Indonesia, baik yang sudah berstatus PPKM Level 1 dan 2 akan disamaratakan menerapkan aturan PPKM Level 3. “Sehingga ada keseragaman secara nasional. Sudah ada kesepakatan, aturan yang berlaku di Jawa- Bali dan luar Jawa- Bali nanti akan diseragamkan,” tutur Muhadjir.

Kebijakan ini akan diterapkan menunggu Kemendagri menerbitkan Instruksi Mendagri (Inmendagri) terbaru. “Inmendagri ini sebagai pedoman pelaksanaan pengendalian penanganan COVID-19 selama masa libur Natal dan Tahun Baru yang akan ditetapkan selambat- lambatnya pada tanggal 22 November 2021,” ujar Muhadjir.

Wali Kota Semarang Hendrar Pribadi

Di sisi lain, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meminta masyarakat menunda liburan atau pun mudik saat momen libur Nataru 2022. Hal ini karena pemerintah pusat telah memiliki konsep atau upaya untuk meminimalkan penyebaran COVID-19 saat Nataru. Di mungkinkan, tidak akan ada libur panjang saat perayaan Nataru. “Liburnya akan dibuat selang- seling. Masyarakat diimbau untuk menunda liburan atau menunda mudik selama nataru,” terang Hendi biasa disapa.

Menurut Hendi, pemerintah daerah diminta untuk mengawasi pergerakan di tempat wisata. Lebih ekstrimnya lagi tempat wisata diharapkan bisa menerapkan sistem plat nomor ganjil genap. Namun demikian, kata Hendi, belum memikirkan konsep tersebut untuk diterapkan di Semarang. Pihak Pemkot Semarang masih bisa mengatur wisatawan yang datang ke tempat destinasi sedemikian rupa dengan protokol kesehatan (prokes) ketat. “Kami tetap memantau supaya menjalankan prokes secara baik,” ucap Hendi.


Read More

Artikel Lainnya

Mencicipi Kelezatan Iga Bakar si Jangkung di Bandung 2.jpg

Kuliner

Mencicipi Kelezatan Iga Bakar si Jangkung di Bandung

07 December 2021, 18:02

Iga Bakar si Jangkung bisa dijadikan pilihan kuliner saat akan berkunjung ke Kota Bandung. Rasa yang ditawarkan begitu gurih dan lezat, apalagi sangat cocok disantap saat panas.

Banjir Rob Bayangin Warganya, Ini yang Dilakukan Pemkot Jakarta Utara.jpg

Berita Kawasan

Banjir Rob Bayangin Warganya, Ini yang Dilakukan Pemkot Jakarta Utara

07 December 2021, 17:35

Dari mulai pompa hingga mengerahkan petugas untuk membersihkan sampah yang diakibatkan banjir rob menjadi bagian upaya Pemkot Jakarta Utara untuk tangani situasi ini.

Sabun Nature DK Sabun Mandi Pas Untuk Kulit Dengan Bahan Alami

Bisnis

Sabun Nature DK Sabun Mandi Pas Untuk Kulit Dengan Bahan Alami

07 December 2021, 17:05

Sabun Nature DK bisa dipakai untuk wajah dan tubuh. Fungsinya menutrisi dan membersihkan kulit kita jadi lebih mulus sehat dan wangi.

padepokan talangOK4.jpg

Pendidikan

Lama Mangkrak, Padepokan Silat Gunung Talang akan Dibangun Kembali

07 December 2021, 16:34

“Harapannya tahun depan terealisasi, dan lahan aset Pemkot Semarang ini bisa dimanfaatkan untuk sarana latihan para atlet, khususnya olahraga silat untuk mengasah kemampuan, sehingga berprestasi di ajang event olahraga.”


Comments


Please Login to leave a comment.