PPKM Mikro Tunjukkan Hasil Positif, DIY Tingkatkan Ketahanan Warga

Berita Kawasan

PPKM Mikro Tunjukkan Hasil Positif, DIY Tingkatkan Ketahanan Warga

Berdasarkan data Kemendagri, pelaksanaan PPKM telah berhasil mengurangi laju penambahan kasus aktif pada level nasional. Selama lima pekan berjalannya PPKM kurva kasus aktif COVID-19 mulai menunjukkan penurunan. Kasus yang terkonfirmasi di Yogyakarta masih mengalami kenaikan, akan tetapi angka kesembuhan juga mengalami peningkatan. Sehingga dengan berlakunya PPKM Mikro tersebut telah terbukti membawa dampak yang cukup positif bagi pengurangan penyebaran COVID-19.

Hal tersebut terungkap dalam Rapat Sosialisasi PPKM Mikro pada Selasa (23/02) di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta secara daring yang diikuti Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X. Wagub DIY yang didampingi Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Tri Saktiyana melakukan koordinasi dengan Kemendagri atas penerapan PPKM Mikro di Jawa-Bali.

PPKM Mikro Tunjukkan Hasil Positif, DIY Tingkatkan Ketahanan Warga

PPKM Mikro yang menekankan pada pembatasan di tingkat desa/kelurahan utamanya memanfaatkan posko di desa-desa untuk membantu mengurangi penyebaran COVID-19. Langkah-langkah yang dilakukan selama masa PPKM Mikro antara lain pencegahan dengan sosialisasi secara mikro; penanganan dengan mengontrol penggunaan masker dengan baik dan benar serta memperkuat tracking dan tracing; pembinaan dengan pembatasan aktivitas sosial serta persuasi pembatasan kerumunan; dan dukungan penanganan Covid-19 dengan memperkuat 3T (tracking, tracing, treatment).

Meskipun demikian, DIY akan meningkatkan upaya untuk memutus rantai penularan COVID-19 dengan memperbanyak testing dan tracing. "Hal ini sesuai dengan instruksi Menteri Kesehatan, strateginya adalah melibatkan TNI/Polri sebagai tracer,” ujar Tenaga Ahli Menteri Kesehatan dr. Andani Eka Putra usai audiensi dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

[Baca Juga: Terkait Vaksinasi COVID-19 untuk Masyarakat, Pemkot Yogyakarta Tunggu Instruksi]

Dia menambahkan, ketika terdapat 1 orang tersuspek COVID-19, maka setidaknya 15 orang kontak erat lainnya harus segera diidentifikasi. Pada pertemuan yang digelar di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, tersebut, Andani juga mengusulkan kepada Gubernur DIY untuk memperkuat pertahanan masyarakat desa beserta satuan tugasnya.

“Harapannya, semua desa di DIY ini ada fasilitas dokter desanya, seperti germas. Masyarakat kita berdayakan sehingga mereka punya kemampuan memahami pandemi sendiri, ini kan bagian dari edukasi ya,” jelasnya seperti diberitakan jogjaprov.go.id (25/2/2021).

Lebih lanjut, dokter yang dinilai sukses menerapkan skema tracing di Provinsi Sumatera Barat ini menjelaskan bahwa Sri Sultan menekankan pentingnya fokus pemberdayaan masyarakat dari dalam. “Kalau dulu cenderung menjaga desa dari pendatang. Itu sudah tidak relevan, karena kini transmisi justru asalnya dari dalam. Oleh karenanya, Sri Sultan menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat,” urai Andani.

Modal Sosial yang Bagus

Sementara itu, Sekretaris Daerah DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan bahwa Pemda DIY akan mengikuti keputusan panwal yang ditetapkan Kementerian Kesehatan. “Kalau sudah jadi keputusan menteri ya ikuti saja. Pak Andani juga mengatakan kalau Jogja itu punya modal sosial bagus yang tidak dimiliki oleh daerah atau provinsi lain. Itu bisa dimanfaatkan dalam rangka penanganan COVID-19, misalnya saja relawan," ungkapnya.

PPKM Mikro Tunjukkan Hasil Positif, DIY Tingkatkan Ketahanan Warga

Tak hanya itu, penyesuaian metode testing juga perlu dilakukan. “Terkait adanya kesulitan laboratorium PCR, sebenarnya saat ini pemerintah telah memutuskan bahwa antigen dapat menjadi alternatif PCR. Kalau seseorang tes antigen dengan hasil positif, maka orang tersebut dianggap positif, tidak perlu lanjut PCR. Namun, seseorang yang tes antigen hasilnya negatif namun merupakan kontak erat, maka harus ditelusuri lebih lanjut dengan PCR,” terang Aji.

Untuk tes PCR bagi Jogja sendiri, saat ini sudah banyak laboratorium mandiri yang menyediakan fasilitas tes PCR. “Laboratorium ini dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin melakukan tes PCR mandiri. Apalagi prosesnya juga mereka mandiri, punya laboratorium induk sendiri jadi tidak masuk ke laboratorium sini (yang dikelola pemerintah),” tutup Aji.

Read More

Artikel Lainnya

Sekolah Tatap Muka di Tasikmalaya dilaksanakan Bulan Juli 2021.jpg

Pendidikan

Sekolah Tatap Muka di Tasikmalaya dilaksanakan Bulan Juli 2021

11 April 2021, 08:06

Sekolah Tatap Muka di Tasikmalaya akan dilaksanakan pada tahun ajaran baru 2021/2022. Meskipun pemerintah sudah memberikan lampu hijau agar sekolah tatap muka dilaksanakan segera, namun Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya masih belum bisa melaksanakan.

Geliat Bisnis Properti Masa Era New Normal di Kota Semarang

Properti dan Solusi

Geliat Bisnis Properti Era New Normal di Kota Semarang

10 April 2021, 18:47

“Hikmah dari kebijakan di rumah saja membuat para penghuni rumah mulai menyadari bahwa rumah yang mereka tinggali perlu pembenahan di beberapa bagian,” ujar Hafid Santoso pemilik H+S Architect, usaha konsultan arsitek di kota Semarang

Tirta Nirwana 1.jpg

Hobi dan Hiburan

Tirta Nirwana Songgoriti: Pertemuan Kerajaan Medang, Singosari, dan Tionghoa

10 April 2021, 18:07

Berwisata ke Tirta Nirwana kita bisa sedikit mencuil pelajaran pertemuan sejarah kerajaan di Indonesia dan Tionghoa. Lebih dari itu, bermain air di sini sangatlah menyenangkan.

Teletubies 1.jpg

Hobi dan Hiburan

Menghabiskan Waktu di Bukit Teletubies Bersama Gunung Arjuno

10 April 2021, 17:08

Berwisata di tempat menyejukkan yang tak perlu bayar tiket atau parkir ada di Kota Batu, yakni Bukit Teletubies.


Comments


Please Login to leave a comment.