Prediksi Nadiem Makarim Tentang Jenis Profesi di Masa Depan

Pendidikan

Prediksi Nadiem Makarim Tentang Jenis Profesi di Masa Depan

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memiliki prediksi bahwa profesi di bidang teknologi, khususnya software akan mendominasi di masa depan.

Pendiri Gojek itu mengungkapkan, dunia software akan semakin membesar di masa mendatang. “Maksud saya itu dunia teknologi seperti aplikasi, web, design, research, dan data analysis. Ini adalah new economy kita,” tuturnya dalam Peluncuran Akademi Edukreator yang ditayangkan secara langsung di saluran Youtube Kok Bisa pada Rabu (6/5/2020).

Oleh karena itu, menurutnya kemampuan yang dibutuhkan generasi muda Indonesia dalam mempersiapkan hal tersebut adalah digital skill. Bila Indonesia ingin menjadi negara yang turut menciptakan teknologi di masa depan, sambungnya, maka harus tercipta generasi produser di bidang teknologi. “Bukan hanya di software, tetapi juga di otomasi, robotika, dan hal-hal yang membuat efisiensi di bidang manufacturing,” ujar Nadiem.

Prediksi Nadiem Makarim Tentang Jenis Profesi di Masa Depan

Pemimpin Redaksi Koran Tempo Budi Setyarso yang menjadi moderator kemudian mempertanyakan langkah nyata persiapan tersebut. Mengingat, meraih digital skill yang dimaksud membutuhkan perombakan besar-besaran dalam sistem pendidikan Indonesia.

Nadiem pun tak memungkiri bila meraih kemampuan itu bukanlah hal yang sederhana dan mudah. Ia mengungkapkan, untuk mencapainya pendidikan Indonesia harus fokus dalam mengembangkan kreativitas, tidak hanya sekadar mengerjakan soal seperti yang selama ini dilakukan dalam proses belajar mengajar di sekolah.

[Baca Juga: Mengenal 4 Kebijakan Konsep Kampus Merdeka ala Menteri Nadiem]

Sebagai tahapan awalnya, Alumnus Harvard itu menuturkan akan membangun fondasi pendidikan dalam lima tahun masa kerjanya. Hal ini agar apa yang akan dikerjakan nantinya tidak dapat kembali ke titik awal. Sederhananya, Ia menyebut tidak bisa diputar balik. “Dalam lima tahun ini kita menemukan dulu formula yang paling baik untuk kepemimpinan sekolah dan guru baru. Kita akan mencapai yang namanya The Tipping Point,” lanjut Nadiem.

“Karena proses transformasi pendidikan itu nggak mungkin kurang dari sepuluh tahun, bahkan perlu lima belas tahun. Jadi lima tahun pertama adalah untuk mencapai tipping point saja. Lewat organisasi penggerak, kita akan dukung melanjutkan tugas yang [telah] kita kerjakan bersama, mau menterinya siapa pun [akan terus berlanjut]” imbuhnya.

Hadapi Revolusi Industri 4.0, Kemendikbud Rilis Program Digitalisasi Sekolah

The Tipping Point, jelasnya, dapat dicapai dengan 20 persen perubahan Sumber Daya Manusia (SDM), adopsi suatu teknologi yang matang, penguatan kepemimpinan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta memiliki paradigma bahwa memajukan pendidikan bukan hanya tugas Kemendikbud, melainkan semua pihak termasuk masyarakat.

Budi kemudian bertanya soal nasib profesi di luar prediksi Nadiem, seperti seniman. “Ada profesi seperti seniman, pemain film, pelukis dan lainnya. Bagaimana sistem pendidikan itu mengakomodasi para seniman?” tanya sang pemimpin redaksi.

Pria yang akrab dipanggil Mas Menteri itu pun kembali menjelaskan secara sistematis. “Untuk menjawab itu, kita perlu memahami ada student profile yang ingin diciptakan,”

[Baca Juga: Nadiem Jelaskan Starategi Tingkatkan Nilai PISA Indonesia]

Adapun student profile yang dimaksud adalah karakter-karakter siswa seperti bernalar kritis, mandiri, berakhlak dunia, kebhinekaan global, gotong royong, dan kreatif. Nadiem menjawab lebih lanjut, untuk mencapai profil itu, tentunya peran seni dalam kurikulum pembelajaran sekolah dan ekstrakurikuler sudah pasti harus ditingkatkan secara signifikan.

Dengan kata lain, para calon seniman akan otomatis terakomodasi dalam sistem pendidikan Indonesia lewat kurikulum sekolah dan ekstrakurikuler yang akan semakin banyak “menuntut” kreativitas.

“Kreativitas itu dibutuhkan dalam semua strata sosial dan ekonomi. Pernah ada yang bertanya ke saya buat apa kreativitas bagi petani?” kata Nadiem.

Ia menjelaskan petani juga membutuhkan kreativitas untuk misalnya menemukan jalan keluar agar tetap bisa produktif saat ada pandemi, atau ketika ada keterbatasan dana.

“Jadi tanpa seni, student profile itu tidak mungkin tercapai,” ujarnya.


Read More

Artikel Lainnya

Dorong Digitalisasi Daerah, Amartha Hadirkan Desa Digital di Sulawesi Tengah.jpg

Bisnis

Dorong Digitalisasi Daerah, Amartha Hadirkan Desa Digital di Sulawesi Tengah

03 February 2023, 16:35

Demi memastikan tidak adanya ketimpangan digital di daerah pedesaan luar Jawa, Amartha Foundation baru-baru ini meresmikan desa digital di wilayah Sulawesi Tengah.

tiket.com Hadirkan Layanan Pemesanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung.jpg

Bisnis

tiket.com Hadirkan Layanan Pemesanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung

03 February 2023, 14:20

Melalui kemitraan dengan PT KCIC, pengguna tiket.com ke depannya bisa memesan tiket untuk layanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

Kolaborasi Pertamina NRE - Bike to Work Kampanyekan Green Mobility

Berita Kawasan

Kolaborasi Pertamina NRE - Bike to Work Kampanyekan Green Mobility

02 February 2023, 17:41

Peresmian unit tempat parkir sepeda dilakukan oleh Corporate Secretary Pertamina NRE Dicky Septriadi, Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Chaidir, dan Ketua Umum B2W Fahmi Saimima.

Siap Digelar 25 Februari 2023, Ini Semua Line-ups Woke Up Fest 2023.jpg

Hobi dan Hiburan

Siap Digelar 25 Februari 2023, Ini Semua Line-ups Woke Up Fest 2023

02 February 2023, 15:41

Setelah memberikan teaser siapa saja yang akan tampil, akhirnya pihak penyelenggara mengumumkan siapa saja yang nanti siap menghibur Anda di Woke Up Fest 2023.


Comments


Please Login to leave a comment.