Program Bedas Sapujagat Cegah Angka Pernikahan Anak di Bandung

Kesehatan

Program Bedas Sapujagat Cegah Angka Pernikahan Anak di Bandung

Saat ini, kasus pernikahan dini menjadi salah satu perhatian Pemerintah Daerah Kota Bandung di tengah Pandemi COVID-19. Pasalnya, angka pernikahan pada anak di Kabupaten Bandung sendiri terbilang cukup tinggi, yakni sekitar 46,44 persen.

Melihat hal tersebut, Pemkab Bandung menyelenggarakan sebuah program berjudul ‘Berencana Dewasakan Anak Agar Sejahtera: Sinergitas Akselerasi Pendewasaan Usia Kawin Terjaga, Keluarga Sehat’ atau yang disingkat dengan sebutan Bedas Sapujagat.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Muhammad Hairun menyampaikan, kehadiran Program Bedas Sapujagat ini diharapkan dapat menekan angka pernikahan pada anak di bawah usia 19 tahun.

Pemkab Cegah Angka Pernikahan Dini Melalui Program Bedas Sapujagat.jpg

Hairun memaparkan kasus perkawinan anak dengan lebih rinci. Pada tahun 2021 (sampai bulan Juli) jumlah perkawinan usia anak laki laki mencapai 112 kasus dan anak perempuan mencapai 567 kasus. Sehingga membuat Pemkab menjadi cukup prihatin dengan kasus tersebut.

“Kami berharap kehadiran program ini dapat menurunkan angka kasus pernikahan anak di Kabupaten Bandung,” jelas Hairun saat menjadi narasumber pada acara Sosialisasi Bedas Sapujagat yang dilaksanakan DWP (Dharma Wanita Persatuan) di Grand Sunshine Hotel, Soreang, dikutip dari bandungkab.go.id (26/10/2021).

Bedas Sapujagat ini juga merupakan sebuah strategi kolaborasi dan integrasi dalam penanganan permasalahan perkawinan usia anak yang melibatkan berbagai stakeholders. “Program ini juga merupakan program pemberdayaan masyarakat, khususnya pada remaja sebagai role model dalam pendewasaan usia perkawinan,” ucap Hairun.

[Baca Juga: Viral Pernikahan Sedarah, Pahami Risikonya Untuk Kesehatan Anak]

Sementara itu Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Kabupaten Bandung Emma Dety Dadang Supriatna menuturkan, peran orangtua dalam pengasuhan anak di usia tumbuh kembang sangat penting untuk proses pengendalian pernikahan usia anak. Sehingga anak dapat berkembang sebagai pribadi yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Karena anak merupakan potensi dari keberlangsungan suatu bangsa. Jika anak berkualitas, maka akan menghasilkan bangsa yang berkualitas juga.

Dengan adanya program ini juga memberikan wadah untuk berdiskusi serta menjadi media edukasi agar dapat dipahami oleh masyarakat luas. Dengan begitu, DWP dapat menjadi kepanjangan tangan pemerintah dalam melanjutkan informasi yang diperoleh pada hari ini dalam upaya menekan bahkan menghapuskan pernikahan di usia anak di Kabupaten Bandung.


Read More

Artikel Lainnya

Mencicipi Kelezatan Iga Bakar si Jangkung di Bandung 2.jpg

Kuliner

Mencicipi Kelezatan Iga Bakar si Jangkung di Bandung

07 December 2021, 18:02

Iga Bakar si Jangkung bisa dijadikan pilihan kuliner saat akan berkunjung ke Kota Bandung. Rasa yang ditawarkan begitu gurih dan lezat, apalagi sangat cocok disantap saat panas.

Banjir Rob Bayangin Warganya, Ini yang Dilakukan Pemkot Jakarta Utara.jpg

Berita Kawasan

Banjir Rob Bayangin Warganya, Ini yang Dilakukan Pemkot Jakarta Utara

07 December 2021, 17:35

Dari mulai pompa hingga mengerahkan petugas untuk membersihkan sampah yang diakibatkan banjir rob menjadi bagian upaya Pemkot Jakarta Utara untuk tangani situasi ini.

Sabun Nature DK Sabun Mandi Pas Untuk Kulit Dengan Bahan Alami

Bisnis

Sabun Nature DK Sabun Mandi Pas Untuk Kulit Dengan Bahan Alami

07 December 2021, 17:05

Sabun Nature DK bisa dipakai untuk wajah dan tubuh. Fungsinya menutrisi dan membersihkan kulit kita jadi lebih mulus sehat dan wangi.

padepokan talangOK4.jpg

Pendidikan

Lama Mangkrak, Padepokan Silat Gunung Talang akan Dibangun Kembali

07 December 2021, 16:34

“Harapannya tahun depan terealisasi, dan lahan aset Pemkot Semarang ini bisa dimanfaatkan untuk sarana latihan para atlet, khususnya olahraga silat untuk mengasah kemampuan, sehingga berprestasi di ajang event olahraga.”


Comments


Please Login to leave a comment.