Program Keluarga Asuh Bantu Warga pada Masa Pandemi di Kota Bogor

Berita Kawasan

Program Keluarga Asuh Bantu Warga pada Masa Pandemi di Kota Bogor

Berangkat dari kekhawatiran dan keprihatinan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terhadap warga yang belum masuk di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) maupun Non-DTKS, Pemkot Bogor segera meluncurkan program terbaru, yaitu Keluarga Asuh Kota Bogor. Program ini dirancang dengan harapan, Pemkot Bogor mampu membuka ruang bagi warga yang ingin memberikan bantuan.

Melalui program ini, Pemkot Bogor membuka ruang bagi warga yang ingin mengajukan bantuan dengan Sistem Kolaborasi dan Partisipasi Rakyat (Salur) yang bisa diakses di salur.kotabogor.go.id. Wali Kota Bogor Bima Arya menyebutkan, program Keluarga Asuh ini sejalan dengan visi Kota Bogor sebagai Kota Keluarga.

[Baca Juga: RSUD Kota Bogor Sudah Layani Pasien Non-COVID-19]

Program ini akan fokus pada donasi dari warga, perusahaan atau non-APBD. Rencanannya, satu keluarga pemberi bantuan akan menopang satu keluarga penerima bantuan dengan jumlah dana Rp1 juta untuk dua bulan.

"Pemberi bantuan bisa memilih sendiri keluarga mana yang akan diberi bantuan lewat Salur," ujar Bima di sela Rapat Persiapan Program Keluarga Asuh, di Paseban Punta, Balai Kota Bogor.

Program Keluarga Asuh Bantu Warga pada Masa Pandemi di Kota Bogor

Melansir kotabogor.go.id (14/5/2020), Bima menuturkan, warga yang ingin mengajukan bantuan Keluarga Asuh bisa mendaftar di Salur. Seluruh pengajuan yang masuk akan lebih dulu dilakukan verifikasi tim Kecamatan dengan unsur PKK, Kasi Kemasyarakatan dan TKSK serta verifikasi tim kelurahan dengan tiga unsur ditambah PLKB dari Dalduk KB. Verifikasi ini untuk memastikan warga memenuhi kriteria yang sudah ditentukan.

[Baca Juga: Distribusi Bantuan Rp500.000 Pemkot Bogor Kerja Sama dengan Pos]

"Kriteria yang bisa menerima bantuan sebut saja KTP Kota Bogor, tidak termasuk penerima bantuan, tidak mempunyai penghasilan tetap, tidak memiliki aset yang bisa dijual, pekerja yang dirumahkan, kelompok rentan, seperti lansia, disabilitas, daya listrik 450 watt, memiliki keluarga yang mempunyai penyakit kronis. Seluruh kriteria ini ada bobot nilainya. Bobot yang tinggi akan jadi prioritas serta harus menyertakan foto rumah," sebut Bima.

Ia juga menambahkan, program ini memang baru akan diluncurkan, namun sudah banyak donatur yang siap berdonasi dan sudah ada 500 ribu lebih warga Kota Bogor yang mengakses Salur. Bima melanjutkan, tidak mungkin jika bantuan hanya mengandalkan pemerintah pusat, Provinsi, dan Kota.

“Anggarannya tidak akan cukup karena APBD telah dialokasikan untuk membantu warga non-DTKS sebanyak 23 ribu KK,” pungkas Bima.


Read More

Artikel Lainnya

Konser Full Team Dewa 19 Siap Digelar di Solo.jpg

Hobi dan Hiburan

Konser Full Team Dewa 19 Siap Digelar di Solo

23 September 2022, 15:57

Setelah sukses digelar di Candi Prambanan, konser Dewa 19 yang menghadirkan full team akan kembali manggung bersama dan kali ini digelar di wilayah Solo.

Perkuat Kehadirannya di Jawa Timur, Amartha Kolaborasi dengan BPR Jatim.jpg

Bisnis

Perkuat Kehadirannya di Jawa Timur, Amartha Kolaborasi dengan BPR Jatim

23 September 2022, 13:56

Baru-baru ini Amartha dan BPR Jatim resmi berkolaborasi dalam upaya menyalurkan Rp250 miliar untuk membantu pengembangan bisnis perempuan pengusaha mikro di wilayah Jawa Timur serta Jawa Tengah.

Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIVAIDS.jpg

Kesehatan

Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIV/AIDS

23 September 2022, 11:54

Setelah bulan lalu sempat ramai pembahasan kabar ribuan orang di Kota Bandung yang menderita HIV/AIDS, pakar Universitas Padjadjaran memberikan masukan terkait metode pencegahannya, khususnya di wilayah kampus.

Konsistensi Bambang Suprapto dalam Berkarya Melalui Solo Exhibition Uncertainty

Hobi dan Hiburan

Konsistensi Bambang Suprapto dalam Berkarya Melalui Solo Exhibition ‘Uncertainty’

22 September 2022, 18:20

Seniman muda Kota Malang, Bambang Suprapto, menggelar pameran tunggal yang bertajuk ‘Uncertainty’ di Kedai Lantjar Djaya, Kota Malang.


Comments


Please Login to leave a comment.