DUREN-SAWIT_KESEHATAN_PROGRAM-KESEHATAN-JIWA-DI-PUSKESMAS-CAKUNG-JAKARTA-TIMUR_OCI_REVISI_1100-px-X-600-px.jpg

Kesehatan

Program Kesehatan Jiwa di Puskesmas Cakung Jakarta Timur

Orang yang berobat ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) tidak selamanya menderita gangguan jiwa. Sebab dalam gangguan jiwa ada beberapa fase yang perlu diketahui masyarakat. Puskesmas sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) memiliki peran besar dalam melakukan penapisan atau deteksi dini terhadap pasien ganggun jiwa sebelum dirujuk ke RSJ. Oleh sebab itu beberapa Puskesmas, termasuk Puskesmas Cakung Jakarta Timur memiliki Program Kesehatan Jiwa.

Kesehatan jiwa bukan hanya tugas satu instansi saja melainkan tugas bersama. Upaya promotif dan preventif untuk menangani kasus-kasus yang menyangkut masalah kejiwaan, misalnya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kekerasan pada anak (child abuse), bunuh diri, perlu dilakukan secara intensif oleh berbagai sektor. Demikian kata Anggota Komisi IX DPR-RI dr. Nova Riyanti Yusuf, Sp.KJ seperti dikutip dari www.depkes.go.id.

Dokter Nova menambahkan, upaya serupa juga diperlukan untuk menangani dampak buruk alkohol dan NAPZA, psikososial akibat bencana, kekerasan pada pekerja migran, dan lain-lain. “Masalah kesehatan jiwa memang tidak secara langsung menyebabkan kematian tetapi sangat berpengaruh pada kemampuan seseorang,” ujar dokter spesialis kesehatan jiwa ini.

Prevalensi Gangguan jiwa dan perilaku menurut The World Health Report 2001 dialami kira-kira 25 persen dari seluruh penduduk pada suatu masa dari hidupnya. Sekitar 30 persen dari seluruh penderita yang dilayani dokter di pelayanan kesehatan primer (Puskesmas) adalah penderita yang mengalami masalah kesehatan jiwa.

Sementara berdasarkan data dari situs Ikatan Dokter Indonesia (IDI), satu dari empat orang dewasa akan mengalami masalah kesehatan jiwa pada satu waktu dalam hidupnya. Bahkan, setiap 40 detik di suatu tempat di dunia ada seseorang yang meninggal karena bunuh diri (WFMH, 2016). Data WHO (2016) menunjukkan, terdapat sekitar 35 juta orang terkena depresi, 60 juta orang terkena bipolar, 21 juta terkena skizofrenia, serta 47,5 juta terkena demensia.

[Baca Juga : Kegawatdaruratan Psikiatri di Rumah Sakit Duren Sawit]

Di Indonesia, Data Riskesdas 2013 menunjukkan prevalensi ganggunan mental emosional yang ditandai dengan gejala-gejala depresi dan kecemasan untuk usia 15 tahun ke atas mencapai sekitar 14 juta orang atau 6 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Sedangkan prevalensi gangguan jiwa berat, seperti skizofrenia mencapai sekitar 400.000 orang atau sebanyak 1,7 per 1.000 penduduk. Demikian dikutip dari situs www.depkes.go.id (20/8/2018).

Layanan Puskesmas

Masih dari sumber yang sama, ada tujuh alasan perlunya mengintegrasikan pelayanan kesehatan jiwa pada pelayanan primer, yaitu

  1. Beban biaya dan psikis pada keluarga atas gangguan kesehatan jiwa sangat besar.
  2. Masalah kesehatan jiwa dan masalah kesehatan fisik saling terkait satu sama lain, tidak bisa dipisahkan.
  3. Kesenjangan ketersediaan perawat untuk gangguan jiwa sangat besar.
  4. Pelayanan kesehatan primer untuk kesehatan jiwa dapat meningkatkan aksesibilitas.
  5. Pelayanan kesehatan jiwa yang dilaksanakan pada pelayanan kesehatan tingkat primer dapat meminimalisasi timbulnya stigma dan diskriminasi terhadap masalah gangguan jiwa.
  6. Pelayanan kesehatan primer untuk kesehatan jiwa yang dilakukan di Puskesmas jauh lebih murah daripada biaya pelayanan di Rumah Sakit Jiwa/Rumah Sakit Umum.
  7. Mayoritas individu dengan gangguan kesehatan jiwa yang dirawat pada layanan dasar menunjukkan hasil yang baik.

Direktur Bina Kesehatan Jiwa dr. H.M. Aminullah dalam laporannya yang dimuat di situs Kementerian Kesehatan menyatakan, pelayanan kesehatan jiwa di pelayanan primer dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan pelayanan kesehatan jiwa sehingga dapat segera tertangani. Beberapa Puskesmas di Indonesia telah berhasil menyelenggarakan pelayanan Keswa dan menjadikannya sebagai program prioritas.

[Baca Juga : Puskesmas Kebon Jeruk Jakarta Prioritaskan Layanan Lansia]

Untuk mempermudah akses pelayanan gangguan jiwa, program kesehatan jiwa harus menjadi pelayanan primer Puskesmas dan bukan hanya menjadi program pilihan dan pengembangan. Alasannya, kesehatan jiwa adalah bagian integral aspek kesehatan dan kesejahteraan. Dengan menjadi primer, pelayanan kesehatan jiwa menjadi optimal. Apalagi kini makin banyak tenaga medis, dokter dan perawat umum Puskesmas yang dapat menangani gangguan jiwa.

Puskesmas Kecamatan Cakung Jakarta Timur yang beralamat di Jalan Raya Bekasi Km 18, memiliki Poli Kesehatan Jiwa dan Konsultasi Remaja (Semi Spesialis) yang melayani pasien dengan keluhan gangguan jiwa, serta konsultasi seputar masalah remaja. Pelayanan setiap hari Selasa atau dengan perjanjian sebelumnya. Layanan tersebut menjadi bagian dari Program Kesehatan Jiwa demi mendukung program pemerintah dalam memberikan layanan kesehatan jiwa di FKTP.


Read More

Artikel Lainnya

Konser Full Team Dewa 19 Siap Digelar di Solo.jpg

Hobi dan Hiburan

Konser Full Team Dewa 19 Siap Digelar di Solo

23 September 2022, 15:57

Setelah sukses digelar di Candi Prambanan, konser Dewa 19 yang menghadirkan full team akan kembali manggung bersama dan kali ini digelar di wilayah Solo.

Perkuat Kehadirannya di Jawa Timur, Amartha Kolaborasi dengan BPR Jatim.jpg

Bisnis

Perkuat Kehadirannya di Jawa Timur, Amartha Kolaborasi dengan BPR Jatim

23 September 2022, 13:56

Baru-baru ini Amartha dan BPR Jatim resmi berkolaborasi dalam upaya menyalurkan Rp250 miliar untuk membantu pengembangan bisnis perempuan pengusaha mikro di wilayah Jawa Timur serta Jawa Tengah.

Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIVAIDS.jpg

Kesehatan

Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIV/AIDS

23 September 2022, 11:54

Setelah bulan lalu sempat ramai pembahasan kabar ribuan orang di Kota Bandung yang menderita HIV/AIDS, pakar Universitas Padjadjaran memberikan masukan terkait metode pencegahannya, khususnya di wilayah kampus.

Konsistensi Bambang Suprapto dalam Berkarya Melalui Solo Exhibition Uncertainty

Hobi dan Hiburan

Konsistensi Bambang Suprapto dalam Berkarya Melalui Solo Exhibition ‘Uncertainty’

22 September 2022, 18:20

Seniman muda Kota Malang, Bambang Suprapto, menggelar pameran tunggal yang bertajuk ‘Uncertainty’ di Kedai Lantjar Djaya, Kota Malang.


Comments


Please Login to leave a comment.