Tengok Kasus Negara Lain, 5 Tempat Ini Risiko Tinggi Penularan COVID-19

Kesehatan

PSBB Transisi, Apakah Aktivitas Bernyanyi Perlu Diperhatikan?

Memasuki masa PSBB transisi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengumumkan pembukaan rumah ibadah secara bertahap mulai 5 Juni 2020. Gubernur DKI Jakarta mengatakan seluruh rumah ibadah dapat kembali dibuka untuk kegiatan rutin, dengan catatan menerapkan protokol kesehatan.

“Mulai 5 Juni, kegiatan beribadah sudah bisa mulai dilakukan. Jadi masjid, musala, kemudian gereja, vihara, pura, kemudian kelenteng, semua sudah mulai bisa membuka, tapi hanya untuk kegiatan rutin. Mulainya besok. Dan harus mengikuti prinsip-prinsip protokol kesehatan," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam dalam konferensi pers, Kamis (4/6/2020), mengutip detik.com (5/6/2020).

Namun, menengok kasus di negara lain, aktivitas seperti bernyanyi yang dilakukan dalam satu ruangan oleh banyak orang menimbulkan penularan Virus Corona baru atau SARS-CoV-2. Ini dapat menjadi perhatian bagi pemerintah dan masyarakat terhadap bagaimana pelaksanaan ibadah di gereja yang menerapkan aktivitas bernyanyi.

Contoh yang terjadi di Amsterdam, Belanda pada 8 Maret 2020 lalu, tim paduan suara The Amsterdam Mixed Choir menggelar penampilan di sebuah gedung konser. Beberapa hari kemudian, 102 dari 130 jatuh sakit, menunjukkan gejala COVID-19. Konduktor tim tersebut, bernama Paul Valk pun disebut mengalami gelaja yang parah. Hal ini diberitakan The Guardian pada 17 Mei 2020 lalu.

PSBB Transisi, Apakah Aktivitas Bernyanyi Perlu Diperhatikan?

Kejadian serupa terjadi di Berlin. Sebanyak 50 anggota The Berlin Cathedral Choir positif terjangkit COVID-19 setelah latihan paduan suara di bulan Maret 2020. Di Inggris, beberapa anggota The Voice of Yorkshire Choir juga dinyatakan positif COVID-19 setelah melakukan latihan bersama pada awal tahun ini.

Tak hanya itu, mengutip Los Angeles Times (5/6/2020), sebanyak 45 dari 60 anggota tim paduan suara di Washington DC menderita COVID-19 setelah melakukan latihan pada 10 Maret di Gereja Mount Vernon Presbyterian.

Terdapat ilmuwan yang setuju bahwa menyanyi dapat menyebarkan droplet atau percikan air liur sehingga menjadi penyebab tersebarnya Virus Corona baru (SARS-CoV-2). Di samping itu, ada pula ilmuwan yang tidak setuju.

Profesor Christian Kahler, pakar mekanika fluida dari Military Univesity, Munich adalah salah satu ahli yang tidak setuju. “Saya telah mempelajari selama beberapa dekade tentang droplet dan aerosol dan saya sangat meragukan para penyanyi tersebut menyebarkan virus. Jadi, saya memutuskan untuk mengukur seberapa kuat aliran udara (yang keluar) dari mereka,” kata Kahler.

Kahler mengatakan, virus kemungkinan menyebar di antara tim paduan suara karena mereka tidak menjaga jarak fisik sebelum dan setelah latihan atau penampilan. “Para anggota tim mengalami hal ini pada awal pandemi COVID-19 ini muncul, sebelum diterapkannnya lockdown, dan sebelum kita menyadari pentingnya jaga jarak fisik. Tim paduan suara itu kemungkinan berpelukan, berbagi minuman ketika istirahat, dan berbincang berdekatan. Kebiasaan inilah yang menjadi penyebabnya, saya yakin,” lanjut Kahler.

Namun, dalam Los Angeles Times (5/6/2020), para anggota tim paduan suara di Washington, Amerika Serikat diberitakan memerhatikan jarak fisik ketika bernyanyi. Mereka tidak bersalaman satu sama lain, bahkan yang sedang sakit tidak diperbolehkan datang. Virus diketahui bersumber dari satu anggota yang positif COVID-19, tetapi tidak menunjukkan gejala.

[Baca Juga: Ahli Jelaskan Jumlah Droplet yang Dihasilkan dari 4 Aktivitas Ini]

Meski dilakukan jaga jarak fisik, Profesor Erin Bromage, pakar biologi di University of Massachusetts Darmouth, Amerika Serikat menjelaskan, bernyanyi dapat mengeluarkan droplet yang lebih banyak dibandingkan berbicara. Selama dua setengah jam tim paduan suara melakukan latihan, droplet yang mengandung virus menyebar di seluruh ruangan dan menginfeksi orang lain.

Hal senada diungkapkan oleh Jamie Lloyd-Smith, seorang peneliti penyakit menular di University College Los Angeles, Amerika Serikat. Menurutnya, penyanyi yang terinfeksi COVID-19 lebih dulu dapat menyebarkan partikel virus kepada orang lan di sekitarnya. “Dapat dibayangkan suara Anda dapat menghasilkan lebih banyak droplet dan aerosol,” kata Smith.

“Dengan tiga perempat anggota paduan suara (yang terjadi di Washington) terinfeksi Virus Corona baru, wabah itu akan dianggap sebagai super-spreading event,” lanjut Smith.

[Baca Juga: Tengok Kasus Negara Lain, 5 Tempat Ini Risiko Tinggi Penularan COVID-19]

Bromage lebih lanjut menjelaskan dalam laman web miliknya bahwa droplet juga bisa dihasilkan melalui aktivitas bernapas dan berbicara. Bromage mengacu pada penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2018 bila dalam satu menit bernapas, virus yang dihasilkan oleh seseorang yang terinfeksi bisa mencapai 20 partikel.

“Kita belum memiliki jumlah SARS-CoV-2 yang dihasilkan dalam satu kali napas, tetapi kita dapat menggunakan kasus influenza sebagai panduan. Studi mengungkapkan seseorang yang terinfeksi influenza menghasilkan 33 virus per menit melalui bernapas. Tetapi, saya menggunakan angka 20 (virus yang dihasilkan) sebagai angka matematis yang sederhana,” jelas Bromage.

Sedangkan, saat berbicara selama satu menit, kata Bromage, seseorang dapat menghasilkan 200 partikel virus.

Penularan virus juga didukung dengan kondisi ruangan yang tidak memiliki sistem sirkulasi udara yang baik. Mengutip informasi yang dimuat Vox (5/6/2020), ruangan tertutup berisiko tinggi menjadi tempat penularan SARS-CoV-2. Disarankan untuk tidak berkumpul di ruangan tertutup sebisa mungkin.


Read More

Artikel Lainnya

Unik! Brand Ini Hadirkan Produk Sepatu dari Ceker Ayam.jpg

Kecantikan dan Fashion

Unik! Brand Ini Hadirkan Produk Sepatu dari Ceker Ayam

03 October 2022, 17:32

Alih-alih menggunakan kulit sapi, kambing, atau reptil, salah satu brand di Kota Bandung menggunakan ceker ayam sebagai bahan baku produk sepatunya.

Melalui Buku Ini, Masyarakat Diajak Sajikan dan Lestarikan Kuliner Asli Betawi.jpg

Kuliner

Lestarikan Kuliner Asli Betawi Melalui Buku

03 October 2022, 14:30

Belum lama ini Yayasan Nusa Gastronomi Indonesia, istri Gubernur DKI Jakarta dan istri mantan Sekda DKI Jakarta berkolaborasi guna menghasilkan buku yang mengulas resep tradisional khas Betawi.

3 Startup Naungan East Ventures Ini Dukung Ekosistem Kopi Tanah Air.jpg

Bisnis

3 Startup Naungan East Ventures Ini Dukung Ekosistem Kopi Tanah Air

03 October 2022, 11:28

East Ventures setidaknya telah mendanai tiga perusahaan startup yang mendukung perkembangan ekosistem kopi di Tanah Air.

Semarakan 2022 PMPL SEA Championship, realme Gelar Esports Week.jpg

Bisnis

Semarak 2022 PMPL SEA Championship, realme Gelar Esports Week

30 September 2022, 15:45

Untuk merayakan pertandingam 2022 PMPL SEA Championship, realme memutuskan menghadirkan promo lucky draw bertajuk realme Esports Week.


Comments


Please Login to leave a comment.