KEMAYORAN_KAWASAN_PUISI KEMERDEKAAN MENGGEMA DI GEDUNG FILATELI JAKARTA_OCI_REVISI 01-01.jpg

Berita Kawasan

Puisi Kemerdekaan Menggema di Gedung Filateli Jakarta

Apa itu kemerdekaan? Apakah bangsa Indonesia sudah merdeka? Dalam puisi kemerdekaan yang dibawakan pada acara komunitas Unmasked Poetry Open Mic, 18 Agustus 2018, banyak yang masih harus diperjuangkan menuju kemerdekaan. Bertempat di Gedung Filateli Jakarta di seberang Pasar Baroe, terlihat semangat untuk bangkit dan melawan penjajahan, represi, serta perlawanan atas ketidakadilan bergema dari anggota komunitas pencinta puisi ini.

Acara yang berlangsung di Cocowork yang menempati Gedung Filateli, Jalan Pos, Jakarta Pusat ini menampilkan Andhyta F. Utami, Ros Aruna, Bintang Adamas, dan Kraie sebagai pembaca puisi, serta penampilan musik dari Junior Soemantri. Selain itu ada pula 15 penyair yang kerap tampil di acara-acara Unmasked yang ikut membacakan puisi-puisi bertemakan kemerdekaan mereka.

Ada yang berbicara tentang kemampuan berkomunikasi bilingual yang kerap dikritik dan menjadi tanda kurangnya nasionalisme jika mencampur bahasa Indonesia dan Inggris. Ada yang mengkritik tentang pemilu, pesta demokrasi yang hanya menguntungkan politisi dan pengusaha yang memodali. Ada yang berbicara tentang represi negara pada perempuan dan golongan minoritas gender lain. Meskipun banyak kritik dan pesimisme dalam puisi yang dibacakan, tapi semua berangkat dari cinta akan Indonesia yang mendalam.

[Baca Juga : Post Santa, Komunitas Pecinta Buku di Pasar Santa]

Seni berpuisi mulai banyak diminati. Sejak adanya dua film Ada Apa Dengan Cinta? Banyak anak muda yang ingin seperti Rangga. Penulis pun ingin menjadi Aan Masyur dengan buku Tidak Ada Newyork Hari Ini yang menjadi buku puisi best seller yang terjual 50.000 eksemplar dalam dua bulan, atau penyair Sapardi Djoko Damono yang buku Hujan Bulan Juni-nya diangkat ke layar lebar. Kemudian bermunculan komunitas puisi. Selain Unmasked, di Jakarta ada Malam Puisi Jakarta dan Pavilliun Puisi.

Tidak Terbatas Bahasa

Mengambil tradisi slam poetry dari Amerika Serikat yang sudah berkembang pada tahun 1987, open mic poetry yang diadakan Unmasked banyak menampilkan puisi-puisi dalam bahasa Inggris. Puisi Indonesia menjadi semakin kaya karena tidak lagi terkekang dalam batasan bahasa.

Umasked digawangi Ayu Meutia, Putri Minangsari, Pangeran Siahaan, Abdul Qowi Bastian, dan Uphie Abdurrahman. Mereka rutin mengadakan acara pembacaan puisi atau open mic untuk umum setahun tiga kali. Di luar itu, biasanya ada juga pembacaan puisi yang acaranya diselenggarakan bersama komunitas atau lembaga lain.

Menurut Ayu, seperti dikutip dari rappler.com, slam poetry adalah salah satu wadah kepenulisan kreatif tentang masalah sosial yang menyangkut rasisme, kemiskinan, kesetaraan gender, dan masih banyak lagi. Tidak heran slam poetry sering disamakan dengan gaya musik rap dan hip-hop. Karena syairnya mengungkap perubahan-perubahan yang terjadi di dalam masyarakat. Semangat ini pula yang terasa dalam acara-acara Umasked.

[Baca Juga : Cara Posindo Manfaatkan Aset untuk Coworking Space Jakarta]

Konsep Unmasked Open Mic berangkat dari sebuah obrolan singkat antara Ayu dan Putri di sebuah kedai kopi. Karena kami ingin menciptakan sebuah acara puisi di mana semua orang bisa membaur dan berekspresi. Kami juga menarik Pangeran sebagai pembawa acara awal. Namun dia kemudian “terseret” begini jauh ke acara-acara berikutnya sebagai penyelenggara. “Unmasked sendiri berarti tanpa topeng, oleh karena itu panggung puisi bisa kita artikan sebagai zona aman, tempat melepas topeng, tanpa menyisakan ketakutan,” ujar Ayu yang di hari itu ikut membacakan satu puisi kemerdekaan.

Read More

Artikel Lainnya

Kampung Kepo Dukung Wanita Lebih Peduli dengan Kanker Serviks

Kesehatan

Kampung Kepo Dukung Wanita Lebih Peduli dengan Kanker Serviks

18 August 2019, 20:00  |  7 Views

Untuk meningkatkan kepedulian serta mendorong wanita untuk melakukan deteksi dini kanker, Kampung Kepo diresmikan.

Ampas Kopi Ternyata Punya Manfaat Istimewa

Properti dan Solusi

Ampas Kopi Ternyata Punya Manfaat Istimewa

18 August 2019, 19:00  |  9 Views

Biasanya ampas kopi selalu berakhir di tempat sampah, namun ternyata endapan hasil akhir dari minuman lezat ini masih dapat Anda manfaatkan.

Bayar Ongkos Kirim Barang di Gerai JNE Kini Bisa Pakai GoPay

Bisnis

Bayar Ongkos Kirim Barang di Gerai JNE Kini Bisa Pakai GoPay

18 August 2019, 18:00  |  8 Views

GoPay menjadi uang elektronik pertama yang dapat menjadi opsi pembayaran biaya kirim barang melalui JNE. Kirim barang pun jadi lebih praktis.

Kader JKN Dekatkan BPJS Kesehatan untuk Pelayanan Masyarakat

Kesehatan

Kader JKN Dekatkan BPJS Kesehatan untuk Pelayanan Masyarakat

18 August 2019, 17:00  |  6 Views

Kader JKN berperan aktif menyukseskan Program JKN-KIS. Selain itu, berbagi informasi dan membawa manfaat kepada masyarakat.


Comments


Please Login to leave a comment.