Depok-Kesehatan-Puskesmas Limo Lakukan Survei-Rachli-2.jpg

Kesehatan

Puskesmas Limo Lakukan Survei Mawas Diri

Pusat Kesehatan Masyarakat atau yang dikenal dengan sebutan Puskesmas adalah Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang bertanggung jawab atas kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya pada satu atau bagian wilayah kecamatan.

Dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat dinyatakan, Puskesmas berfungsi menyelenggarakan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP).

Puskesmas merupakan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) dinas kesehatan kabupaten atau kota, sehingga dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, akan mengacu pada kebijakan pembangunan kesehatan Pemerintah Daerah Kabupaten atau Kota bersangkutan, yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Lima Tahunan dinas kesehatan kabupaten atau kota.

[Baca Juga: Puskesmas di Kecamatan Kota Depok Ini Adakan Penyuluhan AIDS]

Berdasarkan hal tersebut, Kepala UPT Puskesmas Limo Elin Herlina langsung bergerak cepat untuk memaksimalkan sejumlah program. Salah satunya dengan melakukan Survei Mawas Diri (SMD) terkait kondisi kesehatan masyarakat Kecamatan Limo, Kota Depok.

“Sejumlah kegiatan memang harus segera dilaksanakan. Januari 2019 ini kami akan melakukan SMD untuk persiapan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD), untuk diusulkan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) maupun Forum Perangkat Daerah,” kata Elin mengutip depok.go.id (14/1/2019).

Puskesmas Kecamatan Limo

Survei Mawas Diri adalah kegiatan untuk mengenali keadaan dan masalah yang dihadapi masyarakat, serta potensi yang dimiliki masyarakat untuk mengatasi masalah tersebut. Potensi yang dimiliki antara lain ketersediaan sumber daya, serta peluang-peluang yang dapat dimobilisasi.

Hal itu penting untuk diidentifikasi masyarakat, agar selanjutnya masyarakat dapat digerakan untuk berperan serta aktif memperkuat upaya-upaya perbaikan sesuai batas kewenangannya. Tahapannya dimulai dari pengumpulan data primer dan data sekunder, pengolahan dan penyajian data masalah dan potensi yang ada dan membangun kesepakatan bersama masyarakat dan kepala desa atau kelurahan, untuk bersama-sama mengatasi masalah kesehatan di masyarakat.

[Baca Juga: Berburu Belimbing untuk Hipertensi di Depok Baru]

Pada prosesnya, masyarakat diminta mengajukan permasalahan kesehatan yang mereka rasakan. “Jadi mereka sendiri yang mengajukan hal-hal apa saja yang dibutuhkan, serta solusi apa yang mereka inginkan kepada layanan kesehatan. Hasil dari SMD menjadi dasar Puskesmas menyusun pemecahan masalah kesehatan,” tutur Elin.

Elin menambahkan, dengan Survei Mawas Diri program-program dapat disusun secara baik. Tentunya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, baik program internal Puskesmas seperti pengembangan pelayanan serta program eksternal seperti program penyuluhan.

“Serta deteksi penyakit menular dapat tersusun dengan baik sesuai dengan skala prioritas untuk dilakukan pada 2020 dan 2021,” ucap Elin.

Read More

Artikel Lainnya

Aman di Masa Pandemi, Terminal Jatijajar Sudah Terapkan Tiket Elektronik .jpg

Berita Kawasan

Aman di Masa Pandemi, Terminal Jatijajar Sudah Terapkan Tiket Elektronik

29 September 2020, 16:08

Salah satu inovasi yang diterapkan di Terminal Jatijajar di masa pandemi seperti sekarang adalah pemberlakukan sistem e-ticketing.

Musim Hujan, Wali Kota Tangerang Persiapkan Langkah Antisipasi Banjir.jpg

Berita Kawasan

Musim Hujan, Wali Kota Tangerang Persiapkan Langkah Antisipasi Banjir

29 September 2020, 15:03

Wali Kota Tangerang memastikan pihaknya sudah mempersiapkan skenario antisipasi terhadap potensi terjadinya banjir akibat musim hujan.

Pemkot Semarang Kejar Target Zona Hijau COVID-19 pada Desember.jpg

Berita Kawasan

Pemkot Semarang Kejar Target Zona Hijau COVID-19 pada Desember

29 September 2020, 14:02

Pemkot Tangerang saat ini tengah bekerja keras untuk mengubah status wilayahnya dari zona orange menjadi zona hijau COVID-19.

Pedagangnya Positif COVID-19, Pasar Ciplak Ditutup Sampai 30 September .jpg

Berita Kawasan

Pedagangnya Positif COVID-19, Pasar Ciplak Ditutup Sampai 30 September

29 September 2020, 13:01

Pasar Ciplak di wilayah Jakarta Selatan disebut ditutup pada pekan ini usai ada pedagang yang positif COVID-19.


Comments


Please Login to leave a comment.