PIK_KESEHATAN_PUSKESMAS NAIK KELAS DAN KLASIFIKASI RUMAH SAKIT_OCI_1100 px X 600 px-01.jpg

Kesehatan

Puskesmas Naik Kelas dan Klasifikasi Rumah Sakit

Ada delapan Rumah Sakit Umum (RSU) Tipe D yang telah beroperasi di Jakarta Barat. Awalnya yang beroperasi RSU Tipe D Kecamatan Kalideres dan RSU Tipe D Kecamatan Kembangan. Kedua RSU Tipe D tersebut tadinya merupakan Puskesmas tingkat Kecamatan. Keenam Puskesmas lainnya yang dialihfungsikan menjadi RSU Tipe D yaitu Puskesmas Kecamatan Cengkareng, Tambora, Tamansari, Palmerah, Kebon Jeruk dan Grogol Petamburan. Klasifikasi Rumah Sakit pun menjadi RSU Tipe D.

Program ini bertujuan untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan layanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya warga Jakarta Barat. Dengan adanya RSU Tipe D ini diperlukan untuk penanganan pasien penyakit ringan agar tidak terjadi penumpukan pasien di RSUD Cengkareng.

Akibat Puskesmas naik kelas itu, warga Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, kini tidak perlu lagi bingung mencari pelayanan kesehatan yang lebih layak dan dekat dengan tempat tinggal mereka. Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengoperasikan Rumah Sakit Umum (RSU) Kecamatan Tamansari, di Jalan Madu, Kelurahan Mangga Besar, Jakarta Barat untuk memberikan layanan kesehatan optimal.

[Baca Juga : Layanan Kesehatan Khusus Lansia di Bogor]

RSU berlantai enam ini awalnya adalah Puskesmas Kecamatan Tamansari. Perubahan menjadi RSU tipe D ini bertujuan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat setempat. Cara ini membuat masyarakat mendapatkan pelayanan rumah sakit yang dekat dengan tempat tinggalnya. Misalnya jika ada masyarakat yang keluarganya diopname jadi tidak perlu menghabiskan ongkos yang besar. RSU dekat dari rumah, sementara rumah sakit yang lebih besar jaraknya cukup lumayan. RSU di wilayah kecamatan juga untuk membantu mengatasi kemacetan. Warga yang ingin memperoleh layanan kesehatan tidak perlu keluar wilayah kecamatan.

Kenali Tipe RS

Penting bagi pasien BPJS /JKN untuk mengenal Tipe Rumah sakit. Kelas rumah sakit di Indonesia seperti dikutip dari pasienbpjs.com, Senin (17/9/2018), dibagi menjadi lima yaitu kelas A, B, C, D dan E, perbedaan kelima kelas tersebut terletak pada fasilitas dan penunjang medis. Inilah yang menyebabkan adanya perbedaan kelengkapan fasilitas dan pelayanan antara rumah sakit yang satu dengan rumah sakit lainnya ketika pasien BPJS harus di rawat inap.

Tipe rumah sakit ini diperkuat berdasarkan Permenkes RI Nomor 986/Menkes/Per/1 1/1992, meliputi pelayanan rumah sakit umum pemerintah Departemen Kesehatan dan Pemerintah Daerah yang diklasifikasikan menjadi kelas/tipe A,B,C,D dan E, perbedaannya sebagai berikut:

  • Rumah Sakit Tipe A

Rumah Sakit Kelas A adalah rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan kedokteran spesialis dan subspesialis luas oleh pemerintah, rumah sakit ini telah ditetapkan sebagai tempat pelayanan rujukan tertinggi atau rumah sakit pusat.

  • Rumah Sakit Tipe B

Rumah sakit Tipe B adalah rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan kedokteran medik spesialis luas dan subspesialis terbatas. Rumah sakit tipe B ini direncanakan akan didirikan di setiap ibukota propinsi yang dapat menampung pelayanan rujukan dari rumah sakit kabupaten.

  • Rumah Sakit Tipe C

Rumah Sakit Kelas C adalah rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan kedokteran subspesialis terbatas. Terdapat empat macam pelayanan spesialis disediakan yakni pelayanan penyakit dalam, pelayanan bedah, pelayanan kesehatan anak, serta pelayanan kebidanan dan kandungan. Rumah sakit kelas C ini adalah rumah sakit yang didirikan di Kota atau kabupaten-kapupaten sebagai faskes tingkat 2.

  • Rumah Sakit Kelas D

Rumah Sakit Kelas D adalah rumah Sakit ini bersifat transisi karena pada suatu saat akan ditingkatkan menjadi rumah sakit kelas C. Pada saat ini kemampuan rumah sakit tipe D hanyalah memberikan pelayanan kedokteran umum dan kedokteran gigi.

  • Rumah sakit Kelas E

Rumah Sakit Kelas E merupakan rumah sakit khusus (special hospital) yang menyelenggarakan hanya satu macam pelayanan kedokteran saja. Pada saat ini banyak tipe E yang didirikan pemerintah, misalnya rumah sakit jiwa, rumah sakit kusta, rumah sakit paru, rumah sakit jantung, dan rumah sakit ibu dan anak.

[Baca Juga : Kulit Cantik dan Sehat dengan Perawatan Darah Sendiri]

Itulah perbedaan klasifikasi rumah sakit Kelas B, B, C, D dan E yang dapat Anda pilih ketika berobat melalui fasilitas kesehatan tingkat 1 dan harus dirujuk ke fasilitas kesehatan dengan jenjang lebih tinggi yaitu fasilitas kesehatan tingkat 2 dan fasilitas kesehatan tingkat 3. Sedangkan khusus untuk pasien gawat darurat bisa langsung memilih masuk ke rumah sakit tipe apapun, baik itu A, B, C, D maupun E.

Read More

Artikel Lainnya

Sistem Kekebalan Penyintas COVID-19 Dapat Terus Meningkat dan Bertahan Lama

Kesehatan

Sistem Kekebalan Penyintas COVID-19 Dapat Terus Meningkat dan Bertahan Lama

23 January 2021, 20:08

Penemuan yang dipublikasikan di Nature ini, memberikan bukti terkuat bahwa sistem kekebalan tubuh dapat "mengingat" virus dan secara luar biasa terus meningkatkan kualitas antibodi.

Kenali Tipe Belajar Agar Anak Lebih Mudah Belajar di Rumah

Pendidikan

Kenali Tipe Belajar Agar Anak Lebih Mudah Belajar di Rumah

23 January 2021, 18:07

Gaya belajar pada dasarnya adalah kunci pengembangan dan kinerja diri. Gaya belajar membantu anak untuk dapat belajar secara efektif dan dapat memaksimalkan belajar.

Kelenteng Tertua di Bekasi Hok Lay Kiong Mulai Bersolek Sambut Imlek

Berita Kawasan

Kelenteng Tertua di Bekasi Hok Lay Kiong Mulai Bersolek Sambut Imlek

23 January 2021, 15:51

Sejumlah pedagang kebutuhan peribadatan penganut Konghucu pun sudah menggelar aneka hiasan dan kebutuhan untuk perayaan Imlek.

Bupati Malang Instruksikan Swab Massal untuk ASN

Kesehatan

Bupati Malang Instruksikan Swab Massal untuk ASN

22 January 2021, 18:09

Usai menjalani penetapan Bupati dan Wakil Bupati Malang terpilih, Sanusi menuturkan jika kebijakan swab massal ASN semata-mata untuk meminimalisir penyebaran COVID-19.


Comments


Please Login to leave a comment.