PONDOK INDAH-KESEHATAN-RADIASI PONSEL SEBABKAN KANKER OTAK-RACHLI-1100 px X 600 px-01.jpg

Kesehatan

Radiasi Ponsel Sebabkan Kanker Otak, Benarkah?

Ponsel kini sudah tidak bisa lepas dari genggaman setiap orang. Seiring dengan berjalannya waktu, ponsel kini juga dianggap bisa memicu penyakit kanker otak. Pasalnya, ponsel bekerja dengan sistem radiasi, atau lebih tepatnya gelombang radio. Begitu pula dengan dengan microwave, pemancar radio,Wi-fi, dan peralatan elektronik lainnya.

Menurut National Cancer Institute, mengutip Detikinet.com, berbeda dengan sinar X-ray yang memancarkan ionizing radiation yang bisa menyebabkan kanker. Ponsel memancarkan non-ionizing radiation, dan sampai sekarang penelitiannya tidak menemukan bukti yang konsisten bahwa paparan sinyal ponsel menyebabkan kanker.

Ada kemungkinan panas yang dihasilkan saat bertelepon menggunakan ponsel menyebabkan radiasi panas seperti gelombang yang dihasilkan microwave untuk memanaskan makanan, dan ditakutkan mengganggu otak atau menyebabkan kanker otak. Tetapi penelitian juga belum menemukan bukti ini secara nyata.

Waspada Radiasi Ponsel

Akan tetapi, ada beberapa alasan utama mengapa orang khawatir bahwa ponsel bisa menyebabkan kanker seperti dikutip dari Hallosehat.com, yakni ponsel memancarkan energi radio frekuensi yang merupakan bentuk radiasi non-pengion, dan jaringan tubuh terdekat bisa menyerap energi ini. Lalu, jumlah pengguna ponsel meningkat dengan sangat cepat. Secara global, jumlah penggunanya diperkirakan oleh International Telecommunications Union mencapai 5 miliar.

Peningkatan Penguna Ponsel

Selain itu pula, dari hari ke hari, jangka waktu setiap telepon dan jumlah frekuensi orang menggunakan ponsel semakin meningkat. Ada lebih dari 420.000 pengguna ponsel dalam jangka 20 tahun.

Namun, beberapa negara seperti Amerika, Eropa, India, dan lain-lain, mengatur besaran SAR, Specific Absorbtion Rate maksimum yang boleh dihasilkan smartphone saat digunakan, misalnya standar Amerika, SAR harus dibawah 1.6 Watt/KG, untuk lebih menjamin kesehatan tubuh manusia dari paparan radiasi gelombang radio ponsel.

[Baca Juga: Tidak Hanya Menghibur, Mobile Games Berikut Ini Juga Bisa Asah Otak]

Badan PBB WHO (World Health Organization) pada tahun 2011 pernah mengeluarkan keterangn pers tentang kemungkinan sinyal ponsel menyebabkan kanker, tetapi baru berdasarkan studi terbatas dan belum bisa dikatakan sebagai kepastian apakah penyebab kanker ini adalah paparan radiasi ponsel, atau ada sebab lain.

Menurut Chief Medical Officer dari American Cancer Society, Otis Brawley, seperti dinukil Kumparan.com dari The Verge, saat ini memang belum ada bukti kuat mengenai adanya pengaruh penggunaan ponsel terhadap kanker otak.

"Bukti adanya hubungan antara ponsel dengan kanker masih lemah, dan sejauh ini, kami belum melihat risiko kanker yang lebih besar ditimbulkannya pada manusia. Saya sekarang juga sedang memegang ponsel di telinga," ujarnya.

Dengan begitu, belum ada bukti empiris yang menyatakan hingga saat ini radiasi sinyal ponsel menyebabkan kanker.

Meskipun begitu, penyakit kanker otak perlu diwaspadai. Dokter bisa mencurigai pasien menderita kanker otak berdasarkan gejala dan pemeriksaan fisik, terutama sistem saraf. Setelah pemeiksaan fisik dilakukan, dilanjutkan dengan pemeriksaan penunjang untuk memastikan adanya kanker otak.

[Baca Juga: Waspada Bahaya Kanker Hati pada Pria]

Pemeriksaan tersebut di antaranya tes darah, biopsi otak, CT scan, PET scan, dan MRI (Magnetic Resonance Imaging). MRI, mengutip rspondokindah.co.id, memang memiliki kelebihan dalam pencitraan diagnostik radiologis yang non invasif dan tidak menimbulkan rasa sakit.

Dengan medan magnet yang sangat kuat, gelombang radio dan perangkat komputer yang canggih, MRI mampu merekonstruksi gambar anatomi tubuh termasuk jaringan lunak, tulang maupun gambaran virtual ogan internal tubuh lainya. Alat ini juga dapat melihat jaringan payudara dengan akurat dan tanpa rasa sakit, sebagai opsi lain bagi individu yang akan melakukan mammografi tanpa rasa sakit.

Read More

Artikel Lainnya

Ramah di Kantung, realme C3 Resmi Diluncurkan

Bisnis

Ramah di Kantung, realme C3 Resmi Diluncurkan

19 February 2020, 21:00

Keluarga teranyar dari C Series dengan julukan Triple Camera, Game Monster akhirnya resmi diluncurkan di pasar Indonesia.

Ribuan Warga Jakarta Sudah Menggunakan Aplikasi ini, Kamu Kapan

Berita Kawasan

Ribuan Warga Jakarta Sudah Menggunakan Aplikasi ini, Anda Kapan?

19 February 2020, 20:00

Revolusi industri 4.0 hampir menyentuh di segala lini. Kemajuan zaman telah menghasilkan disrupsi atau inovasi, sistem lama yang serba fisik pun kini tergantikan sistem baru yang serba digital dan efisien.

PBB Setu Babakan, Mengakarkan Budaya Betawi di Jakarta

Berita Kawasan

PBB Setu Babakan, Mengakarkan Budaya Betawi di Jakarta

19 February 2020, 19:00

Ternyata terdapat makna budaya yang kuat di dalam eksistensi dari Kampung Betawi Setu Babakan. Pembangunannya memang ditujukan untuk menguatkan akar budaya Betawi di Jakarta.

Kelurahan Kramat Jati Bakal Punya Gedung Kantor Baru

Berita Kawasan

Kelurahan Kramat Jati Bakal Punya Gedung Kantor Baru

19 February 2020, 18:00

Pemerintah Kota Jakarta Timur akan bangun gedung baru Kantor Kelurahan Kramat Jati. Pemerintah Kota Jakarta Timur sedang mempersiapkan proses lelang.


Comments


Please Login to leave a comment.