DEPON-PENDIDIKAN-RAGAM CARA UNTUK TUMBUHKAN BUDAYA BACA PADA ANAK-RACHLI-1100 px X 600 px-01.jpg

Pendidikan

Ragam Cara untuk Tumbuhkan Budaya Baca Pada Anak

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mencanangkan Gerakan Litersi Nasional (GLN) sejak tahun 2017. Berbagai satuan pendidikan melakukan inisiasi dan kreasi untuk menumbuhkan budaya baca bagi siswa-siswinya.

Namun hal tersebut tentunya harus berdasarkan pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Praktik penumbuhan literasi di sekolah dilakukan dalam berbagai manifestasi agenda kegiatan dengan keberagamannya sesuai kreativitas dan kondisi serta kemampuan satuan pendidikan dalam menerjemahkan praktik tersebut.

Hal itu seperti yang terjadi di Taman Kanak-kanak (TK) Negeri Pembina Tingkat Nasional, Petukangan Utara, Jakarta Selatan, dan Sekolah Dasar (SD) Islam Plus As Sa'adatain, Cinere, Depok.

[Baca Juga: Jauhkan Anak dari Gawai Bersama Klub Buku Nyala Matahari]

Setiap bulan TK Negeri Pembina Tingkat Nasional menetapkan tema belajar dan bermain bagi anak-anak. Salah satu tema, misalnya, mengenal benda-benda langit. Tema tersebut yang kemudian diterjemahkan dalam nyanyian, gerakan, dan permainan mengenal huruf serta angka bagi peserta didik.

Para guru menyusunnya secara bersama-sama sesuai dengan kurikulum. Kolaborasi antarpendidik di sekolah menjadi penggerak utama bagi penumbuhan budaya literasi pada pendidikan anak usia dini. Namun, sekolah memilih untuk fleksibel dalam proses pembelajaran.

Jika dari hasil monitoring selama satu bulan dirasa siswa-siswi kurang mampu menguasainya, maka sekolah akan menambah waktu sampai seluruh peserta didik memahami materi yang disampaikan sesuai tema tersebut. Sebaliknya, pembelajaran dapat bergesar ke tema selanjutnya jika pembelajaran degan tema tertentu sudah dapat dikuasai anak-anak dengan baik dalam waktu yang lebih cepat.

Berdampak Pada Kepercayaan Diri

Sedangkan SD Islam Plus As Sa'adatain Cinere, praktik baik literasi mampu memberikan dampak positif bagi kepercayaan diri siswa saat berbicara di depan umum serta dalam penguasaan tata bahasa yang baik dan benar.

“Jelas dampaknya luar biasa bagi anak-anak,” ujar Kepada SD Islam Plus As Sa’adatain Suryani seperti dikutip dari kemendikbud.go.id (13/2/2019).

Manifestasi agenda kegiatan di SD Islam As Sa’adatain terwujud dalam program membaca 15 menit sebelum kegiatan belajar mengajar. Selain itu ada pojok baca dengan buku-buku yang selalu diperbarui dan disirkulasikan. Hal itu mendorong budaya membaca para peserta didik di sekolahnya.

“Bukunya berasal dari anak-anak. Setiap awal tahun ajaran baru mereka diwajibkan bawa buku, bebas buku apa saja. Dalam kurun waktu tri semester buku itu berpindah dari satu kelas ke kelas lainnya, jadi setiap anak punya kesempatan membaca dari kelas bawah sampai kelas atas,” jelas Suryani.

Program 15 Menit Membaca pun dirangkai dengan kebiasaan baik lainnya, yakni dengan diawali salat Duha berjamaah terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan taklim Al-Quran, dan setelah itu program literasi di bawah bimbingan guru.

[Baca Juga: Manfaat Literasi untuk Anak Sejak Dini]

Peserta didik kemudian diminta membuat kesimpulan sederhana pada secarik kertas dan ditempel pada papan di dinding kelas. Dengan cara itu, peserta didik lain dapat mengetahui gambaran mengenai buku yang sebelumnya sudah dibaca kawannya.

Suryani mengakui, padatnya kegiatan belajar mengajar menyebabkan Program 15 Menit Membaca itu hanya dapat dilaksanakan satu sampai dua kali dalam seminggu. Namun, Ia yakin dengan cara itu, budaya literasi peserta didik dapat terbangun dan wawasan mereka pun tentunya bertambah.

Read More

Artikel Lainnya

Wah, Ada Takoyaki Rasa Kari Jepang di Gindaco.jpg

Kuliner

Wah, Ada Takoyaki Rasa Kari Jepang di Gindaco

30 September 2020, 18:14

Brand takoyaki Gindaco baru-baru ini menghadirkan menu baru dengan rasa kari otentik dari Negeri Sakura.

5 Pilihan Warna Monokromatik untuk Bangun Suasana Baru di Rumah

Properti dan Solusi

5 Pilihan Warna Monokromatik untuk Bangun Suasana Baru di Rumah

30 September 2020, 16:07

Memilih palet warna monokromatik berarti berkomitmen pada satu warna, tentu saja, tetapi penggemar warna sejati tidak akan menghindar tantangan itu.

Anda Hanya Egois atau Benar Narsistik Ini 3 Tendensi Penentunya

Kesehatan

Anda Hanya Egois atau Benar Narsistik? Ini 3 Tendensi Penentunya

30 September 2020, 15:03

Mengartikan tingkat narsistik "normal" itu rumit, tetapi tiga tendensi penentu berikut dapat lebih memperjelas apa masalah yang Anda hadapi.

Pasca Kafe Broker, Wali Kota Bekasi Kumpulkan Pengusaha Kafe dan Hiburan Malam .jpg

Bisnis

Pasca Kafe Broker, Wali Kota Bekasi Kumpulkan Pengusaha Kafe dan Hiburan Malam

30 September 2020, 14:02

Pepen baru-baru ini mengumpulkan semua pengusaha kafe hingga hiburan malam demi mencegah keadaan seperti di Kafe Broker Galaxy Bekasi kembali terjadi.


Comments


Please Login to leave a comment.