4 Aktivitas Seru Bersama Keluarga Pada Bulan Ramadan

Berita Kawasan

Ramadan Kala Pandemi Tanpa Ngabuburit, Tarawih dan Ziarah Makam

Hingga Kamis (23/4/2020) situs lawancovid-19.surabaya.go.id melaporkan informasi terkini soal penyebaran pandemi COVID-19. Sebanyak 315 orang di Surabaya terpapar virus SARS-CoV-2, dengan rincian 51 orang sembuh dan 34 orang telah meninggal dunia.

Sementara itu, di skala nasional, kasus positif COVID-19 di Indonesia telah mencapai angka 7.418, dari total keseluruhan itu diketahui jumlah pasien meninggal sebanyak 635 pasien. Sementara pasien sembuh terus bertambah menjadi 913 pasien.

Demikian laporan harian pemerintah mengenai penanganan pandemi yang disebabkan virus SARS-CoV-2, melalui situs covid-19.go.id pada Rabu siang (22/4/2020). Sejumlah pemerintahan daerah pun telah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memutus mata rantai pandemi COVID-19.

[Baca Juga: Ini Panduan WHO untuk Ibadah Ramadan pada Masa Pandemi COVID-19]

Ironisnya, pandemi belum juga teratasi, padahal bulan Ramadan sudah di depan mata. Hal ini sebabkan Ramadan pada tahun ini terasa berbeda. Bahkan lebih jauh, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pun berkali-kali mengimbau warganya untuk tidak tidak mudik ke kampung halaman atau kota lain.

Risma mengatakan, hampir 90 persen kasus positif COVID-19 di Surabaya karena adanya mobilitas penduduk baik dari luar kota maupun luar negeri. Kemudian terjadi transmisi lokal di dalam keluarga atau lingkungan terdekat. "Saya tahu semua inginnya mudik, tapi kita harus sadar bahwa saat ini kondisinya tidak memungkinkan untuk mudik. Sebab, risikonya sangat besar,” katanya, dikutip Jawapos, Rabu (22/4/2020) kemarin.

Nyatanya bukan cuma tradisi mudik yang hilang. Berikut tiga tradisi Ramadan yang berubah karena karena dipaksa keadaan:

Ramadan Kala Pandemi Tanpa Ngabuburit, Tarawih dan Ziarah Makam

1) Salat Tarawih Berjamaah Ditiadakan

Pengurus Masjid Al Falah, Jalan Raya Darmo Surabaya, memutuskan untuk meniadakan salat berjemaah sejak merebaknya wabah COVID-19. Demikian juga dengan kegiatan ibadah sholat tarawih berjamaah.

Humas Masjid Al Falah, Wirawan Dwi mengatakan, selain meliburkan salat berjemaah, pihaknya juga meliburkan sejumlah kegiatan Ramadan yang berpotensi mengundang banyak massa, seperti buka puasa bersama.

"Kami tidak bisa meminimalisir resiko penularan meskipun sudah menyiapkan hand sanitizer, sarana cuci tangan, memberikan masker dan imbauan secara tiada hentinya. Sehingga, kami memilih untuk mengambil mudharat yang kecil. Makanya kami tiadakan," ujarnya, dikutip tribunnews, Rabu sore (22/4/2020).

[Baca Juga: Ramadan Kali Ini Akan Berbeda, Tanpa Bukber dan Sahur on the Road]

Meskipun Salat Tarawih ditiadakan, Masjid Al Falah tetap memberikan tausyiah secara online melalui internet dan media sosial. Prosedurnya, lanjut Wirawan, para ustad akan dibuatkan studio mini di lantai 2 Masjid. "Kami kerjasama dengan radio untuk menyiarkan ceramah. Ustad yang biasa kami undang sebelumnya pada beberapa bulan yang lalu, tidak kami batalkan," terangnya.

Ramadan Kala Pandemi Tanpa Ngabuburit, Tarawih dan Ziarah Makam

2) Makam Sepi Peziarah

Tradisi ziarah kubur menjelang Ramadan tahun ini akan terasa berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Ada imbauan dari Pemkot Surabaya untuk tidak berziarah ke makam. Mendoakan sanak famili yang sudah wafat lebih baik dilaksanakan dari rumah saja.

Pemkot Surabaya memasang imbauan agar warga tak mengunjungi makam terlebih dahulu. Imbauan tersebut dipasang di depan kompleks makam. Misalnya, di TPU Keputih, ada petugas yang mengingatkan warga yang hendak berziarah untuk tak datang kembali, pulang, dan berdoa dari rumah. ”Ini bagian dari upaya kami untuk menjaga agar tak ada persebaran COVID-19 di area pemakaman,” ungkap Kepala UPTD Pemakaman Surabaya Aswin Agung, dikutip Jawapos, Selasa kemarin (21/4/2020).

Apakah Jaringan 5G Mampu Menularkan Covid-19

3) Ngabuburit Daring

Kebiasaan kumpul-kumpul di waktu jelang berbuka puasa, adalah salah satu tradisi di bulan Ramadan selama bertahun-tahun. Kini situasinya berubah karena pandemi COVID-19, akan tetapi kondisi yang serba tidak pasti ini menginspirasi pengurus Masjid Al-Akbar Surabaya untuk menghadirkan program ngabuburit Ramadan online.

Program ngabuburit dalam jaringan (daring) ini meliputi sejumlah kegiatan yang dilakukan salah satunya Ngaji Online, yang akan terlaksana pada pukul 16.30-17.20 WIB. Aktivitas dari ini nantinya bisa dimanfaatkan warga sebagai alternative salura bertanya dan berinteraksi, turut pula dihadirkan narasumber yang kredibel.

Selain itu, pada program ngabuburit Ramadan online juga ada festival sholawat thibbil qulub dan doa li khomsatun pada pukul 15.30-15.30 WIB. “Kegiatan ini mulai 24 April,” ujar Humas Masjid Al-Akbar Surabaya, Helmy M.Noor, sebagaimana diberitakan Liputan6.com (23/4/2020).


Read More

Artikel Lainnya

Walau Banyak Bisnis Penyewaan Buku Punah, Pitimoss Fun Library Mampu Tetap Eksis.jpg

Pendidikan

Walau Banyak Bisnis Penyewaan Buku Punah, Pitimoss Fun Library Mampu Tetap Eksis

31 January 2023, 12:38

Di tengah hantaman digitalisasi yang membuat akses membaca buku novel serta komik mudah, Pitimoss Fun Library tetap mampu bertahan hingga hampir 20 tahun terakhir.

Wow, Bank Sampah di Kota Tangerang Ini Hasilkan Produk Lilin Aromat erapi.jpg

Bisnis

Wow, Bank Sampah di Kota Tangerang Ini Hasilkan Produk Lilin Aromaterapi

30 January 2023, 15:01

Bank sampah ternyata tak hanya bisa mendapatkan cuan dari pemilahan sampah semata, karena bank sampah satu ini menunjukan bahwa mereka juga mampu membuat produk yang bernilai ekonomi.

Perayaan Imlek 2023 di Taman Banteng, Pj Gubernur DKI Jakarta Dampingi Jokowi.jpg

Berita Kawasan

Perayaan Imlek 2023 di Taman Banteng, Pj Gubernur DKI Jakarta Dampingi Jokowi

30 January 2023, 12:58

Pada akhir pekan kemarin, Presiden Jokowi terlihat hadir bersama Pj Gubernur DKI Jakarta dalam momen perayaan Imlek Nasional yang digelar di Taman Banteng

Pastikan Anak Terlindung dari Campak via Vaksinasi, Pemkot Surabaya Siap Sweepin g.jpg

Kesehatan

Pastikan Anak Terlindung dari Campak via Imunisasi, Pemkot Surabaya Siap Sweeping

27 January 2023, 13:57

Banyaknya kasus campak di wilayah perbatasan Surabaya-Madura, mendorong Pemkot Surabaya untuk bergerak secara agresif demi memastikan anak-anak Kota Pahlawan sudah mendapatkan imunisasi campak.


Comments


Please Login to leave a comment.