TEBET-KESEHATAN-RAYAKAN HARI DIFABEL DARE FOUNDATION SELENGGARAKAN DELIVERING DREAM-KIKI-1100 px X 600 px-01.jpg

Kesehatan

Rayakan Hari Difabel, Dare Foundation Selenggarakan ‘Delivering Dream’

Untuk memperingati Hari Difabel Internasional pada 3 Desember 2018 nanti, Dare Foundation mempersembahkan acara khusus untuk para difabel. Acara yang bertajuk Delivering Dreams ini berlangsung akan dilangsungkan di One Bell Park, Jakarta Selatan (2/12/2018).

Untuk memperingati Hari Difabel Internasional, Dare Foundation menyebarkan 38 alat prostetik dan ortotik sebagai alat bantu untuk anak-anak penderita celebral palsy, kusta, dan orang yang diamputasi. Menurut Coki Sela Kristian Tobing, selaku Pendiri Dare Foundation, acara ini diperuntukan bagi penderita untuk bersenang-senang. “Peringatan ini kan hanya terjadi satu kali dalam setahun, tak ada salahnya membuat mereka merasa bahagia di satu hari tersebut,” ujarnya ketika ditemui pada konferensi pers di Omah Bintang, Tebet (26/11/18).

Sejak tahun 2014, Coki mengaku telah membagikan sekitar 150–200 buah alat bantu. Sepanjang tahun ini Dare Foundation juga telah membantu 180 orang lainnya. Jangkauannya pun luas, bukan hanya di area Jakarta saja, penderita yang telah berhasil dibantu oleh Dare Foudation jangkauannya dimulai dari Sumatera hingga Sumbawa.

Tentang Dare Foundation

Dare Foundation merupakan sebuah organisasi sosial yang khusus memproduksi alat prostetik dan ortotik untuk anak-anak maupun orang dewasa yang tidak mampu. “Fokus kami adalah kalangan yang tidak mampu karena mereka tidak bisa menjangkau alat bantu seperti ini. Masalahnya, alat bantu prostetik dan ortotik tidak di-cover BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial),” tambahnya.

Uniknya, alat bantu yang dibuat Coki dan rekan merupakan hasil custom yang akan disesuaikan dengan bentuk dan kebutuhan sang pasien, sehingga risiko lecet dan sakit, sangat kecil terjadi. Terkadang orang atau lembaga yang memberikan alat bantu tidak memperhatikan ukuran sehingga banyak pasien yang justru tidak menggunakannya karena dapat menyebabkan lecet.

[Baca Juga: Pentingnya Pendidikan Inklusi di Universitas Pamulang]

Sebelum memberikan alat bantu ke pasien, Dare Foundation akan mengukur dan memantau sendiri untuk melihat dan menyimpulkan profil dari si penderita. Setelah itu, Dare Foundation akan membuat ukuran untuk dicoba, jika pas dan nyaman digunakan maka cetakan tersebut akan disempurnakan. Biasanya proses pembuatan ini memakan waktu selama dua hingga tiga hari.

Selain menyediakan alat, Dare Foundation juga menyediakan perawatan fisioterapi. Jika yang diberi bantuan adalah pasien yang mengidap celebral palsy, tahap ini membutuhkan waktu yang cukup panjang, ia harus belajar berdiri hingga berjalan. Namun tidak bisa dipastikan berapa lama bisa berdiri atau bahkan berjalan, karena kemampuan setiap orang yang berbeda-beda.

“Kalau pengidap celebral palsy biasanya lebih banyak menggunakan penyangga tangan agar tangannya distimulus supaya bentuknya normal dan tidak bengkok (masuk) ke dalam,” ujar Coki. Ia juga menambahkan, membuat banyak alat untuk masyarakat merupakan bentuk baktinya terhadap masyarakat.

[Baca Juga: RS Tebet Melayani Pengobatan Holistik untuk Diabetes]

“Saya itu orang yang berhasil kuliah dengan beasiswa, jadi saya ingin mengembalikan uang yang diberikan untuk masyarakat yang lebih membutuhkan,” ungkap Coki. Biaya digunakan untuk mmproduksi alat bantu ini didapatkan dari keuntungan bisnis. Para pendiri Dare Foundation membagikan keuntungan bisnisnya untuk terus aktif membantu masyarakat yang membutuhkan.

Read More

Artikel Lainnya

Pemprov DKI Siapkan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat

Berita Kawasan

Pemprov DKI Siapkan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat

27 September 2020, 17:01

Pertumbuhan penduduk jika tidak disertai perbaikan sistem pengelolaan pembuangan air limbah domestik dapat menyebabkan pencemaran.

IBB TV Satelit Bandung132, Kado HUT ke-210 bagi Warga

Berita Kawasan

IBB TV Satelit "Bandung132", Kado HUT ke-210 bagi Warga

27 September 2020, 09:59

IBB TV Bandung132 diresmikan langsung oleh Wali Kota Bandung Oded M. Danial di Pendopo Kota Bandung, 25 September 2020.

Pelebaran Kreteg Wesi Sampangan, Kota Semarang Selesai Akhir November

Berita Kawasan

Pelebaran Kreteg Wesi Sampangan, Kota Semarang Selesai Akhir November

26 September 2020, 17:46

Menelan anggaran sebesar 20 milyar rupiah, pelebaran akses yang menghubungkan Gunungpati dan Gajahmungkur itu ditargetkan rampung November 2020.

Serunya Nonton Film Bareng di Drive-In Senja Bandung

Hobi dan Hiburan

Serunya Nonton Film Bareng di Drive-In Senja Bandung

26 September 2020, 11:39

Ini dilakukan outdoor. Mudah-mudahan tidak terlalu khawatir juga sama COVID-19. Karena kita berada di mobil sendiri relatif lebih aman.


Comments


Please Login to leave a comment.