Rayakan Hari Perempuan Internasional LIPI Apresiasi Peneliti Wanita

Berita Kawasan

Rayakan Hari Perempuan Internasional, LIPI Apresiasi Peneliti Wanita

Beberapa hari sebelum Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada 8 Maret ini, sebuah survei lembaga yang fokus dalam bidang asuransi di Singapura, ValueChampion, mengeluarkan daftar negara paling aman di Asia Pasifik. Indonesia menempati urutan ke-13 dari 14 negara. India ada di peringkat terendah.

Seperti yang dilaporkan dalam situs resmi lembaga tersebut, meskipun telah ada undang-undang kekerasan dalam rumah tangga, survei pemerintah tahun 2016 menemukan bahwa sekitar 33 persen perempuan berusia antara 15-64 tahun atau sekitar 26 juta orang, pernah mengalami beberapa bentuk kekerasan. Dalam daftar skor survei tersebut, dari sisi kesehatan, Indonesia berada di peringkat terbawah, dari sisi keamanan di peringkat 13, dan dari sisi kesempatan berkarya di peringkat 10.

[Baca Juga: Benarkah Perempuan Makhluk yang Rumit dan Susah Dimengerti?]

Namun, ternyata dalam bidang penelitian, khususnya di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), kondisi yang mengkhawatirkan pada perempuan yang tergambar dalam survei tersebut tidak diketemukan.

Secara khusus LIPI merayakan Hari Perempuan Internasional dengan mengadakan Diskusi Publik: Inspirasi dari Peneliti Perempuan LIPI untuk Dunia Sains Indonesia. Acara ini menghadirkan tiga orang peneliti perempuan yang memiliki peranan penting dalam dunia ilmu pengetahuan Indonesia.

“Sebagai upaya untuk menyebarkan energi positif kepada para perempuan di Indonesia dan mendorong semangat perempuan untuk mengambil peran sains dan teknologi, kami menyelenggarakan Media Briefing terkait Peran Perempuan dalam Dunia Sains dan Teknologi,” jelas Sekretaris Utama LIPI Nur Tri Aries yang membuka acara di Media Center LIPI, Gedung Sasana Widya Sarwono (SWS) Jl. Jend. Gatot Subroto 10, Jakarta.

Rayakan Hari Perempuan Internasional, LIPI Apresiasi Para Peneliti Wanita

Nur menjelaskan, LIPI saat ini memiliki jumlah peneliti perempuan sebanyak 663 orang yang tersebar di berbagai satuan kerja teknis penelitian LIPI, “LIPI memiliki sederet penaliti perempuan yang berprestasi dan dapat menginspirasi perempuan Indonesia untuk termotivasi berkarya di bidang yang digelutinya,” jelas Nur. Sebagai perbandingan dia meyatakan 3 dari 7 peneliti di LIPI adalah perempuan.

Tiga peneliti yang hadir dalam acara tersebut adalah Peneliti Pusat Penelitian Biologi LIPI Kartika Dewi yang berkonsentasi pada penelitian untuk indentifikasi Namatoda, cacing parasit dalam tubuh binatang vetebrata liar. Ada pula Peneliti Pusat Penelitian Kimia LIPI Athanasia Manda Septevani, PhD dengan bidang penelitian Nanomaterial Science yang menekuni pencarian potensi limbah biomassa, seperti tongkol jagung, tandan kelapa sawit, rumput liar, dan limbah cair tahu. Hadir pula peneliti ketiga Peneliti Pusat Penelitian Oseanografi LIPI Dr. Intan Suci Nurhati yang meneliti koral sebagai arsip alam untuk membaca perubahan iklim dan global warming.

[Baca Juga: Rumah Kami yang Tidak Bungkam di Galeri Cemara Menteng]

Ketiga peneliti tersebut sepakat bahwa mereka mendapatkan ruang yang cukup buat berkarya dan mengembangkan potensi di LIPI. “Saya merasa tidak ada perbedaan yang signifikan antara laki-laki dan perempuan dalam dunia penelitian. Kami tidak adu otot di sini. Saya melihat bukan dari kompetisinya, tapi bagaimana sumbangan saya kepada penalitian,” ujar Manda ketika ditanya soal perjuangannya sebagai peneliti perempuan.

“Perempuan harus saling mendukung. Saya beruntung bisa mendapatkan dukungan tersebut dari para mentor dan promotor saya ketika kuliah yang kebetulan semuanya adalah perempuan. Pesan saya untuk perempuan hanya satu: be present. Hadir dan berani berkontribusi,” Intan menambahkan.

Peren perempuan dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kini semakin penting. Berbagai aktivitas penelitian seperti ekspedisi dan eksplorasi, juga publikasi dalam bentuk jurnal, paten, serta prototipe produk terus dihasilkan sebagai bentuk sumbangsih bagi ilmu pengetahuan dan masyarakat. Energi inilah uang harus dibagikan pada generasi muda, khususnya perempuan, agar berani mengambil peran dan berkarya.


Read More

Artikel Lainnya

Hadirkan Menu Desserts di Cabang Gandaria City, Fore Coffee Gandeng Oma Ell y.jpg

Kuliner

Hadirkan Menu Desserts di Cabang Gandaria City, Fore Coffee Gandeng Oma Elly

07 December 2022, 16:31

Fore Coffee baru-baru ini mengumumkan menu pendamping baru yang tepat untuk jadi teman minum kopi dan menu ini merupakan hasil kreasi kolaborasi dengan Oma Elly.

Bantu Sesama, Kawan Lama Group Gelar Aksi Donor Darah di 27 Kot a.jpg

Bisnis

Bantu Sesama, Kawan Lama Group Gelar Aksi Donor Darah di 27 Kota

07 December 2022, 14:29

Pada akhir pekan lalu, Kawan lama Group kembali menggelar aksi donor darah secara serentak di puluhan gerai ACE serta Informa yang tersebar di 27 kota.

Amartha Gandeng Puluhan Ribu UMKM di Sumatera Barat untuk Go Digital.jpg

Bisnis

Amartha Gandeng Puluhan Ribu UMKM di Sumatera Barat untuk Go Digital

07 December 2022, 12:26

Perusahaan Amartha mengumumkan berhasil menggandeng hingga lebih dari 50.000 UMKM di Sumatera Barat untuk proses adopsi digitalisasi via Amartha+.

Wow, Perwakilan Indonesia Raih Juara Kedua di Kompetisi Chatime Global Tea-Rist a.jpg

Bisnis

Wow, Perwakilan Indonesia Raih Juara Kedua di Kompetisi Chatime Global Tea-Rista

06 December 2022, 16:16

Hadapi perwakilan Chatime dari enam negara lainnya, tea-rista Chatime Indonesia berhasil menyabet juara kedua di kompetisi brewed tea tingkat dunia di Taiwan.


Comments


Please Login to leave a comment.