MENTENG_PROPERTI_RESTORAN PLATARAN MENTENG CERMINAN BANGUNAN MEWAH ALA ERA KOLONIAL_EMIL_1100 px X 600 px-01.jpg

Properti dan Solusi

Restoran Plataran Menteng, Cerminan Bangunan Mewah Era Kolonial

Sejumlah bangunan di DKI Jakarta yang mencerminkan suasana era kolonialisme sebenarnya masih bisa dilihat di berbagai lokasi. Di mana salah satunya adalah di kawasan Menteng Jakarta Pusat. Ada beberapa rumah di sana yang dirawat semenjak dulu agar masih memiliki bentuk serupa. Ada juga yang memang sengaja dibangun dengan desain interior serta eksterior ala era kolonial di Indonesia dan hal ini terlihat di bangunan restoran Plataran Menteng.

Bila Anda datang ke restoran ini, memang desain dari bangunannya sendiri sudah menjadi daya tarik tersendiri. Dari segi eksterior, warna cat putih menjadi dominasi dari bangunan Plataran Menteng. Bila mengacu kepada gaya arsitektur Hindia Baru atau Nieuew Indische Bouswtijl di era kolonialsme, warna dinding yang serba putih memang menjadi pilihan utama.

Selain cat dindingnya, ukiran di atas jendela restoran ini juga menjadi cerminan bangunan kolonial. Hal ini sebenarnya sejalan dengan konsep dari Plataran Menteng yakni rumah Kolonial Belanda berlantai tiga.

Suasana ala rumah milik bangsawan Belanda di Batavia pun semakin terasa ketika Anda menginjakkan kaki ke dalam restoran Plataran Menteng yang di mana Anda disambut dengan pintu kayu besar yang memiliki ukiran nan indah. Setiap lantai di restoran ini memiliki tema yang beragam dengan mengakulturasikan arsitektur Belanda dan Indonesia pada era kolonialisme. Karena itu tidak heran bila Anda menemukan beragam elemen dari budaya arsitektur Jawa yang terlihat pada sejumlah titik di restoran ini.

Sebagaimana dilansir dari antaranews.com, restoran Plataran Menteng pada tahun 1949-an merupakan sebuah asrama yang digunakan oleh para mahasiswa kedokteran dari Universitas Indonesia. Kemudian seorang ginekolog ternama di Jakarta yang terkenal membantu proses kelahiran banyak keluarga terpandang kala itu, termasuk keluarga Cendana, yakni Lukito Husodo membeli asrama itu dan diubah menjadi tempat tinggalnya.

Ketika kepemilikan rumah tersebut berpindah tangan, bangunannya pun mengalami perombakan besar-besaran. Namun beberapa bagian asli dari rumah Lukito Husodo pun tetap dipertahankan. Salah satunya adalah taman anggrek yang terlihat menghiasi area tangga di restoran Plataran Menteng. Usut punya usut, tanaman hias ini memang milik Lukito Husodo yang memiliki hobi berkebun.

Read More

Artikel Lainnya

Slide3.JPG

Berita Kawasan

Salat Tarawih di Masjid Agung Jami’ Kota Malang Tetap Menerapkan Protokol Kesehatan

13 April 2021, 11:08

Tahun ini, pemerintah akhirnya mengizinkan masyarakat untuk melaksanakan ibadah salat tarawih di masjid, dengan berbagai aturan yang tetap mengedepankan protokol kesehatan.

UTBK UNDIP 2021

Pendidikan

Hari Pertama UTBK UNDIP Tahun 2021 Berjalan Lancar

13 April 2021, 11:07

Ia mengatakan bahwa ini adalah kali kedua UNDIP melaksanakan UTBK di masa pandemi dan meyakinkan bahwa semua pihak melaksanakan protokol kesehatan dengan disiplin

UTBK di Universitas Padjajaran.jpg

Pendidikan

UTBK di Unpad, Semua Peserta Wajib Pasang Aplikasi Mass Tracking

13 April 2021, 10:34

Semua peserta UTBK di Universitas Padjajaran wajib memasang aplikasi mass tracking untuk mencegah penularan COVID-19.

Nyekar 1.jpg

Berita Kawasan

Sebelum Ramadan, Warga Desa Giripurno Nyekar Tanpa Masker

13 April 2021, 10:17

Tradisi Nyekar masih dijaga oleh masyarakat Giripurno menjelang Ramadhan di masa pandemi ini.


Comments


Please Login to leave a comment.