Retribusi 3.jpeg

Bisnis

Retribusi Non Tunai Mulai Diterapkan di Pasar Tradisional Kota Tangerang

Proses transformasi digitalisasi terus menjadi prioritas yang dikembangkan segenap perangkat Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang. Berbagai proses pelayanan dari banyak sektor terus dikembangkan untuk dapat berjalan dengan kemudahan yang ditawarkan oleh kemajuan digital. Tak hanya pelayanan berbasis birokrasi administrasi, kini proses transformasi juga menyasar kegiatan perekonomian di pasar-pasar tradisional di Kota Tangerang.

Terbaru, PD Pasar Kota Tangerang sebagai badan pengelola resmi pasar-pasar tradisional di Kota Tangerang telah resmi memulai proses retribusi dengan sistem pembayaran non tunai. Meski tergolong sistem baru di kalangan perangkat pengusaha dan penjual di pasar-pasar tradisional, sistem baru tersebut tetap didorong untuk memudahkan dan transparansi yang selama ini luput dari perhatian.

Menggunakan Qris, sistem retribusi yang baru-baru ini diterapkan tersebut menganti sistem lama yang selama ini diterapkan, yakni menggunakan medium uang tunai dan karcis manual. Sistem ini juga terus didorong sebagai persiapan digitalisasi pasar-pasar tradisional yang ada di Kota Tangerang, yang mulai akan dikembangkan secara penuh di tahun mendatang.

“Kini, mendorong digitalisasi pasar pada tahun 2022, PD Pasar mulai mematangkan konsep retribusi non tunai menggunakan Qris,” jelas Titien Mulyati, Direktur PD Pasar Kota Tangerang, kemarin (7/9/2021).

Retribusi 1.jpeg

Pada tahap awal pengembangan proses retribusi non tunai ini, PD Pasar Kota Tangerang hanya menerapkan percobaan di Pasar Anyar dan Pasar Poris, mengingat kedua pasar tersebut dianggap memenuhi persyaratan kebutuhan dalam memulai transformasi digitalisasi ini. Selain itu, penerapan retribusi non tunai juga baru menyasar toko-toko emas yang ada. Rencananya, beberapa waktu mendatang, restribusi non tunai juga mulai dicoba penerapannya ke pedagang pakaian, sembako, baru pedagang-pedagang kaki lima yang ada.

“Pada sistem ini, pedagang bisa membayar menggunakan m-banking dari seluruh bank, juga bisa menggunakan OVO, Gopay, Dana, atau lainnya. Tanpa potongan biaya transaksi, sesuai aturan pertokoan eman retribusinya Rp10.000, sedangkan lainnya hanya Rp6.000. Dikelola untuk biasa keamanan, kebersihan, dan ketertiban.” Lanjutnya.

Retribusi 2.jpeg

Beragam tanggapan dan dukungan positif juga disuarakan oleh beberapa pedagang yang telah mencoba sistem retribusi non tunai ini. Menurutnya, penerapan sistem seperti ini memberikan kemudahan, tranparansi, kenyamanan, serta meminimalisir praktik-praktik curang yang dilakukan oknum-oknum yang masih tersebar di pasar-pasar tradisional di Kota Tangerang.

“Kalau dibilang lebih menyusahkan atau memudahkan, buat saya sama sekali tidak menyusahkan malah sangat memudahkan. Terlebih, buat saya transaksi non tunai ini membuat saya lebih yakin, bahwa retribusi langsung masuk pada kas daerah yang dikelola sebagai mana mestinya. Terhindar dari oknum-oknum yang meragukan.” Pernyataan Firman, salah satu pedagang emas yang ada di Pasar Anyar, Kota Tangerang.

Sesuai dengan berjalannya proses, PD Pasar Kota Tangerang akan terus menginformasikan, mendorong, dan membantu untuk para pedagang-pedagang lain, terkhusus yang belum ‘melek teknologi’, agar beralih dan mencoba sistem retribusi terbaru ini agar dapat berkembang dan berjalan secara maksimal.


Read More

Artikel Lainnya

Konser Full Team Dewa 19 Siap Digelar di Solo.jpg

Hobi dan Hiburan

Konser Full Team Dewa 19 Siap Digelar di Solo

23 September 2022, 15:57

Setelah sukses digelar di Candi Prambanan, konser Dewa 19 yang menghadirkan full team akan kembali manggung bersama dan kali ini digelar di wilayah Solo.

Perkuat Kehadirannya di Jawa Timur, Amartha Kolaborasi dengan BPR Jatim.jpg

Bisnis

Perkuat Kehadirannya di Jawa Timur, Amartha Kolaborasi dengan BPR Jatim

23 September 2022, 13:56

Baru-baru ini Amartha dan BPR Jatim resmi berkolaborasi dalam upaya menyalurkan Rp250 miliar untuk membantu pengembangan bisnis perempuan pengusaha mikro di wilayah Jawa Timur serta Jawa Tengah.

Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIVAIDS.jpg

Kesehatan

Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIV/AIDS

23 September 2022, 11:54

Setelah bulan lalu sempat ramai pembahasan kabar ribuan orang di Kota Bandung yang menderita HIV/AIDS, pakar Universitas Padjadjaran memberikan masukan terkait metode pencegahannya, khususnya di wilayah kampus.

Konsistensi Bambang Suprapto dalam Berkarya Melalui Solo Exhibition Uncertainty

Hobi dan Hiburan

Konsistensi Bambang Suprapto dalam Berkarya Melalui Solo Exhibition ‘Uncertainty’

22 September 2022, 18:20

Seniman muda Kota Malang, Bambang Suprapto, menggelar pameran tunggal yang bertajuk ‘Uncertainty’ di Kedai Lantjar Djaya, Kota Malang.


Comments


Please Login to leave a comment.