Ribuan Pekerja di Bandung Kena PHK Selama Masa Pandemi COVID-19

Berita Kawasan

Ribuan Pekerja di Bandung Kena PHK Selama Masa Pandemi COVID-19

Pandemi COVID-19 yang melanda tanah air ikut menghantam sektor perekonomian. Di berbagai daerah, gelombang PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) tak dapat dihindarkan. Begitu pula di Kota Bandung.

Baru-baru ini, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandung mencatat bahwa hingga 22 April 2020 ada sebanyak 52 perusahaan di Kota Bandung yang melaporkan ikut terdampak pandemi COVID-19. Jumlah tersebut masih akan terus bertambah seiring terus bertambahnya jumlah pasien positif COVID-19 di tanah air.

[Baca Juga: Perketat PSBB, Sejumlah Ruas Jalan di Kota Bandung Akan Ditutup]

Kepala Disnaker Kota Bandung, Arief Syaifudin mengatakan dari 52 perusahaan yang telah didata secara daring tersebut, tercatat ada sebanyak 9.200 pekerja yang dibebastugaskan. Rinciannya, 3.396 orang dikenakan PHK sedangkan 5.804 orang lainnya dilaporkan telah dirumahkan untuk sementara waktu.

Sementara itu, terkait laporan sengketa hubungan kerja di tengah pandemi COVID-19 jumlahnya tidak terlalu banyak. Arief pun menjamin pihaknya bakal memfasilitasi berbagai upaya untuk menyelesaikan beragam sengketa hubungan kerja tersebut.

“Kita menyarankan untuk bipartit (berunding) dulu agar ada kesepakatan kedua belah pihak. Kalau itu misalnya buntu, baru ke Disnaker. Kalau nanti dari Disnaker tetap juga buntu, maka tetap dilanjut ke PHI (Pengadilan Hubungan Industrial),” ujar Arief dalam keterangan tertulis yang diterima PingPoint.co.id (30/4/2020).

Ribuan Pekerja di Bandung Kena PHK Selama Masa Pandemi COVID-19

Imbas dari hal tersebut, Disnaker Kota Bandung pun telah mendata dan mengajukan sebanyak 20.059 kartu prakerja untuk warga yang terdampak pandemi COVID-19 atau pun sebelumnya.

Nantinya kata Arief, pihaknya akan memberikan pendampingan bagi masyarakat yang kurang memahami proses pelatihan dari program kartu pra kerja. Termasuk memberikan dan menyediakan fasilitas bagi pendaftar yang hendak mengikuti pelatihan namun tidak memiliki perangkat yang mumpuni.

“Disnaker mempersiapkan perangkat untuk pendampingan. Kalau tidak punya alat kita siapkan di sini komputer, atau tidak paham masukannya seperti apa kita dampingi di sini,” ujarnya.

[Baca Juga: Pemkot Bandung Tidak Segan Tutup Paksa Toko yang Langgar PSBB]

Tidak hanya itu, Arief menyatakan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan juga menjalin komunikasi dengan serikat buruh. Hal itu untuk memastikan warga mendapatkan pelayanan terbaik dari Pemkot Bandung.

“Untuk Apindo (pengusaha) kalau memang punya pendapatan bagus jangan sampai mengatakan sebaliknya. Kepada para buruh, kalau perusahaan memang tidak mampu secara optimal bisa dibicarakan ke bipartit,” harapnya.


Read More

Artikel Lainnya

Titipku Perkuat Ekosistem Digital di Pasar Modern Paramount.jpg

Bisnis

Titipku Perkuat Ekosistem Digital di Pasar Modern Paramount

09 February 2023, 14:46

Titipku mengklaim ekosistem digital yang diterapkan perusahaannya di Pasar Modern Paramaount mampu mendorong model bisnis B2B2C, hingga menjadi lahan mengumpulkan pundi-pundi rupiah bagia Jatiper.

Lebih Dari 65 Ribu Penggemar Dewa 19 Sukses Semakkan Konser di JIS.jpg

Hobi dan Hiburan

Lebih Dari 65 Ribu Penggemar Dewa 19 Sukses Semarakkan Konser di JIS

09 February 2023, 11:44

Pada akhir pekan kemarin konser Pesta Rakyat 30 Tahun Berkarya Dewa 19 sukses menghibur puluhan ribu baladewa dan baladewi yang berkumpul di JIS.

580 Usulan Masyarakat Diajukan di Musrenbang Kecamatan Bekasi Selatan untuk RKPD 2024.jpg

Berita Kawasan

580 Usulan Masyarakat Diajukan di Musrenbang Kecamatan Bekasi Selatan untuk RKPD 2024

08 February 2023, 15:59

Dalam Musrenbang Kecamatan Bekasi Selatan untuk RKPD 2024, lima kelurahan mengajukan 580 usulan dengan total pagu mencapai lebih dari ratusan miliar rupiah.

Kasus Diabetes Anak di Indonesia Meningkat Tajam, Ini Saran Pakar UG M.jpg

Kesehatan

Kasus Diabetes Anak di Indonesia Meningkat Tajam, Ini Saran Pakar UGM

08 February 2023, 13:57

Dengan data yang belum lama ini dirilis IDAI terkait semakin meningkatnya kasus diabetes terhadap anak, pakar kesehatan UGM memberikan sarannya agar buah hati Anda terhindar dari penyakit ini.


Comments


Please Login to leave a comment.