Tingginya Risiko Bunuh Diri pada Pria yang Percaya Laki-laki Tak Menangis

Kesehatan

Risiko Bunuh Diri Tinggi Bila Percaya "Pria Sejati Tidak Menangis"

Sudah lama diketahui bahwa laki-laki memiliki risiko lebih tinggi dari pada perempuan untuk mengakhiri hidup mereka sendiri. Di ​​Amerika Serikat, angka kematian bunuh diri di antara laki-laki sekitar 3,5 kali lipat dari perempuan, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS.

Sebuah studi baru menunjukkan, laki-laki yang percaya bahwa "pria sejati tidak menangis" kemungkinan lebih rentan terhadap bunuh diri. Dalam statistik dimasukkan pertanyaan seputar norma-norma tradisional tentang maskulinitas. "Apakah maskulinitas memainkan peran?" kata Ketua Peneliti Daniel Coleman seperti dikutip dari webmd.com (15/2/2020).

[Baca Juga: Ulasan Film Hustlers: Ketika Maskulinitas Buat Korban Malu Laporkan Kejahatan]

Di awal, ia menjelaskan, masuk akal bahwa harapan-harapan pria "jantan" yang meliputi penyangkalan emosi, tidak mencari bantuan, dan agresivitas, dapat berkontribusi pada risiko bunuh diri.

"Tetapi itu juga merupakan mata pelajaran yang menantang untuk dipelajari," kata Profesor di Sekolah Pascasarjana Layanan Sosial di Universitas Fordham di New York, AS itu.

Untuk mulai menggali, timnya menggunakan data dari studi kesehatan yang mulai melacak lebih dari 20.700 remaja AS pada 1995. Pada 2014, 22 di antaranya telah meninggal karena bunuh diri. Semuanya yang meninggal akibat bunuh diri adalah laki-laki, kecuali satu orang.

[Baca Juga: Jangan Malu! Menangis Ternyata Punya Banyak Manfaat Lho]

Para peneliti menemukan bahwa laki-laki muda yang masuk dalam kategori rentang "maskulinitas tradisional tinggi" 2,4 kali lebih mungkin meninggal karena bunuh diri daripada pria lain. Ukuran itu didasarkan pada sifat-sifat seperti "tidak menangis," perlawanan untuk menjadi "emosional" atau "murung," tetap sehat secara fisik, dan "berani mengambil risiko."

Tingginya Risiko Bunuh Diri pada Pria yang Percaya Laki-laki Tak Menangis Hentikan Racun Maskulinitas

Hentikan Racun Maskulinitas

Mengapa laki-laki yang berjuang untuk norma-norma maskulinitas tradisional yang kadang layaknya racun bagi kesehatan mental itu, berisiko lebih besar bunuh diri? Temuan itu menunjukkan mungkin ada "jaringan" pengaruh tidak langsung, kata Daniel.

Laki-laki yang memegang teguh maskulinitas juga lebih mungkin di masa muda mereka untuk pernah menggunakan senjata, dikeluarkan dari sekolah, terlibat dalam perkelahian yang serius, atau melarikan diri dari rumah. Mereka juga lebih mungkin memiliki anggota keluarga yang meninggal karena bunuh diri daripada pria lain. Dan semua faktor itu, pada gilirannya, terkait dengan risiko bunuh diri yang lebih tinggi.

"Hal itu menunjukkan, keyakinan tentang norma-norma maskulin bisa menjadi bagian dari apa yang mendasari faktor-faktor risiko lain untuk bunuh diri. Jadi, jika kepercayaan itu dapat diatasi ada kemungkinan untuk memengaruhi sejumlah hal yang mendorong risiko bunuh diri laki-laki," kata Daniel, .

Jangan Malu Menangis Ternyata Punya Banyak Manfaat Lho

Cara Mencegah Bunuh Diri

Sebagai contoh, katanya, adalah umum bagi laki-laki untuk memiliki "gaya pertahanan diri yang kaku". Umumnya, mereka bereaksi terhadap situasi seperti kehilangan pekerjaan atau putus hubungan dengan cara yang tidak sehat, alih-alih mencari bantuan. Mereka perlu tahu, "Tidak apa-apa untuk menjangkau dan menerima bantuan," kata Daniel.

Meskipun demikian, Daniel menekankan, temuannya didasarkan pada sejumlah kecil kematian akibat bunuh diri, dan diperlukan lebih banyak penelitian untuk mendukung hasilnya.

Temuan itu, yang diterbitkan daring pada 12 Februari 2020 dalam jurnal JAMA Psychiatry. Kehadirannya bersamaan dengan angka bunuh diri yang meningkat di antara orang Amerika secara keseluruhan. Sebuah studi tahun 2019, misalnya, menemukan peningkatan 41 persen dalam tingkat bunuh diri AS antara 1999 dan 2016.

Jangan Malu Menangis Ternyata Punya Banyak Manfaat Lho

Secara Keseluruhan Angka Bunuh Diri Meningkat

Namun, kematian akibat bunuh diri hanya mengungkapkan sebagian dari masalahnya. Sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa lebih dari satu tahun, 2017 hingga 2018, jumlah orang Amerika yang datang ke ruang gawat darurat untuk membantu pikiran bunuh diri meningkat lebih dari 25 persen.

"Tingkat bunuh diri saat ini di negara ini sangat tinggi," kata Direktur medis Aliansi Nasional Penyakit Mental, di Arlington, AS Dr. Ken Duckworth.

Dia mengatakan, laki-laki memiliki angka kematian yang jauh lebih tinggi daripada perempuan karena mereka cenderung menggunakan cara yang lebih mematikan ketika mereka mencoba bunuh diri.

[Baca Juga: Kenapa Harus Hati-Hati Memberitakan Kasus Bunuh Diri?]

"Studi ini mulai mendapatkan pertanyaan, 'Apakah pria tertentu lebih rentan daripada yang lain untuk mencoba bunuh diri dengan cara kekerasan?" kata Ken.

Dia menyebut temuan itu "menarik," dan memuji para peneliti karena menangani pertanyaan sulit untuk dipelajari. Namun Ken menambahkan, tidak jelas bagaimana, secara individual, profesional kesehatan mental dapat menggunakan informasi dalam membantu pasien laki-laki.

Di sisi lain, katanya, temuan itu menunjukkan masalah yang luas untuk ditangani. "Bagaimana kita mengkulturasi anak-anak kita tentang apa artinya menjadi laki-laki?" tutup Ken.

Read More

Artikel Lainnya

Sensus Penduduk Tetap Berjalan Secara Daring Selama Pandemi COVID-19

Berita Kawasan

Sensus Penduduk Tetap Berjalan Secara Daring Selama Pandemi COVID-19

07 April 2020, 11:00

Menurut data Disdukcapil Kota Tangerang, per 2 April, sejumlah 103.667 keluarga Kota Tangerang telah berpartisipasi sensus penduduk online 2020.

Kemendikbud Akan Beri Sertifikat Penghargaan 15.000 Relawan Mahasiswa

Pendidikan

Kemendikbud Akan Beri Sertifikat Penghargaan 15.000 Relawan Mahasiswa

07 April 2020, 10:00

Relawan mahasiswa kesehatan yang membantu menangani COVID-19 ini akan diberikan sertifikat yang dapat dikonversikan menajdi SKS.

4 Rekomendasi Film Romantis Selama Isolasi Diri

Berita Kawasan

4 Rekomendasi Film Romantis Selama Isolasi Diri

07 April 2020, 09:00

Film-film romantis berikut bisa temani Anda isolasi diri di rumah. Ada empat film pilihan kami yang bisa ditonton dari beberapa aplikasi streaming film.

Terminal Giwangan Rajin Disinfeksi untuk Antisipasi Covid-19

Berita Kawasan

Terminal Giwangan Rajin Disinfeksi untuk Antisipasi COVID-19

07 April 2020, 08:00

Sebagai salah satu upaya untuk mencegah menyebarnya Virus Corona, Terminal Giwangan rajin didisinfeksi per tiga hari.


Comments


Please Login to leave a comment.