Roadshow Sosialisasi Tolerasi Keberagaman Kota Bekasi.jpg

Berita Kawasan

Roadshow Sosialisasi Toleransi Keberagaman Kota Bekasi

Wali Kota Bekasi Dr. Rahmat Effensi bersama Forum Pimpinan Daerah (FORPINDA) Kota Bekasi telah melanjutkan roadshow “Sosialisasi Toleransi Keberagaman Kota Bekasi Yang Harmoni” di SMA Negeri 15 Kota Bekasi.

Dilansir bekasikota.go.id (22/2/2019), sebelumnya roadshow ini sudah berlangsung di SMK Negeri 1 Kota Bekasi. Lanjutan roadshow sosialisasi ini dihadiri Sekretaris Daerah Kota Bekasi Hj. Renny Hendrawati, Kepala Badan Kesbangpol Kota Bekasi Abdilah, Ketua FKUB Kota Bekasi H. Abdul Manan, Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto, Inspektur Kota Bekasi Widodo Indrijantoro, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi Dr Inayatullah, Camat Bantargebang Asep Gunawan, Lurah se-Kecamatan Bantargebang, Kasubag Internal Dokumentasi Humas Kota Bekasi Sudarsono, Kepala Sekolah SMKN 15 Kota Bekasi Sugiono dan Aparatur Sipil Negara (ASN) SMAN dan SMKN Kota Bekasi.
Dalam sosialisasi ini, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang hadir diantaranya guru SMA Negeri 15 Kota Bekasi, SMK Negeri 15 Kota Bekasi, SMA Negeri 22, SMK Negeri 7 Kota Bekasi dan SMK Negeri 8 Kota Bekasi.

[Baca Juga: Wali Kota Bekasi Harap Warga Jaga Kedamaian Tahun Politik]


Para guru diharapkan bisa bersama-sama menjaga rasa saling menghormati dan saling menghargai keberagaman yang ada di negeri Indonesia seperti yang disampaikan Wali Kota Bekasi Dr. Rahmat Effendi dalam sambutannya. "Mari kita jaga bersama toleransi yang selama ini telah terjalin, menjaga bersama rasa persaudaraan sesama anak bangsa. Saat ini, Kota Bekasi sudah menjadi Kota yang sangat Heterogen, Kota yang sangat beragam, mari bersama kita rajut dan pertahankan," ujar Wali Kota Bekasi Dr. Rahmat Effendi.

Perang Melawan Hoaks

Dalam merajut kebhinekaan, selain Wali Kota Bekasi, Kombes Pol Indarto turut bersuara semua pihak bersatu padu untuk merajut kebhinekaan, merawat rasa toleransi keberagaman yang selama telah terbangun dengan baik dan berperang melawan hoaks.
Hoaks atau berita bohong sudah banyak sekali mengelilingi masyarakat sehingga dapat membuat kegaduhan dan menimbulkan kebencian terhadap seseorang. Kombes Pol Indarto menyampaikan agar siapapun yang menemukan penyebaran hoaks segera melaporkan ke pihak kepolisian.

Dengan adanya sosialisasi toleransi keberagaman ini, dia berharap semua yang hadir dalam sosialisasi bisa diaplikasikan pada realita yang dijalani.
"Saya sangat apresiasi dengan adanya sosialisasi toleransi keberagaman ini, kita aplikasikan realisasinya kedepan, kita sudah memiliki nilai ditingkat Nasional sebagai Kota Toleran, lalu juga mendapat predikat Harmoni Award. Mari kita pertahankan dan mari dimulai dari diri sendiri dengan tidak membuat berita bohong yang kemudian di sebar," ucapnya.
Guru berperan membentuk karakter generasi penerus bangsa sehingga menjadi tonggak persatuan keberagaman seperti yang diutarakan Sekretaris Daerah Kota Bekasi Hj Renny Indrawati disela-sela acara.

[Baca Juga: Tahun 2019 Jadi Prioritas Infrastruktur Pendidikan di Bekasi]

"ASN menjadi tonggak pemersatu, terutama para guru, harus bisa membentuk karakter para generasi penerus bangsa ini, memberikan pemahaman tentang makna indahnya toleransi, ditengah masyarakat yang heterogen," ujarnya
Dia juga berpesan untuk para guru agar bersama- sama menjaga keberagaman dengan berkomitmen untuk hidup berdampingan tanpa saling sebarkan Hoax, kebencian dan radikal.

Silaturahmi dan komunikasi yang terjalin akan membuat kebersamaan terjalin erat dan menjadi aset termahal di Indonesia seperti yang diujar Hj. Renny Indrawati pada bekasikota.go.id (22/2/2019).

Read More

Artikel Lainnya

Selama Ramadan, Kafe dan Restoran di Bandung diperbolehkan Buka Sampai Pukul 23.00 3.jpg

Bisnis

Selama Ramadan, Kafe dan Restoran di Bandung Boleh Buka Sampai Pukul 23.00

11 April 2021, 11:44

Pemerintah Kota Bandung memperbolehkan usaha kuliner buka sampai pukul 23.00 WIB. Hal ini disampaikan oleh Oded M. Danial, Ketua Komite Penanganan Covid-19 Kota Bandung.

Gempa 3.jpg

Berita Kawasan

“Bangun Ayo Bangun Cah” Senandung Ibu-Ibu Dusun Kajar Ketika Gempa Malang Terjadi

11 April 2021, 11:09

Tradisi pun dimunculkan sebagai cara menanggulangi akibat emosional calon bayi setelah gempa terjadi.

Gempa 1.jpg

Berita Kawasan

Gempa 6,7 Skala Richter di Malang Sambung Rentetan Musibah di Indonesia

11 April 2021, 10:02

Gempa Malang menjadi rentetan bencana di Indonesia yang perlu diwaspadai kelanjutannya.

Ilustrasi Gempa Bumi

Pendidikan

Negeri Seribu Gempa, Ini Mitigasi Bencana Gempa Bumi yang Perlu Diketahui Masyarakat

11 April 2021, 09:07

Gempa bumi di Indonesia adalah sesuatu yang tidak bisa dihindarkan dan menjadi konsekuensi bagi masyarakat yang tinggal di Indonesia. Alih-alih mengindari dan lari dari bencana, pada akhirnya kita harus hidup berdampingan dengan bencana alam.


Comments


Please Login to leave a comment.