RPTRA Madusela Adakan Pelatihan Tari Tradisional Lenggang Nyai

Berita Kawasan

RPTRA Madusela Adakan Pelatihan Tari Tradisional Lenggang Nyai

Selain memang berfungsi sebagai tempat berkumpul anak dan lanjut usia (lansia), Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) juga berfungsi sebagai tempat pendidikan dan ragam aktivitas lainnya.

Seperti halnya di RPTRA Mangga Dua Selatan (Madusela). Di ruang publik yang berlokasi di Jalan Mangga Besar, Mangga Dua Selatan, Jakarta Pusat ini puluhan anak-anak hingga remaja mengikuti pelatihan tari tradisional Betawi yakni Lenggang Nyai setiap hari Minggu dan Senin.

[Baca Juga: Pelatihan Musik dan Tari di RPTRA Kepulauan Seribu]

Pengelola RPTRA Madusela sekaligus instruktur tari tradisional dari Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Sudin Parbud) Jakarta Pusat Anggie mengatakan, pada hari Minggu latihan dimulai saat sore hari. Sedangkan hari Senin dimulai usai jam sekolah.

“Pelatihan seni tari di RPTRA Madusela sudah dimulai sejak tahun 2017,” katanya seperti dikutip dari Berita Jakarta (18/3/2019).

[Baca Juga: Melawan Alzheimer dengan Line Dance]

Anggie juga menjelaskan, berbagai penghargaan lomba seni tari di tingkat kecamatan maupun kota sudah berhasil diraihnya. Namun belum cukup sampai di situ, pihaknya masih bertekad untuk meraih penghargaan di tingkat provinsi.

“Banyak piala atau prestasi yang sudah kita dapat. Kita bertekad mudah-mudahan nanti bisa meraih penghargaan di tingkat Provinsi,” lanjut Anggie.

Sejarah Tari Lenggang

Sekadar diketahui, Tari Lenggang Nyai adalah salah satu tarian khas Jakarta yang diambil dari sebuah cerita rakyat. Banyak pesan dan makna yang ingin disampaikan melalui tarian ini, terutama pesan mengenai kebebasan wanita.

Tari Lenggang Nyai dikatakan bersumber dari cerita rakyat betawi, yaitu Nyai Dasimah. Nama tari Lenggang Nyai sendiri berasal dari kata lenggang yang berarti melenggak-lengok dan kata nyai yang diambil dari cerita Nyai Dasimah.

[Baca Juga: Kursus Masak di Kelurahan untuk Warga Sawah Besar]

Menurut cerita, Nyai Dasimah merupakan seorang wanita cantik dari betawi yang berada dalam kebingungan untuk memilih pendamping hidupnya. Pada saat itu dia dihadapkan pada dua pilihan pria yang berbeda kebangsaan yakni pria Belanda dan pria Indonesia.

Setelah berpikir panjang, Nyai Dasimah pun memilih sorang pria Belanda bernama Edward William. Setelah menikah, kehidupan Nyai Dasimah berubah. Adanya aturan–aturan yang di buat suaminya membuat Nyai Dasimah merasa terkekang. Merasa haknya sebagai perempuan di rampas, Nyai Dasimah memutuskan untuk memberontak dan memperjuangkan kebebasannya.


Read More

Artikel Lainnya

Jelang JFW 2023, Ini 8 Desainer yang Karyanya Tembus Panggung Internasiona l.jpg

Kecantikan dan Fashion

Jelang JFW 2023, Ini 8 Desainer yang Karyanya Tembus Panggung Internasional

07 October 2022, 14:07

Setidaknya ada delapan desainer yang rencananya hadir di JFW 2023 dengan karya yang sudah digunakan para selebriti internasional.

Resmi Dijual 7 Oktober 2022, Ini Harga Infinix Zero Ultra dan Zero 2 0.jpg

Bisnis

Resmi Dijual 7 Oktober 2022, Ini Harga Infinix Zero Ultra dan Zero 20

07 October 2022, 10:03

Pekan ini secara resmi Infinix Indonesia memboyong produk flagship-nya ke Indonesia dengan harga mulai dari Rp3 jutaan.

Konser Justin Bieber Diundur Hingga Tahun 2023, Ini Cara Refund-nya.jpg

Hobi dan Hiburan

Konser Justin Bieber Diundur Hingga Tahun 2023, Ini Cara Refund-nya

07 October 2022, 07:35

Pihak promotor akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi bahwa konser Justin Bieber pada tahun ini akan diundur sampai tahun 2023 dengan penonton diperbolehkan untuk mengajukan refund.

Pelajar Ikut Beraksi di Perayaan HUT ke-266 Kota Yogyakarta.jpg

Pendidikan

Pelajar Ikut Beraksi di Perayaan HUT ke-266 Kota Yogyakarta

06 October 2022, 18:54

Dari mulai pelajar SMP hingga dalang cilik, generasi muda Jogja terlihat turun ke jalan untuk merayakan HUT ke-266 Kota Yogyakarta pada pekan ini.


Comments


Please Login to leave a comment.