ads
KEMAYORAN_KESEHATAN_RUJUKAN BPJS DARING PERMUDAH LAYANAN DI FASKES_OCI-01.jpg

Kesehatan

Rujukan BPJS Daring Permudah Layanan di Fasilitas Kesehatan

Mulai tangga 21 Juni 2018 semua Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) mitra BPJS Kesehatan yang telah terhubung jaringan internet diwajibkan untuk menerapkan sistem rujukan BPJS daring agar pelayanan menjadi mudah dan cepat. Sistem ini diwajibkan bagi semua FKTP yang sudah terhubung jaringan komunikasi internet mulai 21 Juni 2018 lalu. Sistem ini resmi diujicobakan di 20.906 fasilitas kesehatan (faskes) pada hari ini, 15 Agustus 2018.

Deputi Direksi Bidang Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan, Arief Syaefuddin, seperti dikutip dari antaranews.com mengatakan, uji coba dimaksudkan untuk melihat mana saja aspek-aspek yang perlu disempurnakan. Setelah semuanya siap diharapkan per 1 Oktober 2018 sistem rujukan daring diterapkan sepenuhnya.

Arief menambahkan, rujukan daring sebetulnya sudah dipersiapkan sejak lama. Namun implementasinya sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur masing-masing faskes. Untuk mengimbangi kebutuhan masyarakat di era digital kini, faskes harus beradaptasi dengan memanfaatkan teknologi rujukan daring.

[Baca Juga : Prolanis Jadi Program Unggulan di Klinik BPJS Kesehatan]

Hingga 31 Juli 2018, sebanyak 20.906 FKTP telah terhubung jaringan komunikasi datanya dan bisa menerapkan sistem rujukan daring. Masih ada sekitar 6% FKTP yang belum melakukan rujukan daring karena terkendala jaringan internet. BPJS optimis jumlah faskes yang mengaplikasikan sistem ini akan terus meningkat.

Namun, peserta tak perlu khawatir karena selama masa transisi ini, rujukan manual dalam bentuk kertas atau hard copy masih berlaku. Peserta yang membawa rujukan manual tetap dilayani. Sistem rujukan daring ini juga telah disosialisasikan BPJS kepada petugas seluruh faskes, sehingga mereka paham betul mekanisme rujukan daring ini.

“Kita memang masih dalam masa transisi. Namun rujukan online juga sudah berjalan secara bertahap di sebagian fasilitas kesehatan. Kami sedang berupaya agar dalam waktu dekat mekanisme rujukan online ini dapat diterapkan dengan optimal di seluruh faskes yang bermitra dengan BPJS Kesehatan,” kata Arief pada acara “Ngopi bareng JKN” di Jakarta pada Selasa, 14 Agustus, masih dari sumber yang sama.

Tidak Perlu Bolak-balik

Arief menjelaskan, sistem rujukan daring adalah digitalisasi proses rujukan berjenjang untuk kemudahan dan kepastian peserta memperoleh layanan di rumah sakit. Peserta akan dirujuk ke rumah sakit tujuan yang baik kompetensi, jarak maupun kapasitasnya sesuai dengan kebutuhan medis pasien. Jadi, peserta tidak perlu ke sana ke mari mencari rumah sakit yang sesuai penyakitnya.

Deputi Direksi Bidang Jaminan Pelayanan Kesehatan Rujukan BPJS Kesehatan, Budi Mohamad Arief, dalam acara yang sama menambahkan, prosedur rujukan daring pada dasarnya sama dengan rujukan manual. Bedanya, ada sejumlah keunggulan yang tidak dimiliki rujukan manual. Di antaranya, rujukan daring bersifat real time dari FKTP ke rumah sakit, dan menggunakan dokumentasi digital. Data dari P-Care di FKTP langsung terkoneksi ke rumah sakit, sehingga memudahkan analisis data calon pasien.

Dengan sistem rujukan daring, peserta tidak perlu khawatir ketika surat rujukannya hilang atau ketinggalan di rumah. Karena informasi rujukan peserta sudah terekam dalam sistem daring, baik di FKTP maupun di rumah sakit. Hanya dengan menunjukkan kartu JKN-KIS, peserta sudah bisa dilayani di FKTP dan rumah sakit tempatnya dirujuk.

[Baca Juga : Puskesmas Kebon Jeruk Jakarta Prioritaskan Layanan Lansia]

Kemudian data peserta sudah tercatat di database antarfaskes, sehingga pelayanan yang didapat menjadi lebih cepat. Itu karena data peserta tidak perlu dimasukkan ulang pada saat pendaftaran, termasuk data diagnosa penyakit yang diderita peserta.

BPJS juga telah mensosialisasikan kepada petugas fasilitas kesehatan agar paham betul mekanisme rujukan daring ini sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik kepada peserta JKN-KIS yang membutuhkan. Dengan sistem rujukan BPJS daring, diharapkan atrean di Puskesmas sebagai FKTP dapat dipangkas sehingga warga tidak perlu menunggu lama.

ads
ads
ads

Artikel Lainnya

Kampus PUPR Jadi Contoh Greenship Neighborhood.jpg

Properti dan Solusi

Kampus PUPR Jadi Contoh Greenship Neighborhood

T3 24 February 2019, 10:00 a.m.  |  2 Views

Kampus PUPR yang dikembangkan Kementerian PUPR sebagai percontohan Greenship Neighborhood.

Buruknya Infrastruktur Pendidikan di Bekasi.jpg

Pendidikan

Tahun 2019 Jadi Prioritas Infrastruktur Pendidikan di Bekasi

T3 24 February 2019, 09:00 a.m.  |  2 Views

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di setiap daerah, termasuk Jawa Barat pembanguan infrastruktur seharusnya jadi perhatian penting bagi pemerintah setempat.

Vaksin Rabies Gratis di Stan Dinas KPKP Jakarta.jpg

Berita Kawasan

Vaksin Rabies Gratis di Stan KPKP Jakarta Indonesia Pet Show 2019

T3 23 February 2019, 09:00 a.m.  |  5 Views

Dinas KPKP Jakarta memberikan layanan vaksi gratis untuk pengunjung yang membawa hewan peliharaan mereka ke JIPS 2019.

Kampung Batik Siap Tampil di Festival Budaya Musim Semi Belanda.jpg

Kecantikan dan Fashion

Kampung Batik Siap Tampil di Festival Budaya Musim Semi Belanda

T3 23 February 2019, 10:00 a.m.  |  4 Views

Belanda merupakan negara pertama yang akan diperkenalkan batik buatan warga di wilayah paling timur Kota Tangerang ini.


Comments

Please Login to leave a comment.

ads