Rumah Sakit Perlu Lakukan 10 Langkah Ini untuk Dukung Ibu Menyusui

Kesehatan

Rumah Sakit Perlu 10 Langkah Ini untuk Dukung Busui (Bagian 1)

Kementerian Kesehatan mewajibkan seluruh pelayanan kesehatan yang menyediakan pelayanan kehamilan dan persalinan untuk menerapkan 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (10 LMKM). Namun, mengutip dari theconversation.com (4/2/2019), hingga kini hanya sekitar 8 persen rumah sakit pemerintah di Indonesia yang menerapkan kebijakan itu. Padahal Menteri Kesehatan telah mewajibkan 10 langkah tersebut sejak 2004.

Menurut PhD Candidate in Health Services Research and Policy Department, Research School of Population Health, Australian National University Andini Pramono dalam tulisan tersebut, terdapat beberapa tantangan yang menyulitkan implementasi kebijakan itu. Tantangan tersebut di antaranya: resistansi tenaga medis terhadap perubahan, kurangnya dukungan dari tenaga medis, dan kurangnya dukungan pendanaan.

[Baca Juga: Inisiasi Menyusui Dini Penting Untuk Ibu dan Bayi]

Andini yang juga pengurus Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) dan konsultan laktasi bersertifikat internasional (IBCLC) ini memaparkan 10 langkah tersebut dan menyarankan agar Anda meminta rumah sakit untuk menerapkannya.

1. Tingkatkan Independensi Rumah Sakit

Mematuhi Kode Internasional Pemasaran Produk Pengganti ASI yang dikeluarkan WHO. Rumah sakit dilarang bekerja sama dalam bentuk apa pun dengan perusahaan susu formula dan afiliasinya. Contoh dari pemasaran yang tidak etis adalah pemberian bantuan dana pelatihan dari produsen susu formula pada tenaga medis. Ini memunculkan konflik kepentingan pada tenaga medis atau rumah sakit dan dapat mempengaruhi independensi.

2. Tingkatkan Kapasitas Staf Rumah Sakit

Langkah kedua adalah memastikan semua staf rumah sakit memiliki pengetahuan, kompetensi, dan keterampilan dalam memberikan dukungan menyusui. WHO telah menyusun tiga kategori tenaga rumah sakit dan minimal jam pelatihan yang harus diberikan untuk setiap kategori.

[Baca Juga: Benarkah Senam Hamil Dapat Lancarkan Persalinan?]

3. Diskusi dengan Ibu

Langkah ketiga adalah mendiskusikan dengan perempuan hamil dan keluarganya tentang manajemen laktasi dan pentingnya menyusui. Perubahan mendasar pada versi 2018 adalah perubahan penggunaan kata ‘menginformasika’ menjadi ‘mendiskusikan’, yang mengindikasikan ada komunikasi dua arah. Selain itu, keluarga juga dilibatkan dalam proses diskusi ini.

Rumah Sakit Perlu Lakukan 10 Langkah Ini untuk Dukung Ibu Menyusui

4. Menyusu Dini dalam 60 Menit Pertama

Memfasilitasi kontak kulit segera setelah lahir dan tanpa interupsi, serta mendukung ibu untuk melakukan Inisiasi Menyusu Dini merupakan langkah keempat. Ini berarti rumah sakit wajib melaksanakan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dalam waktu 60 menit setelah bayi lahir, jika kondisi ibu dan bayi memungkinkan. Ini juga berarti rumah sakit wajib melaksanakan IMD tanpa melihat status pendanaan (apakah pasien yang ditanggung BPJS Kesehatan, pasien asuransi swasta atau pasien umum), tanpa melihat kelas perawatan (kelas 1, 2, atau 3).

Bersambung ke Bagian 2.

Read More

Artikel Lainnya

Penelitian Menemukan Kaitan Imunitas DBD dapat Membantu Melawan COVID-19

Kesehatan

Penelitian Menemukan Kaitan Imunitas DBD dalam Melawan COVID-19

22 September 2020, 17:03

Penelitian ini membandingkan distribusi geografis kasus virus corona dengan penyebaran demam berdarah pada 2019 dan 2020.

DKI Jakarta Perlu Penambahan Lahan Pemakaman Khusus COVID-19

Berita Kawasan

DKI Jakarta Perlu Penambahan Lahan Pemakaman Khusus COVID-19

22 September 2020, 16:20

Saat ini, terdapat dua TPU khusus COVID-19: Pondok Ranggon dan TPU Tegal Alur. Jika tak ada penambahan lahan, dikhawatirkan lahan itu akan habis.

Pemkot Bogor Luncurkan Pedoman PJJ dan WiFi Publik Gratis di 797 RW

Pendidikan

Pemkot Bogor Luncurkan Pedoman PJJ dan WiFi Publik Gratis di 797 RW

22 September 2020, 14:15

Ada sejumlah persoalan dalam penerapan PJJ, seperti persoalan akses wifi yang tidak merata, kemampuan untuk membeli kuota internet dan materi pembelajaran.

Dengan 620 Pompa, DKI Jakarta Siaga 24 Jam Hadapi Banjir

Berita Kawasan

Dengan 620 Pompa, DKI Jakarta Siaga 24 Jam Hadapi Banjir

22 September 2020, 13:17

Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta memastikan mayoritas pompa mobile dan pompa stasioner di Jakarta dalam kondisi prima menghadapi musim hujan.


Comments


Please Login to leave a comment.