Rumput Laut untuk Biofuel 1.jpg

Bisnis

Rumput Laut Pengganti Bahan Bakar Minyak?

Penelitian terbaru yang dilakukan beberapa peneliti, diantaranya Professor Avigdor Abelson dari Tel Aviv University’s Department of Zoology and The New Renewable Energy Center Israel, Dr. Alvaro Israel dari The Israel Oceanography Institute, Professor Aharon Gedanken dari Bar-Ilan University, Dr. Ariel Kushmaro dari Ben-Gurion University, dan salah satu murid mereka Leor Korzen, PhD. menemukan bahwa beberapa tanaman laut mampu menghasilkan bioetanol yang sering digunakan sebagai bahan bakar transportasi.

Tim peneliti melakukan penelitian hingga ke dasar laut untuk menganalisis sumber energi terbarukan yang tidak membahayakan habitat alam dan keanekaragaman hayati. Mereka mengatakan, rumput laut dapat tumbuh lebih cepat dan dipanen tanpa mengorbankan ekosistem lainnya.

[Baca Juga: Inspiratif! Warga Meruya Utara Olah Sampah Jadi Energi]

“Ini berarti rumput laut memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai biofuel dan bermanfaat bagi kehidupan manusia tanpa merusak habitatnya, “ kata Prof. Abelson seperti dilansir Sciencedaily (18/1/19).

Manfaat Rumput Laut untuk Biofuel

Para peneliti percaya bahwa memproduksi biofuel dari bahan berbasis rumput laut mampu memecahkan masalah yang selama ini timbul. Sistem yang sedang dikembangkan tim peneliti adalah Combined Aquaculture Multi-Use Systems (CAMUS).

Sistem ini memperhitungkan segala kemungkinan dan realitas kehidupan laut dan aktivitas manusia di dalamnya.

[Baca Juga: Wali Kota Jakarta Timur Targetkan 1 Juta Biopori]

“Dengan menggunakan beberapa spesies alga, CAMUS dapat mengubah sampah laut menjadi sumber daya produktif seperti biofuel. Pada saat yang sama juga mengurangi dampak polusi terhadap ekosistem lokal, “ ujarnya.

Saat ini mereka tengah bekerja keras meningkatkan isi karbohidrat dan gula dari rumput laut untuk fermentasi efisien menjadi bioetanol. Mereka juga percaya bahwa makroalga akan menjadi sumber utama biofuel di masa depan.

Sistem CAMUS yang baru diprediksi dapat mengubah rumput laut menjadi bioetanol yang produktif, efisien, dan hemat biaya.

Read More

Artikel Lainnya

Pelebaran Kreteg Wesi Sampangan, Kota Semarang Selesai Akhir November

Berita Kawasan

Pelebaran Kreteg Wesi Sampangan, Kota Semarang Selesai Akhir November

26 September 2020, 17:46

Menelan anggaran sebesar 20 milyar rupiah, pelebaran akses yang menghubungkan Gunungpati dan Gajahmungkur itu ditargetkan rampung November 2020.

Serunya Nonton Film Bareng di Drive-In Senja Bandung

Hobi dan Hiburan

Serunya Nonton Film Bareng di Drive-In Senja Bandung

26 September 2020, 11:39

Ini dilakukan outdoor. Mudah-mudahan tidak terlalu khawatir juga sama COVID-19. Karena kita berada di mobil sendiri relatif lebih aman.

Di Bawah Rp500 Ribuan, Amazfit Neo Siap Diluncurkan .jpg

Bisnis

Di Bawah Rp500.000-an, Amazfit Neo Siap Diluncurkan

25 September 2020, 18:43

Perusahaan Huami siap meramaikan pasar jam tangan pintar di Indonesia dengan produk Amazfit Neo yang memiliki harga tak sampai Rp500 ribuan.

Memadukan Seni, Sains, dan Teknologi dalam Batik Fractal

Kecantikan dan Fashion

Memadukan Seni, Sains, dan Teknologi dalam Batik Fractal

25 September 2020, 16:06

Ternyata algoritma matematika bisa menghasilkan corak batik. Begini cara membuat batik frctal dengan apliksi yang diciptakan anak bangsa.


Comments


Please Login to leave a comment.