RUU Omnibus Law Cipta Kerja Turut Menyasar Pers, Apa Saja Dampaknya

Berita Kawasan

RUU Omnibus Law Cipta Kerja Turut Menyasar Pers, Apa Saja Dampaknya?

Selain buruh pabrik, Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja turut mengancam insan pers tanah air. Pasalnya, ada beberapa pasal dalam rancangan legislasi tersebut yang turut bersinggungan dengan Undang-Undang (UU) Pers.

Perwakilan LBH Pers Mona Ervita, RUU Omnibus Law Cipta Kerja menilai beberapa aturan dalam regulasi tersebut berpotensi menjadi pasal karet. Hal ini dapat dilihat dalam aturan perihal penanaman modal dan pengaturan sanksi kepada perusahaan pers.

RUU Omnibus Law Cipta Kerja Turut Menyasar Pers, Apa Saja Dampaknya

“Ketika RUU Cipta Kerja sudah jadi, nantinya perusahaan pers wajib mendaftarkan dirinya menjadi perusahaan pers berbadan hukum. Kita melihat banyak media yang belum berbadan hukum, seperti media komunitas, pers mahasiswa, startup media, yang mana nilai independensinya lebih tajam sekali daripada media-media besar,” kata Mona, dalam acara konferensi pers Fraksi Rakyat Indonesia (FRI) Pasal Petaka RUU Cipta Kerja, Jakarta (20/2/2020).

Akibatnya, ketika ada sengketa pers maka yang akan dilihat perkaranya yakni legalitas status perusahaannya. Padahal seharusnya persoalan terkait pemberitaan yang dilihat ialah kode etik jurnalistik yang dijalankan wartawan dalam melakukan pemberitaan.

[Baca Juga: Ini Alasan Aliansi Masyarakat Sipil Tolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja]

“Nantinya ketika ada sengketa pers yang dilihat bukan kode etik jurnalistiknya, tapi dari legalitas perusahaannya. Ini berpotensi menjadi pasal karet karena kalau perusahaannya tidak berbadan hukum, nantinya dikenakan sanksi seperti sanksi penyebaran berita bohong,” jelasnya.

Tak hanya mengancam perusahaan pers, RUU Omnibus Law Cipta Kerja juga mengancam para jurnalisnya. Hal ini sebagaimana yang dipaparkan oleh Ketua Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi (Sindikasi) Ellena Ekarahendy, (20/2/2020).

“Perlu kita garis bawahi bahwa RUU Cipta Kerja bukan hanya berdampak pada buruh pabrik, tetapi ini juga berdampak pada seluruh lini pekerja,” katanya.

Ini Alasan Aliansi Masyarakat Sipil Tolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja

Menurutnya, adanya potensi menjadikan pekerja sebagai tenaga kontrak permanen turut dapat menyasar pekerja media. Hal ini sebagaimana yang dialami para anggota Sindikasi. Dari 200 anggota yang tergabung dalam serikat pekerja ini, sebanyak 61 persen merupakan pekerja media dan industri kreatif. Mereka juga ada yang masih berstatus kontrak.

“Relasi untuk menjadi pekerja tetap semakin sulit, terutama pekerja muda dan akan semakin sulit kepada teman-teman calon pekerja. Mereka jadi mustahil menjadi pekerja tetap,” tuturnya.

Tak hanya itu, pasal 90 b RUU Cipta Kerja yang membahas perihal pengupahan khusus untuk pada Usaha Mikro dan Kecil berpotensi merugikan pekerja. Sebab, dalam aturan tersebut tertulis bahwa kesepakatan upah dapat mengacu pada garis kemiskinan. Menurutnya hal tersebut sangat problematik karena indikator garis kemiskinan di beberapa industri tidak konsisten dan rendah sekali.

“Ini berbahaya karena kini industri digital atau startup terkategori sebagai UMKM, artinya kondisi kerja yang sangat rentan dengan minim perlindungan,” jelasnya.

Perubahan waktu lembur pun juga dinilai dapat merugikan pekerja media. Dalam RUU Cipta Kerja, waktu lembur yang sebelumnya maksimal 3 jam menjadi 4 jam dalam sehari.

“Teman-teman media juga merasakan dengan UU No. 13 Tahun 2003 saja kerja lebih dari 8 jam dan lembur 3 jam dan sering kali tidak dibayar, kemudian sekarang di legitimasi dengan RUU Cipta Kerja,” jelasnya.


Read More

Artikel Lainnya

Setu Babakan Jadi Lokasi Temu Nasional Seni Budaya Muslimin Indonesia 2022.jpg

Berita Kawasan

Setu Babakan Jadi Lokasi Temu Nasional Seni Budaya Muslimin Indonesia 2022

02 December 2022, 18:12

Lesbumi-NU mulai hari ini hingga 3 Desember 2022 menjadikan Kampung Budaya Betawi Setu Babakan sebagai ‘rumah’ rakornas sekaligus Temu Nasional Ses Budaya Muslimin Indonesia 2022.

Dukung Pemberdayaan Difabel di Bidang Digital, Acer Serahkan Bantuan Laptop.jpg

Bisnis

Dukung Pemberdayaan Difabel di Bidang Digital, Acer Serahkan Bantuan Laptop

02 December 2022, 16:10

Acer baru-baru ini menggelar kegiatan CSR-nya dengan menargetkan kelompok difabel yang ingin mendalami sekaligus berkarya di bidang coding.

Sambut Akhir Tahun 2022, KFC Kembali Hadirkan Menu Golden Combo.jpg

Kuliner

Sambut Akhir Tahun 2022, KFC Kembali Hadirkan Menu Golden Combo

02 December 2022, 14:07

Dalam merayakan penghujung tahun 2022, KFC meluncurkan menu Golden Combo serta menggelar campaign Golden Moment yang berhadia voucher hingga iPhone Pro 14.

Infinix Note 12 2023 Akan Diperkenalkan Resmi di Indonesia Pekan Depan.jpg

Bisnis

Infinix Note 12 2023 Akan Diperkenalkan Resmi di Indonesia Pekan Depan

02 December 2022, 12:03

Setelah merilis Infinix Note 12 sekitar enam bulan lalu, Infinix kembali akan memperkenalkan versi terbaru dari ponsel pintarnya ini yang disinyalir lebih siap menjajal penggunaan multitasking.


Comments


Please Login to leave a comment.

  • Suki 2 years, 9 months lalu
    suki

    pingin miliki barang kesukaan tp isi dompet gak pernah tercukupi.. jangan bersedih guys....karena kamu punya partner yang bisa wujudkan impianmu segera aja ke dupa88,net dan jangan lupa join now yach... bukan hanya wujudkan impianmu tp juga bisa bikin kamu menjadi jutawan. <a href="https://dupa88.co/" rel="nofollow noopener" title="dupa88.net">Click Disini</a>