sahabat anak manggarai

Pendidikan

Sahabat Anak Manggarai, Tempat Belajar Untuk Anak Jalanan

Sekolah merupakan hak dan kewajiban bagi semua masyarakat Indonesia. Namun sayang, masih banyak anak-anak yang kekurangan akses untuk sekolah dan belajar dengan baik. Bukan hanya di daerah di ujung Indonesia, bahkan ada beberapa anak-anak yang tidak bisa sekolah atau terpaksa sekolah karena keterbatasan biaya di Ibukota. Ironis memang, mengingat Jakarta merupakan kota metropolitan dengan segala kemewahannya. Masalah pendidikan ini bukan hanya diperhatikan oleh pemerintah, banyak orang yang tergerak untuk membantu anak-anak yang kurang beruntung mengecap dunia pendidikan.

Beberapa orang tersebut biasanya menyelenggarakan rumah belajar untuk anak-anak jalanan. Memberikan edukasi tambahan agar anak-anak ini tetap memiliki pengetahuan. Sahabat Anak Manggarai, mulanya, kegiatan belajar mengajar di Manggarai dilakukan pada tahun 1999 oleh Yayasan KDM (Kampus Diakoneia Modern) melalui rumah singgah yang terletak di Kebon Sirih. Pada saat itu, SA Manggarai melakukan pendekatan terhadap anak-anak yang berada di Terminal Manggarai, Jakarta Selatan.

Kemudian berlanjut pada tahun 2002, setelah mengikuti kegiatan Jambore Anak Jalanan VI, dimulailah kegiatan belajar mengajar yang dilakukan di Manggarai. Pada saat itu jumlah pengajar masih sangat sedikit, tempat belajar pun tak pasti di mana karena terus berpindah-indah dari satu tempat ke tempat lainnya. Kegiatan belajar mengajar pernah dilakukan di mushola hingga salah satu rumah warga mau tak mau dikorbankan untuk tempat belajar para anak-anak didikan SA Manggarai.

Kemudian pada tahun 2007, tempat yang jadi rumah belajar termasuk jadi lokasi penggusuran. Sehingga pada saat itu kegiatan belajar mengajar sempat vakum beberapa saat. Untuk mengakali hal ini, tim mengalihkan proses belajar mengajar di Taman Suropati, Jakarta Pusat. Pada saat itu, tim harus menjemput anak sebelum akhirnya pindah kembali ke sebuah Pos Ronda di Manggarai Selatan. Masa ini, 10 volunteer datang untuk mengajar sekitar 60 anak yang datang dan mengunjungi belasan anak lain yang berada di kawasan Manggarai.

Kemudian pada Oktober 2011, kegiatan belajar mengajar dipindahkan ke Sekretariat Karang Taruna Manggarai Utara yang berlangsung hingga kini. Tempat tersebut dipinjamkan untuk setiap hari Minggu sore untuk belajar. Kini jumlah anak-anak yang mengikuti SA Manggarai totalnya sudah lebih dari 100 orang mulai dari usia 4-12 tahun. Jumlah pengajar juga bertambah, yaitu sebanyak lebih dari 30 orang.

Bahkan ada relawan dari negara asing yang pernah membantu kegiatan belajar mengajar SA Manggarai, misalnya dari Jepang dan India. Selain memberikan bimbingan belajar, SA Manggarai juga memberikan persiapan ujian sekolah dan calistung, kebersihan, dan pendidikan budi pekerti juga diajarkan di SA Manggarai. Pengajarnya juga tak sembarangan, tenaga pengajar diberkali dengan kurikulum mengajar yang sesuai dengan sekolah.

SA Manggarai kini menambahkan kelas khusus Bahasa Inggris dengan jumlah anak didik sebanyak 20 orang dan tenaga pengajar empat orang. Kegiatan belajar mengajar ini dilakukan setiap hari Minggu pada pukul 15.30-17.00 WIB. Sedangkan kelas khusus Bahasa Inggris dilaksanakan setiap dua minggu sekali pada hari Jumat pada pukul 19.00-21.00 WIB.

Read More

Artikel Lainnya

Arjosari 2.jpg

Berita Kawasan

Terminal Arjosari Masih Layani Perjalanan Keluar Kota Tanpa Batas Waktu

13 April 2021, 10:15

Terminal Arjosari Malang masih akan layani penumpang tujuan jarak jauh.

Kuliner Murah Bogor yang Wajib Dicoba, Rasa Dijamin Nggak Murahan.jpg

Kuliner

Kuliner Murah Bogor yang Wajib Dicoba, Rasa Dijamin Nggak Murahan

13 April 2021, 10:07

Tidak kalah dengan kuliner-kuliner Bogor yang sudah banyak dikenal lainnya, beberapa kuliner ini bisa dibilang sebagai kuliner murah dengan harga satu porsinya tidak sampai Rp50.000 wajib dicoba ketika berwisata kuliner di Bogor dengan budget minim.

Pengurus RPK.Paint.jpg

Pendidikan

Mencerdaskan Anak-anak Bangsa melalui Rumah Penyuluhan Kreatif

13 April 2021, 09:09

Hadirnya Rumah Penyuluhan Kreatif setidaknya dapat membantu anak-anak yang masih kesulitan dalam mengenyam pendidikan.

Slide6.JPG

Hobi dan Hiburan

Malang First, Komunitas di Kota Malang yang Terus Kembangkan Jenis Baru Aglaonema

13 April 2021, 09:07

Beberapa waktu belakangan, tanaman hias kembali diminati masyarakat. Setelah dulu gelombang cinta pernah populer, sekarang mulai muncul berbagai tanaman baru yang siap menjadi primadona di masyarakat, salah satunya Aglaonema.


Comments


Please Login to leave a comment.