Saladstop Buka Gerai Ke-14 yang Lebih Besar di PIK Avenue

Bisnis

Saladstop Gunakan 60 Persen Bahan Lokal Berkualitas di Seluruh Gerai

Saladstop awalnya memulai bisnis di Singapura sejak tahun 2009. Kini, gerai makanan sehat penyedia salad segar ini sudah ada di sembilan negara dengan 65 gerai. Bukan hanya menjual makanan yang sehat, Saladstop juga mengembangkan usahanya dengan mengintegrasikan aspek sustainability ke seluruh aspek, mulai dari bahan baku, pengolahan, hingga pembuangan limbah.

Untuk menyajikan salad yang segar dan berkualitas baik, Saladstop tak asal memilih atau mengirimkan bahan baku dari luar. Justu, gerai makanan sehat yang kini sudah memiliki 14 gerai ini lebih memilih mengambil bahan makanan mereka dari dalam negeri.

Saladstop Gunakan 60 Persen Bahan Lokal Berkualitas di Seluruh Gerai

Saat ditemui Pingpoint di PIK Avenue (27/2/2020), Co-Owner dan Director Saladstop Katherine Desbaillets-Braha menyebutkan, sepanjang tahun 2019 Saladstop Indonesia sudah menggunakan 60 persen bahan-bahan yang diambil dari lokal.

[Baca Juga: Saladstop Buka Gerai Ke-14 yang Lebih Besar di PIK Avenue]

“Mulai dari snack, barang-barang retail, ataupun bahan lainnya kita mencoba untuk tidak impor dan memanfaatkan supplier lokal, karena semua kualitasnya sudah baik,” ujar Katherine.

Bukan hanya itu, Katherine bersama Saladstop juga ingin mengajak para konsumennya untuk lebih banyak mengonsumsi sayur atau makanan yang dibuat dari sayur. Untuk melakukan hal tersebut, Saladstop membuat patty nabati uang dibuat dari sayur-sayuran pada 2021 mendatang.

Saladstop Gunakan 60 Persen Bahan Lokal Berkualitas di Seluruh Gerai

Katherine menyebutkan, permintaan untuk konsumsi daging hewan saat ini sangat tinggi dan ini yang menjadi salah satu alasan banyak hutan ditebang sehingga terjadi perubahan iklim atau banyak beberapa satwa punah.

Kemudian, Saladstop juga sedang mencari supplier yang menghasilkan telur ayam yang melewati proses bebas kancang atau cage-free eggs pada tahun 2025 di semua gerainya. Untuk saat ini, program telur bebas kandung sudah berjalan di gerai Singapura dan Hongkong, telur ini dijadikan topping premium dengan penambahan biaya.

[Baca Juga: Puluhan IKM Lokal Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara]

“Untuk Indonesia sendiri, kami sekarang sedang mencari supplier-nya. Namun kami kesusahan untuk mendapatkannya, apalagi yang mampu memenuhi kebutuhan kami,” sebut Katherine.

Apa yang dilakukan Saladstop ini selaras dengan beberapa program kampanye WWF (World Wildlife Fund) Indonesia. Public Campaign Specialist WWF Indonesia Margareth Meutia menjelaskan, WWF Indonesia sendiri sedang menjalankan kampanye serupa dengan Saladstop, seperti Beli Yang Baik atau pun Pangan Bijak Nusantara.


Read More

Artikel Lainnya

Wayang Jogja Night Carnival 2022 Siap Digelar Akhir Pekan Ini!.jpg

Berita Kawasan

Wayang Jogja Night Carnival 2022 Siap Digelar Akhir Pekan Ini!

04 October 2022, 17:54

Pekan ini warga Kota Gudeg akan dihibur dengan acara Wayang Jogja Night Carnival 2022 sebagai acara puncak HUT Kota Yogyakarta ke-266.

East Ventures Pimpin Pendanaan Startup Penyewaan Kebutuhan Rumah dan Kanto r.jpg

Properti dan Solusi

East Ventures Pimpin Pendanaan Startup Penyewaan Kebutuhan Rumah dan Kantor

04 October 2022, 15:58

Perusahaan startup product-as-a-service Bioma baru-baru ini disebut meraih suntikan pendanaan pre-seed yang dipimpon oleh East Ventures serta Init-6.

Unik! Brand Ini Hadirkan Produk Sepatu dari Ceker Ayam.jpg

Kecantikan dan Fashion

Unik! Brand Ini Hadirkan Produk Sepatu dari Ceker Ayam

03 October 2022, 17:32

Alih-alih menggunakan kulit sapi, kambing, atau reptil, salah satu brand di Kota Bandung menggunakan ceker ayam sebagai bahan baku produk sepatunya.

Melalui Buku Ini, Masyarakat Diajak Sajikan dan Lestarikan Kuliner Asli Betawi.jpg

Kuliner

Lestarikan Kuliner Asli Betawi Melalui Buku

03 October 2022, 14:30

Belum lama ini Yayasan Nusa Gastronomi Indonesia, istri Gubernur DKI Jakarta dan istri mantan Sekda DKI Jakarta berkolaborasi guna menghasilkan buku yang mengulas resep tradisional khas Betawi.


Comments


Please Login to leave a comment.