Sama-sama Sesak Nafas, Apa yang Bedakan Gejala Ini COVID-19 atau Asma

Kesehatan

Sama Sesak Napas, Apa yang Bedakan Ini Gejala COVID-19 atau Asma?

Beberapa bulan belakangan ini penduduk dunia dihebohkan wabah yang bernama COVID-19. Pandemi yang berasal dari sebuah virus bernama corona SARS-CoV-2 ini menyerang manusia lewat saluran pernafasan.

Bahkan salah satu gejala yang ditimbulkan akibat terinfeksi virus ini adalah sesak napas. Hal tersebut kadang membuat orang sulit membedakan mana gejala sesak napas yang disebabkan COVID-19 dan mana gejala sesak napas yang ditimbulkan penyakit asma.

[Baca Juga: 7 Hal yang Baiknya Anda Tahu Tentang Asma]

Perlu diketahui bagi para pengidap infeksi COVID-19, gejala sesak napas sering diawali dengan meriang, tidak enak badan, demam, serta nyeri pada sendi. Gejala sesak napas sendiri baru akan muncul setelah lima hari gejala awal muncul. Hal tersebut biasanya dialami pengidap yang berusia muda.

Sedangkan pada orang tua, rasa sesak saat bernapas akan muncul dalam 2-3 hari setelah gejala awal muncul. Sesak napas akan lebih mudah muncul dibanding dengan anak muda, karena dipengaruhi faktor sistem imun tubuh yang telah menurun.

Sama-sama Sesak Nafas, Apa yang Bedakan Gejala Ini COVID-19 atau Asma

Sementara sesak napas yang muncul pada pengidap asma selalu disertai dengan batuk dan mengi. Selain itu, kemunculan gejala sesak napas bagi para penderita asma disebabkan oleh pemicu yang biasanya sudah sangat dikenali pengidap kondisi tersebut.

Meski tampak jelas perbedaannya, tapi bukan mustahil jika para pengidap asma ini tertular COVID-19. Menurut penelitian yang dilakukan oleh CDC (Centers for Disease Control and Prevention) di Amerika Serikat, ada kemungkinan penderita asma memiliki risiko lebih tinggi terinfeksi COVID-19.

[Baca Juga: Apa Keterkaitan Polusi Udara dengan Covid-19?]

Untuk mencegahnya, cobalah untuk mulai rajin mencuci tangan dengan air bersih dan sabun. Batasi juga kegiatan di luar rumah. Tidak hanya itu, bagi beberapa orang yang mudah mengalami kepanikan atau cemas berlebih sebaiknya kurangi aktivitas menonton atau membaca informasi seputar perkembangan COVID-19. Sebab hal tersebut malah akan meningkatkan kecemasan dan membuat muncul gejala sesak napas.

Yang terpenting adalah selalu konsultasikan ke dokter saat merasakan gejala lain muncul saat sesak napas. Meski tidak selalu mengarah pada gejala COVID-19, namun ketika penderita asma sudah mengalami demam dan gangguan pernapasan, ada baiknya segera lakukan pemeriksaan fisik dan tetap melakukan tindakan pencegahan terutama ketika gejala memburuk.


Read More

Artikel Lainnya

Konser Full Team Dewa 19 Siap Digelar di Solo.jpg

Hobi dan Hiburan

Konser Full Team Dewa 19 Siap Digelar di Solo

23 September 2022, 15:57

Setelah sukses digelar di Candi Prambanan, konser Dewa 19 yang menghadirkan full team akan kembali manggung bersama dan kali ini digelar di wilayah Solo.

Perkuat Kehadirannya di Jawa Timur, Amartha Kolaborasi dengan BPR Jatim.jpg

Bisnis

Perkuat Kehadirannya di Jawa Timur, Amartha Kolaborasi dengan BPR Jatim

23 September 2022, 13:56

Baru-baru ini Amartha dan BPR Jatim resmi berkolaborasi dalam upaya menyalurkan Rp250 miliar untuk membantu pengembangan bisnis perempuan pengusaha mikro di wilayah Jawa Timur serta Jawa Tengah.

Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIVAIDS.jpg

Kesehatan

Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIV/AIDS

23 September 2022, 11:54

Setelah bulan lalu sempat ramai pembahasan kabar ribuan orang di Kota Bandung yang menderita HIV/AIDS, pakar Universitas Padjadjaran memberikan masukan terkait metode pencegahannya, khususnya di wilayah kampus.

Konsistensi Bambang Suprapto dalam Berkarya Melalui Solo Exhibition Uncertainty

Hobi dan Hiburan

Konsistensi Bambang Suprapto dalam Berkarya Melalui Solo Exhibition ‘Uncertainty’

22 September 2022, 18:20

Seniman muda Kota Malang, Bambang Suprapto, menggelar pameran tunggal yang bertajuk ‘Uncertainty’ di Kedai Lantjar Djaya, Kota Malang.


Comments


Please Login to leave a comment.