Sate H.Romli, Sate RSPP yang Legendaris.jpg

Kuliner

Sate H.Romli, Sate RSPP yang Legendaris

Jika Anda bekerja di area sekitaran Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) atau kerap melewatinya, maka pemandangan yang tak asing saat melewati area depan jalan rumah sakit swasta pada saat jam kerja adalah kepulan asap yang dikombinasikan aroma harum dari daging yang dibakar dengan bumbu. Tentu saja siapapun yang sudah hafal dengan daerah ini sudah tahu dari mana datangnya kepulan asap tersebut. Karena itu pertanda Anda sudah semakin dekat dengan warung legendaris yang sudah menjajakan sate di area depan RSPP. Dengan salah satunya adalah Sate Ayam & Kambing H. Romli.

Mungkin Anda bertanya mengapa salah satunya? Karena terdapat dua pengusaha sate yang membuka tempat makannya di sini, yaitu Sate Haji Romli yang berjualan dari pukul 08.00 sampai 15.00 WIB dan Sate Pak Muri yang berjualan dari sore hingga malam di lapak yang sama. PingPoint.co.id pun berkesempatan untuk berdialog dengan generasi kedua Sate H. Romli alias putra dari Haji Romli yang bernama Haji Marhatam.

Sate H.Romli, Sate RSPP yang Legendaris.JPG

“Haji Romli itu orangtua saya dan dia pertama kali merintis itu pertama kali kurang lebih dari tahun 1975. Pertama mulai itu dulu RSPP belum kayak gini bangunannya masih banyak rumput-rumput terus dulu itu (ayah) keliling kampung-kampung dan mangkalnya di sini, pas di pintu keluar RSPP,” ucap Haji Marhatam kepada PingPoint.co.id di warung Sate RSPP, Jalan Kyai Maja No.21, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (6/8/2020).

[Baca Juga: 3 Kedai Sate Enak di Bekasi Jawa Barat]

Pada awal mulai berjualan, Haji Marhatam menyebut, ayahnya belum sepopuler seperti saat ini bahkan sempat ikut berjualan bersama orang lain. Lambat laut ia pun memberanikan diri untuk membeli gerobak dan mulai berjualan secara mandiri. Dengan mendorong gerobak satenya setiap harinya, Haji Romli merasakan ketika dagangan hanya laku 10 sampai 20 tusuk saja. Namun berkat kegigihannya dan konsistensi rasanya, satenya pun mulai dikenal masyarakat sampai akhirnya memutuskan untuk berdagang secara permanen di depan RSPP.

“Akhirnya 10 tahun kurang lebih menetap di sini dan waktu itu lumayan udah mulai laku 500-1000 tusuk sate (per hari) dan sudah ada pelanggan tetap. Sebenarnya ini masih dipegang bapak tapi dia mantau dari rumah, sebulan sekali dia datang ngontrol ke RSPP,” sebutnya.

Sate H.Romli, Sate RSPP yang Legendaris  .jpg

Menurut Haji Marhatam pada hari-hari biasa sebelum pandemi COVID-19, itu minimal 5.000 tusuk sate bisa habis terjual. Bahkan penjualan semakin meningkat ketika akhir pekan yang bisa mencapai 7.000 hingga 8.000 tusuk per harinya. Namun ketika efek pandemi mulai membayangi Jakarta, penjualannya pun sempat menurun.

“Karena sekarang lagi COVID gini agak berkurang, cuman ngandelin yang makan di sini aja paling mentok 3.000-3.500 (tusuk per harinya). Biasanya dulu di rumah juga nerima katering dan udah empat bulan ini stop dulu. Sekarang kita per hari motong kambing minimal dua (ekor) terus ayam 150 (ekor) kalau enggak COVID per hari bisa 200 atau 250 (ekor),” tambahnya.

[Baca Juga: Penggemar Sate? Wajib Coba Dapur Mamih Sateku, Panglima Polim]

Namun walau tidak seperti sebelum pandemi COVID-19, ketika PingPoint.co.id datang ke Sate RSPP H. Romli, selalu saja ada pembeli yang datang untuk makan di tempat atau bungkus dibawa pulang. Tentu saja ini tidak terlepas dari rasa sate ayam dan kambing yang tercampur bumbu kacang serta bawang goreng harum yang disajikan. Rasa yang dimunculkan pun semakin terasa komplit ketika gigitan satenya ditambah dengan lontong. Dari sisi harga, Sate RSPP H. Romli terbilang terjangkau, yaitu 10 tusuk sate ayam dibanderol Rp25.000 dan sate kambing Rp40.000 dengan per satu lontong Rp5.000.

Read More

Artikel Lainnya

Di Bawah Rp500 Ribuan, Amazfit Neo Siap Diluncurkan .jpg

Bisnis

Di Bawah Rp500.000-an, Amazfit Neo Siap Diluncurkan

25 September 2020, 18:43

Perusahaan Huami siap meramaikan pasar jam tangan pintar di Indonesia dengan produk Amazfit Neo yang memiliki harga tak sampai Rp500 ribuan.

Memadukan Seni, Sains, dan Teknologi dalam Batik Fractal

Kecantikan dan Fashion

Memadukan Seni, Sains, dan Teknologi dalam Batik Fractal

25 September 2020, 16:06

Ternyata algoritma matematika bisa menghasilkan corak batik. Begini cara membuat batik frctal dengan apliksi yang diciptakan anak bangsa.

Aplikasi Si Ondel Permudah Warga DKI Jakarta Bayar Pajak Kendaraan.jpg

Berita Kawasan

Aplikasi Si Ondel Permudah Warga DKI Jakarta Bayar Pajak Kendaraan

25 September 2020, 13:28

Baru-baru ini Polda Metro Jaya dan Bank DKI berkolaborasi dalam memudahkan pembayaran pajak kendaraan melalui aplikasi bernama Si Ondel.

Sebelum Pamit Fokus Pilkada Medan 2020, Akhyar Nasution Berikan Pesan Ini .jpg

Berita Kawasan

Sebelum Pamit untuk Pilkada Medan 2020, Akhyar Nasution Berikan Pesan Ini

25 September 2020, 12:21

Sebelum memasuki masa cuti untuk kampanye persiapan Pilkada Medan 2020, Akhyar sempat menitipkan pesannya kepada elemen Pemko Medan.


Comments


Please Login to leave a comment.