Sebagian Besar Warga Jakarta Ingin Skuter Listrik Dibatasi

Berita Kawasan

Sebagian Besar Warga Jakarta Ingin Skuter Listrik Dibatasi

Maraknya penggunaan skuter listrik di wilayah ibukota beberapa bulan belakangan ini ternyata menimbulkan beragam polemik. Keamanan menjadi salah satu faktor yang paling sering dibahas terkait keberadaan skuter listrik. Seperti yang diketahui, kendaraan bermotor kategori kecepatan rendah itu mulai memunculkan korban. Pemerintah pun mau tak mau harus menyiapkan regulasi untuk memastikan keselamatan dan keamanan baik untuk pengguna skuter listrik maupun para pejalan kaki di sekitarnya.

[Baca Juga: Grab Siapkan Program untuk Tekan Angka Kecelakaan Skuter Listrik]

Sementara itu, hasil penelitian yang dilakukan oleh Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) menyatakan sebagian besar warga DKI Jakarta mendukung adanya pembatasan skuter listrik. Dalam survei yang dilakukan terhadap 1.000 orang responden, sebanyak 81,8 persen responden mendukung rencana pembatasan penggunaan skuter listrik di Jakarta. Sedangkan sisanya, menilai penggunaan skuter listrik tak perlu dibatasi.

Sebagian Besar Warga Jakarta Ingin Skuter Listrik Dibatasi

"Faktor rendahnya standar keamanan dan kurang tertibnya pengguna menjadi alasan utama publik mendukung pembatasan skuter listrik. Jangan keluarkan regulasi sebelum diuji ke publik." Kata Ketua Tim Peneliti RISED, Rumaya Batubara dalam acara diskusi dengan tema Quo Vadis Aturan Main Skuter Listrik yang digelar di Hongkong Café, Jakarta Pusat (28/11/2019).

Masih berdasarkan hasil survei RISED dari sisi kenyamanan , sebanyak 67,5 persen responden mengeluh tidak nyaman dengan kehadiran skuter listrik. Hal itu karena ketidakamanan dan sikap beberapa penggunanya yang tidak tertib.

Lebih Cocok Untuk Rekreasi

Sementara itu Direktur Rujak Center for Urban Studies, Elisa Sutanudjaja menyebut bahwa skuter listrik lebih relevan digunakan warga untuk berekreasi, bukan untuk mobilitas transportasi di Jakarta. Penggunaannya pun kata Elisa lebih baik di kawasan objek wisata ataupun di dalam kawasan kampus.

"Untuk pariwisata dan wilayahnya terisolasi okelah, tapi bukan untuk mobilitas. Jakarta tidak harus merepotkan diri sendiri dengan membuat aturan tentang skuter listrik. Saya yakin itu tidak akan ada relevansinya dan berdampak signifikan terhadap mobilitas di Jakarta,"papar Elisa.

[Baca Juga: Jadi Pesaing Grab dan Gojek, Gaspol Tawarkan Kesejahteraan Bagi Drivernya]

Elisa Sutanudjaja pun mencontohkan penggunaan skuter listrik di negara-negara maju yang lebih banyak dibutuhkan sebagai layanan transportasi. Menurutnya, penggunaan skuter listrik di Eropa menjadi lebih tertib salah satunya juga karena harga sewanya yang tidak murah. "Harganya per berapa Euro untuk menit pertama, selanjutnya dihitung per menit," ungkapnya.


Read More

Artikel Lainnya

Tak Sampai Rp2 Juta! Redmi 10A Resmi Hadir di Indonesi a.jpg

Hobi dan Hiburan

Tak Sampai Rp2 Juta! Redmi 10A Resmi Hadir di Indonesia

20 May 2022, 18:40

Xiaomi Indonesia secara resmi meluncurkan produk entry-level mereka yang terbaru dengan kehadiran Redmi 10A.

East Ventures Suntik Pendanaan Awal ke Startup Pendidikan MySkill.jpg

Bisnis

East Ventures Suntik Pendanaan Awal ke Startup Pendidikan MySkill

20 May 2022, 16:37

Startup yang berfokus meningkatkan skill para pencari kerja di Tanah Air, My Skill, disebut meraih pendanaan awal dari East Ventures.

Sampai 29 Mei 2022, Toys Kingdom Gandaria City Adakan Diskon Hingga 90 %.jpg

Bisnis

Sampai 29 Mei 2022, Toys Kingdom Gandaria City Diskon Hingga 90%

20 May 2022, 14:36

Bagi Anda yang berniat membelikan mainan untuk buah hati maka bisa memanfaatkan momen Crazy Sale di Toys Kingdom Mall Gandaria City.

CFD Akan Kembali Digelar di Wilayah Ibu Kot a.jpg

Berita Kawasan

CFD Akan Kembali Digelar di Wilayah Ibu Kota

20 May 2022, 11:34

Pemprov DKI Jakarta mengumumkan akan melakukan uji coba penerapan CFD alias Hari Bebas Kendaraan Bermotor di wilayahnya pada akhir pekan ini.


Comments


Please Login to leave a comment.