Sebelum Terlalu Berharap, Ini 4 Hal yang Perlu Anda Tahu Tentang Vaksin Mandiri

Kesehatan

Sebelum Terlalu Berharap, Ini 4 Hal yang Perlu Anda Tahu Tentang Vaksin Mandiri

Vaksinasi mandiri tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi COVID-19 yang ditandatangani Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada 24 Februari 2021. Jenis vaksin yang digunakan di luar vaksinasi program pemerintah.

Pendanaan vaksinasi mandiri dibebankan kepada perusahaan sehingga semua penerima vaksinasi tidak dipungut biaya. Program ini diharapkan mempercepat terbentuknya kekebalan komunitas sehingga penyebaran COVID-19 bisa terkendali.

Sebelum Terlalu Berharap, Ini 4 Hal yang Perlu Anda Tahu Tentang Vaksin Mandiri

Dicky Budiman, epidemiolog Indonesia di Griffith University, Australia, pun mempertanyakan keputusan pemerintah mengizinkan pihak swasta menggelar vaksinasi mandiri atau disebut gotong royong. Padahal, sejumlah daerah masih kekurangan vaksin. ”Kebijakan yang tidak konsisten melahirkan masalah baru,” katanya seperti dalam diskusi ”Adil dan Bijakkah Vaksin Mandiri?” yang digelar LaporCovid-19 pada Sabtu, 27 Februari 2021 via daring.

Menurut Dicky, kekebalan komunitas yang mensyaratkan 181,5 juta penduduk menerima vaksin merupakan target jangka panjang. Apalagi, secara global, pasokan vaksin belum menjawab kebutuhan berbagai negara, termasuk Indonesia.

[Baca Juga: Izin Penggunaan Darurat Vaksin COVID-19 Sinovac Tetap Harus Diikuti dengan 3M]

Di tengah keterbatasan itu, pemerintah seharusnya fokus menuntaskan vaksinasi terhadap kelompok rentan, seperti tenaga kesehatan dan lansia. Keterlibatan pihak swasta dalam vaksinasi seharusnya mendukung hal itu. ”Kalau mau menyelamatkan banyak orang, selamatkan dulu yang paling rawan. Inilah tujuan vaksinasi di era pandemi, bukan untuk pemulihan ekonomi,” dia menekankan.

Sementara, dalam vaksinasi mandiri, penerima vaksin adalah karyawan sebuah perusahaan, bukan berdasarkan kerentanan orang tersebut. Kondisi ini bisa memicu ketidakadilan akses terhadap vaksin. Misalnya, kelompok rentan harus mengantre lebih lama untuk menerima vaksin, sedangkan pihak swasta bisa dengan mudah menikmati vaksin. Belum lagi jika vaksinasi dilakukan berdasarkan kelompok tertentu atau satu partai.

Sebelum Terlalu Berharap, Ini 4 Hal yang Perlu Anda Tahu Tentang Vaksin Mandiri

Di sisi lain, lanjutnya, pihak swasta belum berpengalaman melakukan vaksinasi mandiri. ”Bagaimana quality control (pemantauan kualitasnya), pelaporannya, kapasitas sumber dayanya? Ada isu, muncul vaksin palsu, pencurian, hingga nepotisme,” ungkapnya.

Untuk itu, Dicky mendorong pemerintah memperjelas skema vaksinasi mandiri. ”Pemerintah tidak bisa mengandalkan swasta karena ini barang publik. Vaksin juga tidak akan berhasil jika hal mendasar tidak dilakukan, yakni 3 T (tes, pelacakan, dan isolasi),” ujarnya.

Syarat Vaksin Mandiri COVID-19

Sementara itu, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19, Siti Nadia Tarmizi menegaskan bahwa program vaksinasi mandiri tidak akan menggunakan vaksin Sinovac, AstraZeneca, Novavax, dan Pfizer. Artinya, vaksinasi mandiri tidak boleh menggunakan jenis vaksin yang sama seperti program pemerintah.

"Kami tegaskan kembali jenis vaksin COVID-19 untuk gotong royong beda dengan vaksin COVID-19 program pemerintah. Tidak akan menggunakan vaksin Sinovac, vaksin AstraZeneca, Novavax, dan Pfizer, sehingga kita memastikan tidak ada kebocoran untuk vaksin gotong royong," kata Siti Nadia seperti diberitakan cnbcindonesia.com (1/3/2021).

[Baca Juga: Data Awal Uji Coba Vaksin COVID-19 Moderna Hampir 95% Efektif]

Menurut Juru Bicara Vaksinasi Bio Farma Bambang Heriyanto menambahkan, pihaknya sedang menjajaki pengadaan dua vaksin itu. Nantinya, pengadaan Vaksin Sinopharm akan dilaksanakan oleh anak perusahaan holding farmasi yaitu PT Kimia Farma Tbk (KAEF). Selain Sinopharm, jenis vaksin lain yang dijajal adalah Moderna dari Amerika Serikat dengan platform MRNA. "Kami mulai bekerja sama pembicaraan dengan Sinopharm dari Beijing, China dengan platform inactivated atau sama dengan Sinovac," kata Bambang.

Selain jenis vaksin, beberapa persyaratan untuk vaksinasi mandiri yakni:

1) Vaksinasi Mandiri atau vaksinasi Gotong Royong bersifat Gratis

Penerima Vaksin Mandiri ini akan divaksin tanpa ada pembayaran atau gratis. Biaya vaksin akan dibebankan pada perusahaan yang melakukan vaksinasi tersebut. "Seluruh warga negara berhak mendapatkan vaksin gratis oleh pemerintah. Vaksin gotong royong, pelaksanaan vaksinasi COVID-19 kepada karyawan/karyawati/buruh dan keluarganya dan biayanya dibebankan pada perusahaan yang melakukan vaksinasi gotong royong," kata Siti Nadia. Dia menambahkan, perusahaan harus melaporkan jumlah karyawan atau jumlah terkait dalam satu keluarga pada Kementerian Kesehatan untuk ikut vaksinasi.

Sebelum Terlalu Berharap, Ini 4 Hal yang Perlu Anda Tahu Tentang Vaksin Mandiri

2) Vaksinasi Mandiri Tak Langsung Berjalan

Walaupun izin sudah dikeluarkan, namun ternyata program vaksinasi ini tidak bisa langsung berjalan. Menurut Siti Nadia masih ada persiapan yang harus dilakukan sebelum akhirnya vaksinasi resmi dimulai. "Masih ada kesiapan-kesiapan terkait ketersediaan vaksin sebelum vaksinasi dimulai," kata Siti Nadia. Untuk pelaksanaannya, dia mengatakan setelah stok tersedianya. BUMN terutama Bio Farma akan meramu mekanismenya. Selain itu vaksin tersebut juga harus mendapat izin penggunaan darurat dari BPOM.

[Baca Juga: Persetujuan Penggunaan Massal Vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech, Pertama di Dunia]

3) Dilarang Pakai Faskes Pemerintah

Selain dilarang menggunakan vaksin yang sama seperti program pemerintah, program Vaksinasi Gotong Royong ini juga tidak boleh menggunakan fasilitas kesehatan milik pemerintah. Menurut Siti Nadia, Vaksinasi Gotong Royong ini tidak boleh mengganggu pelaksanaan program vaksin dari pemerintah. Jadi Vaksinasi Gotong Royong melakukan kerja sama dengan fasilitas kesehatan milik swasta yang memenuhi persyaratan. "Pelayanan Vaksinasi Gotong Royong tidak akan dilakukan di Faskes milik pemerintah. Bagi badan hukum atau badan usaha swasta pelaksanaan vaksinasi bisa dilakukan di fasilitas milik swasta. Bisa koordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat," kata Siti Nadia.

4) Impor Vaksin Mandiri Dilakukan Bio Farma

Bio Farma dilibatkan dalam pengadaan hingga pendistribusian Vaksin Gotong Royong. Bambang Heriyanto mengatakan kapasitasnya akan bekerja sama dengan sejumlah pihak, jadi tidak akan mengganggu distribusi vaksin program pemerintah. "Sesuai dengan Permenkes nomor 10/2021 jenis vaksin COVID-19 untuk gotong royong harus berbeda dengan jenis COVID-19 program pemerintah," jelasnya. Pengadaan Vaksin juga sedang dalam tahap pembicaraan antara Biofarma dengan Sinopharm dan Moderna. Khusus untuk Sinopharm pengadaan dilakukan oleh anak usaha holding farmasi yakni PT Kimia Farma Tbk.

Read More

Artikel Lainnya

Sekolah Tatap Muka di Tasikmalaya dilaksanakan Bulan Juli 2021.jpg

Pendidikan

Sekolah Tatap Muka di Tasikmalaya dilaksanakan Bulan Juli 2021

11 April 2021, 08:06

Sekolah Tatap Muka di Tasikmalaya akan dilaksanakan pada tahun ajaran baru 2021/2022. Meskipun pemerintah sudah memberikan lampu hijau agar sekolah tatap muka dilaksanakan segera, namun Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya masih belum bisa melaksanakan.

Geliat Bisnis Properti Masa Era New Normal di Kota Semarang

Properti dan Solusi

Geliat Bisnis Properti Era New Normal di Kota Semarang

10 April 2021, 18:47

“Hikmah dari kebijakan di rumah saja membuat para penghuni rumah mulai menyadari bahwa rumah yang mereka tinggali perlu pembenahan di beberapa bagian,” ujar Hafid Santoso pemilik H+S Architect, usaha konsultan arsitek di kota Semarang

Tirta Nirwana 1.jpg

Hobi dan Hiburan

Tirta Nirwana Songgoriti: Pertemuan Kerajaan Medang, Singosari, dan Tionghoa

10 April 2021, 18:07

Berwisata ke Tirta Nirwana kita bisa sedikit mencuil pelajaran pertemuan sejarah kerajaan di Indonesia dan Tionghoa. Lebih dari itu, bermain air di sini sangatlah menyenangkan.

Teletubies 1.jpg

Hobi dan Hiburan

Menghabiskan Waktu di Bukit Teletubies Bersama Gunung Arjuno

10 April 2021, 17:08

Berwisata di tempat menyejukkan yang tak perlu bayar tiket atau parkir ada di Kota Batu, yakni Bukit Teletubies.


Comments


Please Login to leave a comment.