De Tjangkul 1.jpg

Hobi dan Hiburan

Sehari Jadi Noni Belanda di De Tjangkul

Aneka pendayagunaan agrowisata di Kota Batu salah satunya adalah dengan membangun sebuah wisata tematik. Salah satu wisata tematik yang tak boleh dilewatkan adalah De Tjangkul. Agrowisata yang terletak di daerah Ngaglik, Kota Batu ini mengusung tema Belanda Zaman Victorian. Kita akan menyaksikan bagaimana kincir angin pertama kali menjadi sebuah ide yang kini menjadikan Belanda sebagai Kota Apung. Negara yang disebut juga sebagai tak bertanah (Netherland) itu menjadi potret yang bisa direfleksi oleh wisatawan ketika sedang berada di De Tjangkul. Pada area wisata ini, kita bisa meminjam baju khas Belanda pada zaman itu, yang membuat orang-orang nusantara menyebutnya sebagai Noni Belanda.

Agrowisata yang sebenarnya gratis ini memiliki spot-spot khusus yang perlu dibayarkan. Apabila hanya masuk di area lobi untuk menikmati sajian makanan dan minumannya saja, kita tak perlu mengeluarkan biaya untuk tiket. Namun demikian, bagi yang bermaksud untuk menjadi Noni Belanda dalam sehari tentunya perlu masuk ke area utama wisata yang dibandrol dengan harga tiket sebesar Rp20.000. Harga tiket ini termasuk dalam beberapa spot foto gratis di dalam area De Tjangkul dan kita dapat berkeliling di area persawahan. Selain itu, kita bisa mengambil sebuah spot untuk bersantap santai di sekitar persawahan itu.

De Tjangkul 2.jpg

Bagi yang bermaksud berfoto ria di berbagai spot yang ke-Belanda-an, seperti Kincir Angin, Lumbung Padi, dan Rumah Belanda terbalik bisa dengan membayar mulai dari Rp10.000 pada setiap spot foto akan ada petugas yang menyediakan baju kostum untuk disewakan. Warna-warni baju yang begitu cerah itu disandingkan dengan bangunan khas Belanda yang bersebelahan dngan persawahan. Sudah seperti Noni Belanda yang sedang ikut mengawasi lahan bukan?

Sebagaimana pernah digambarkan dalam berbagai film Indonesia yang menunjukkan zaman penjajahan. Para Noni Belanda ikut serta bersama kerabat atau keluarga dekatnya, sembari memakai baju khas, berkeliling ke area persawahan, yang ‘diakui’ sebagai milik keluarga mereka. Terlepas dari narasi sejarahnya, menjadi Noni Belanda dalam sehari di De Tjangkul menjadi sebuah daya tarik fotografis tersendiri.

“Pengen ke Belanda suatu saat nanti, kini ke De Tjangkul dulu,” terang Rian kepada PingPoint.


Read More

De Tjangkul

Tujuan Wisata

None
None

Artikel Lainnya

ITB Luluskan 2.596 Wisudawan dengan Menggelar Wisuda Hybrid, Wisudawan Program Magister dan Doktor Raih IPK Tertinggi.jpg

Pendidikan

ITB Luluskan 2.596 Wisudawan dengan Menggelar Wisuda Hybrid

26 October 2021, 15:32

ITB menggelar wisuda periode Oktober Tahun Akademik 2021/2022 secara Hybrid. Pelaksanaan tersebut berjalan dengan lancar sebagaimana mestinya.

Romaldi 1.jpg

Kesehatan

Ini Klinik yang Banyak Dituju Warga Bumiaji di Giripurno

26 October 2021, 15:01

Dengan biaya pemeriksaan mulai dari Rp10.000 dan selebihnya harga proses pengobatan tergantung jenis produk yang dipakai, klinik ini menjadi acuan bagi warga Bumiaji.

Grab dan ViarOK.jpg

Bisnis

Kurangi Emisi Karbon, Grab Pesan 6.000 Unit Motor Listrik VIAR

26 October 2021, 14:32

Kolaborasi yang salah satu tujuannya adalah untuk mengurangi ketergantungan akan BBM ini akan dilanjutkan dengan mempersiapkan 6.020 kendaraan listrik yang siap didistribusikan di akhir tahun 2021 di seluruh Indonesia.

rshOK2.jpg

Berita Kawasan

Pertama di Semarang! Bonbin Mangkang Akan Miliki Rumah Sakit Hewan

26 October 2021, 14:02

Rumah Sakit Hewan yang akan dibangun ini merupakan rumah sakit pertama yang ada di Kota Semarang karena belum pernah ada rumah sakit hewan di kota Atlas ini sebelumnya.


Comments


Please Login to leave a comment.