TEBET-KESEHATAN-SEHATPEDIA CARA MUDAH DAPATKAN INFORMASI KESEHATAN-RACHLI-1100 px X 600 px-01.jpg

Kesehatan

Sehatpedia, Cara Mudah Dapatkan Informasi Kesehatan

Perkembangan teknologi digital membawa dampak kemudahan disemua sektor, tidak terkecuali pada sektor kesehatan. Sebagai upaya mempermudah masyarakat dalam mendapatkan informasi kesehatan yang jelas, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI berinovasi menciptakan aplikasi Sehatpedia.

Menurut Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan dr. Agus Hadian Rahim, masyarakat Indonesia saat ini sudah bertransisi menjadi masyarakat informasi. Sehingga kebutuhan akan informasi yang tinggi bergantung pada inovasi teknologi yang selalu berkembang.

Sehatpedia adalah salah satu startup yang dikemas Kemenkes dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat akan informasi kesehatan terpercaya, akses pelayanan kesehatan berupa konsultasi dengan dokter umum, gigi, dan spesialis.

[Baca Juga: Mencari Dokter Anak Favorit di Kemang Medical Care]

Selain itu, aplikasi yang diluncurkan pada 8 November 2018 lalu ini menyediakan juga berbagai artikel yang terkait dengan kesehatan dan ditulis para dokter Unit Pelayanan Teknis (UPT) Kemenkes. Selain sebagai edukasi, artikel dalam aplikasi ini berguna menangkal hoaks kesehatan yang banyak beredar di tengah masyarakat.

“Selain konsultasi, ada juga artikel kesehatan dan jurnal kesehatan yang mudah diakses. Ada juga kebijakan-kebijakan kesehatan di dalam aplikasi Sehatpedia,” kata dr. Agus seperti dikutip dari depkes.go.id (13/2/2019).

Sehatpedia merupakan cara Kemenkes dalam menyesuaikan program dengan industri 4.0, yang di mana akses informasi kesehatan mudah didapatkan masyarakat dengan memanfaatkan teknologi.

Dalam mengisi konten artikel kesehatan, Sehatpedia dibantu tiga komunitas yakni dari Kesehatan untuk Junior Indonesia (Kejora) yang membuat artikel kesehatan anak. Selain itu, ada juga komunitas Garasi Kita, dan Perkumpulan Staf Pengajar Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Indonesia (UI).

Sehatpedia Dapat Diakses Seluruh Indonesia

Sehatpedia, dr. Agus menambahkan, dapat diakses oleh seuruh masyarakat Indonesia. Jika konsultasi, akan direspon oleh dokter dari 32 rumah sakit (RS) vertikal Kemenkes dan 582 dokter yang sudah di STR (surat tanda registrasi) dan SIP (surat tanda praktek), serta kompetensinya dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu, Sehatpedia dapat menjawab kesimpangsiuran atau keraguan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Sampai saat ini hampir 8.000 orang mengunduh aplikasi Sehatpedia. Nantinya, dokter yang merespon konsultasi akan mendapat reward dan masuk ke penilaian kinerja di remunerasinya atau total kompensasi yang diterima oleh pegawai sebagai imbalan dari jasa yang telah dikerjakan.

[Baca Juga: Buku Digital Kemendikbud untuk Gerakan Literasi Nasional]

“Jadi kalau dia (dokter) membuat artikel kesehatan dapat reward, begitu juga kalau konsultasi berapa kali dapat reward,” tutur dr. Agus.

Sehatpedia dapat diakses oleh siapa saja dan juga tidak terbatas hanya di kota besar. Namun, layanan konsultasinya tersebar di seluruh Indonesia. Lewat aplikasi ini, setelah berkonsultasi, pasien bisa diarahkan untuk menuju ke fasilitas kesehatan tertentu.

“Ada dari Jayapura, papua. Nantinya kita arahkan, kalau memang di sana rumah sakitnya bisa mengerjakan da nada dokter terdekat, kita arahkan. Tapai kalau tidak bisa nanti bisa dirujuk,” kata dr. Agus.

Read More

Artikel Lainnya

Aman di Masa Pandemi, Terminal Jatijajar Sudah Terapkan Tiket Elektronik .jpg

Berita Kawasan

Aman di Masa Pandemi, Terminal Jatijajar Sudah Terapkan Tiket Elektronik

29 September 2020, 16:08

Salah satu inovasi yang diterapkan di Terminal Jatijajar di masa pandemi seperti sekarang adalah pemberlakukan sistem e-ticketing.

Musim Hujan, Wali Kota Tangerang Persiapkan Langkah Antisipasi Banjir.jpg

Berita Kawasan

Musim Hujan, Wali Kota Tangerang Persiapkan Langkah Antisipasi Banjir

29 September 2020, 15:03

Wali Kota Tangerang memastikan pihaknya sudah mempersiapkan skenario antisipasi terhadap potensi terjadinya banjir akibat musim hujan.

Pemkot Semarang Kejar Target Zona Hijau COVID-19 pada Desember.jpg

Berita Kawasan

Pemkot Semarang Kejar Target Zona Hijau COVID-19 pada Desember

29 September 2020, 14:02

Pemkot Tangerang saat ini tengah bekerja keras untuk mengubah status wilayahnya dari zona orange menjadi zona hijau COVID-19.

Pedagangnya Positif COVID-19, Pasar Ciplak Ditutup Sampai 30 September .jpg

Berita Kawasan

Pedagangnya Positif COVID-19, Pasar Ciplak Ditutup Sampai 30 September

29 September 2020, 13:01

Pasar Ciplak di wilayah Jakarta Selatan disebut ditutup pada pekan ini usai ada pedagang yang positif COVID-19.


Comments


Please Login to leave a comment.