Sejarah Sarinah dan Relief Tersembunyi di Balik Restoran Cepat Saji

Properti dan Solusi

Sejarah Gedung Sarinah dan Relief Tersembunyi di Balik Restoran Cepat Saji

Pada masa pandemi ini, Gedung Sarinah menjadi pembicaraan akibat penutupaan gerai cepat saji yang viral di media sosial. Di balik pembicaraan kenangan warga Jakarta akan resto cepat saji tadi, sebenarya ada sejarah Sarinah yang terlupakan. Sejarah yang hendak diangkat kembali dalam renovasi Gedung Cagar Budaya ini.

Ada sejumlah hal menarik dari Gedung Sarinah yang laik disematkan status sebagai cagar budaya. Pertama, terdapat relief di balik gerai restoran cepat saji tersebut. Relief ini menggambarkan kehidupan masyarakat Indonesia pada saat sebelum kemerdekaan.

Sejarah Sarinah dan Relief Tersembunyi di Balik Restoran Cepat Saji

Tergambar di relief itu, para perempuan berkain kemben dengan bahu terbuka serta petani membawa hasil panen berupa padi dan buah-buahan. Kemudian, di sisi lain terdapat mural relief nelayan serta pedagang bercaping lengkap dengan hasil tangkapan ikan dan barang dagangannya. Relief serupa juga ditemui di eks Terminal Bandara Kemayoran.

Bersarkan sejarah yang dimuat di situs sarinah.co.id (17/10/2020), gedung ini mrupakan properti multifungsi yang terdiri dari pusat perbelanjaan dan perkantoran. Strukturnya dirancang 15 lantai setinggi 74 meter. Gedung komersial ini mulai dibangun pada tahun 1962 dan diresmikan empat tahun kemudian oleh Presiden pertama RI, Soekarno.

[Baca Juga: Gelar Produk IKM Jakarta Digelar Hingga 1 Maret di Sarinah]

Sarinah merupakan pusat perbelanjaan sekaligus pencakar langit pertama di Indonesia. Peritel perdananya adalah Sarinah Department Store yang beroperasi pada 15 Agustus 1966. Apa arti Sarinah itu sendiri? Penamaan gedung ini diambil dari nama pengasuh Soekarno pada masa kecil. Saat itu, Soekarno menggagas pembangunan properti komersial ini, menyusul lawatannya ke sejumlah negara yang sudah lebih dulu memiliki pusat belanja modern.

Gagasan Soekarno juga sekaligus pencanangan berdirinya PT Sarinah (Persero) tepat pada 17 Agustus 1962. Gedung Sarinah yang saat ini berdiri sejatinya dibangun dengan biaya pampasan perang pemerintah Jepang. Pada awal berdirinya Sarinah, situasi makro ekonomi Indonesia dalam keadaan yang sangat buruk. Oleh sebab itu Sarinah diharapkan akan menjadi stimulan, mediator dan alat distribusi serta berfungsi sebagai stabilisator ekonomi.

Sejarah Sarinah dan Relief Tersembunyi di Balik Restoran Cepat Saji

Selain itu, Sarinah juga diharapkan menjadi pelopor dalam pengembangan usaha perdagangan eceran (ritel) serta berpartisipasi dalam perubahan struktur perekonomian Indonesia. Sesuai dengan namanya, Sarinah telah membantu kepentingan masyarakat kecil sebagai mitra usaha. Peritel perdana Sarinah adalah Sarinah Department Store yang beroperasi pada 15 Agustus 1966.

Department Store ini menyediakan berbagai kebutuhan wanita, anak, dan pria. Pada awal pembukaan, hanya tiga lantai saja yang diperkenalkan ke masyarakat. Lantai I menyediakan perlengkapan wanita dan pria, perlengkapan listrik serta penerangan. Kemudian, lantai II tersedia barang-barang tekstil, konveksi, dan mainan anak. Sementara lantai III berisi perlengkapan rumah tangga dan alat tulis.

[Baca Juga: 10 Mei 2020, Restoran McDonald's Pertama di Indonesia Resmi Ditutup]

Selain itu, Sarinah juga menyediakan barang makanan serta bumbu dapur. Dengan segala kelengkapannya, Soekarno pada waktu itu menyebutnya sebagai "Toko Serba Ada". Hingga saat ini cukup banyak mitra binaan Sarinah baik perorangan, perusahaan maupun koperasi. Dalam perjalanannya, Sarinah mengalami pasang surut. Bahkan pada tahun 1984 gedung Sarinah pernah mengalami kebakaran. Namun karena didorong oleh keinginan untuk melayani masyarakat, Sarinah yang telah menjadi aset nasional bangkit kembali.

Renovasi Gedung Sarinah

Berdasarkan sejarah tersebut, Presiden Joko Widodo dan Menteri BUMN akan menjadikan Sarinah kembali mencerminkan nilai-nilai luhur yang diusung oleh pencetusnya yaitu mantan Presiden Sukarno. Sarinah akan difungsikan untuk terus menjalankan misinya sebagai mitra tepercaya bagi usaha kecil sekaligus duta bagi kekayaan budaya Indonesia di dunia internasional melalui produk-produk yang dikembangkan dan dipasarkannya.

Menindaklanjuti rencana presiden dan menterinya, PT Sarinah (Persero) yang akan merenovasi Gedung Sarinah yang mencakup pusat perbelanjaan dan perkantoran. Seperti apa wajah baru Gedung Sarinah nanti? Direktur Utama PT Sarinah (Persero) Gusti Ngurah Putu Sugiarta Yasa mengatakan, konsep baru Sarinah mengadopsi tema kekinian namun tetap mengedepankan budaya Indonesia.

Sejarah Sarinah dan Relief Tersembunyi di Balik Restoran Cepat Saji

"Sarinah ini kan gedung yang penuh dengan memori generasi saya ya, baby boomers, generasi 1970-an, 1980-an, sesuatu yang memorable sekali. Tapi, generasi milenial ini pasti melihat ini seperti zaman dulu sekali. Kami ingin Sarinah bisa berubah tentunya," tutur Gusti seperti diberitakan Kompas.com (17/10/2020). Sarinah baru ini, Gusti melanjutkan, dirancang sebagai smart and green building. Dilengkapi dengan tempat area berkumpul alias tongkrongan generasi milenial untuk belajar atau mengerjakan sesuatu melalui penyediaan co-working space.

Tak sebatas itu, Sarinah juga mengadopsi fasilitas lainnya yang dibutuhkan generasi Milenial dalam mengeksplorasi permainan tradisional Indonesia yang dikemas dengan konsep digital. Tujuannya, untuk memperkenalkan permainan tersebut kepada generasi Milenial yang rata-rata belum diketahui oleh mereka. "Kami juga nanti bangun area experience, seperti game tradisional Indonesia dalam bentuk digital. Nanti ada di Sarinah. Generasi sekarang kan tidak tahu. Tapi nanti kami tampilkan dengan menarik tentunya," papar Gusti.

[Baca Juga: Pengelola Kota Tua Berencana Beli Gedung Cagar Budaya]

Terdapat atrium yang bisa digunakan sebagai tempat penyelenggaraan berbagai macam pameran, seperti pagelaran busana (fashion-show). Gusti menuturkan, tak menutup kemungkinan jika ada penambahan lantai pada gedung Sarinah yang baru. Namun, pihaknya belum mengetahui secara pasti berapa banyak penambahan lantai yang akan dibangun.

Pekerjaan renovasi gedung Sarinah sendiri diperkirakan menelan dana sekitar Rp 700 miliar dan desain gedung dirancang oleh arsitek lokal Indonesia, PT Airmas Asri. Pekerjaan renovasi gedung Sarinah mulai dilakukan setelah perayaan Lebaran 2020 atau Juni mendatang.

Read More

Artikel Lainnya

UMN Kembangkan Prototipe Aplikasi Koreksi Penulisan U-Tapis

Pendidikan

UMN Kembangkan Prototipe Aplikasi Koreksi Penulisan U-Tapis

29 October 2020, 10:55

Universitas Multimedia Nusantara mengembangkan prototipe aplikasi koreksi penulisan dalam bahasa Indonesia bernama U-Tapis.

Acara Luring Pertama Selama Pandemi, Galeri Nasional gelar Pameran Imersif Affandi

Hobi dan Hiburan

Acara Luring Pertama Selama Pandemi, Galeri Nasional gelar Pameran Imersif Affandi

28 October 2020, 16:31

Melalui pameran itu, tidak hanya ketokohannya karya-karya Affandi yang luar biasa juga dapat menjadi inspirasi bagi banyak seniman.

Peringati Sumpah Pemuda, Dispora Gerakan Pemuda Bandung Bersihkan Masjid Pesantren

Berita Kawasan

Peringati Sumpah Pemuda, Dispora Bandung Ajak Bersihkan Masjid & Pesantren

28 October 2020, 14:04

Di tahun ini peringatan Sumpah Pemuda lebih diarahkan untuk menguatkan solidaritas di tengah masyarakat menghadapi pandemi COVID-19.

Jangan Lupa, Warga Bekasi Diminta Tes COVID-19 Setelah Liburan

Kesehatan

Jangan Lupa, Warga Bekasi Diminta Tes COVID-19 Setelah Liburan

28 October 2020, 11:46

Pengurus RW tegas mewajibkan warganya di Kota Bekasi untuk terlebih dahulu menjalani tes COVID-19 pascaliburan.


Comments


Please Login to leave a comment.