Sejarah Kaki Teratai yang Dianggap Indah tapi Menyiksa

Kecantikan dan Fashion

Sejarah Kaki Kuncup Teratai yang Dianggap Indah tapi Menyiksa

Salah satu cara wanita mempercantik penampilan dengan menggunakan sepatu berhak tinggi. Sepatu berhak tinggi katanya akan membuat wanita terlihat tinggi, elegan, dan memesona. Namun, cara ini sebenarnya menyiksa perempuan karena kaki yang menggunakan sepatu berhak tinggi akan terasa sakit.

Hal yang lebih ekstrim dari sepatu berhak tinggi adalah tradisi lotus feet atau kaki kuncup teratai. Tradisi ini yang dianggap dapat mempercantik kaki wanita China pada zaman dulu, terlebih pada kaum bangsawan. Semakin kecil kaki, semakin indah.

[Baca Juga: Prospektifkah Menjalankan Bisnis Reparasi Tas dan Sepatu]

Banyak versi dari catatan sejarah tentang asal mula kaki teratai ini, cerita yang paling terkenal adalah kisah seorang penari cantik di zaman dinasti Shang. Penari memiliki kaki sangat kecil dan runcing, gerakannya pun elegan dan indah. Menuai pujian dari Kaisar, bahwa kaki sang penari seperti kuncup bunga teratai atau lotus. Sejak saat itu, banyak wanita mulai mencari cara agar kaki mereka mirip dengan si penari tersebut.

Kala itu, kebanyakan wanita dewasa tidak dapat mengubah bentuk kaki. Sehingga, anak-anak merekalah yang menjadi korban uji coba. Dari bayi atau usia 2 tahun, kaki anak direndam dalam ramuan khusus yang berupa rempah-rempah, obat-obatan, dan darah hewan. Kemudian kuku dipotong dan dibentuk agar tidak terjadi infeksi. Setelah itu jari-jari dibentuk dengan cara dibengkokkan dan dipatahkan dengan diikat menggunakan kain panjang untuk membebat kaki mungil itu, kecuali jempol, sehingga telapak kaki akan menekuk dan menempel dengan telapak kaki.

Sejarah Kaki Teratai yang Dianggap Indah tapi Menyiksa

Bentuk Pengekangan

Butuh waktu 6 bulan agar anak bisa berjalan normal dan terbiasa dengan rasa sakitnya. Foot binding ini bertujuan untuk menghentikan pertumbuhan kaki sehingga tidak akan tumbuh lebih dari 7,5-10 cm. Sebuah kaki dengan ukuran sempurna tiga inci disebut lotus emas, sementara empat inci dianggap perak. Makin kecil kaki, makin dianggap cantik, dan jadi simbol kebanggaan suami dan keluarga.

Proses pembentukan kaki ini sangat menyakitkan. Dan, sebenarnya merupakan cara yang digunakan untuk mengekang perempuan. Dengan kaki yang sangat kecil, perempuan tidak bisa berjalan jauh atau melakukan pekerjaan-pekerjaan yang berat. Mereka menjadi sangat bergantung pada laki-laki dan tidak berdaya.

Hampir semua wanita bangsawan menerapkan kebiasaan ini, kebiasaan yang dilakukan wanita bangsawan ini berlangsung terus menerus selama ratusan tahun. Wanita bangsawan sangat bangga memiliki kaki seperti ini. Sepatu untuk kaki ini juga memiliki hiasan yang indah-indah seperti sutra, benang emas, mutiara, dan lain-lain. Kaum lelaki pun sangat suka memilih wanita yang memiliki lotus feet. Memiliki kaki yang kecil dianggap simbol kecantikan dan status. Kebiasaan ini diikuti semua wanita saat itu dan kadang hal tersebut menjadi satu-satunya modal bagi seorang perempuan untuk menikah dengan pria kaya.

Sejarah Kaki Teratai yang Dianggap Indah tapi Menyiksa

Buruk Bagi Kesehatan

Kaki teratai ini sangat buruk bagi kesehatan. Selain kaki yang rentan infeksi, bentuk kaki yang seperti ini membuat peredaran darah tidak lancar. Tak jarang para pemilik lotus feet memiliki penyakit berat seperti jantung, tekanan darah tinggi, sakit mata, dan lain-lain. Akhir dari trend yang menyakitkan ini pada abad 18, terjadi pemberontakan yang dilakukan suku Hakka, salah satu suku di China.

Suku ini tidak memiliki kebiasaan kaki teratai. Gerakan pemberontakan ini juga menyebarkan nilai-nilai kebebasan manusia dan pencerahan, sehingga banyak orang yang tersadar akan buruknya tren ini. Mereka juga menyuarakan kebebasan. Banyak selebaran dan pendidikan yang mereka lakukan agar wanita China mau mengubah kebiasaannya.

[Baca Juga: 5 Manfaat Jalan Tanpa Alas Kaki]

Karena semakin banyak orang yang mulai sadar, akhirnya timbul lah gerakan Anti kaki teratai yang menyebar ke seluruh China. Tak lama kemudian, pemerintah mengeluarkan keputusan untuk melarang praktek ini di tahun 1912. Berakhirlah tren cantik menyiksa ini.

Dari zaman dulu sudah banyak cara untuk mempercantik penampilan dari mulai perawatan natural sampai mengubahnya dengan cara yang ekstrim. Mengikuti trend sampai tidak mengenal efek negatif. Mengikuti tren supaya menjadi keren boleh saja, tapi Anda tetapi jangan sampai menyiksa diri.


Read More

Artikel Lainnya

Semarakan 2022 PMPL SEA Championship, realme Gelar Esports Week.jpg

Bisnis

Semarak 2022 PMPL SEA Championship, realme Gelar Esports Week

30 September 2022, 15:45

Untuk merayakan pertandingam 2022 PMPL SEA Championship, realme memutuskan menghadirkan promo lucky draw bertajuk realme Esports Week.

Peresmian Selma Ciledug, Konsumen Diberikan Edukasi Kesehatan Jantung - Copy.jpg

Bisnis

Peresmian Selma Ciledug, Konsumen Diberikan Edukasi Kesehatan Jantung

30 September 2022, 13:44

Pada momen pembukaan cabang Selma terbaru di daerah Ciledug, ritel mebel di bawah naungan Kawan Lama Group itu menggelar program edukasi kesehatan jantung.

Romokalisari Adventure Land Bawa Berkah untuk UMKM Setempat - Copy.jpg

Bisnis

Romokalisari Adventure Land Bawa Berkah untuk UMKM Setempat

30 September 2022, 11:42

Ternyata Romokalisari Adventure Land yang belum lama ini diresmikan disebut berhasil meningkatkan pemasukan para pelaku UMKM di sana.

Rayakan Peningkatan Okupansi Berkat tiket.com, RedDoorz Berikan Penghargaa n.jpg

Bisnis

Rayakan Peningkatan Okupansi Berkat tiket.com, RedDoorz Berikan Penghargaan

29 September 2022, 19:46

Usai berkolaborasi selama empat tahun terakhir, tiket.com baru-baru ini mendapatkan penghargaan dari RedDoorz yang memandang perusahaan OTA itu berhasil membantu peningkatan industri pariwisata di Tanah Air.


Comments


Please Login to leave a comment.