CEMPAKA PUTIH_KAWASAN_SEJARAH STASIUN PASAR SENEN_EMIL_REVISI 01-01.jpg

Berita Kawasan

Sejarah Stasiun Pasar Senen dari Masa ke Masa

Warga Jakarta pasti sudah tidak asing dengan lokasi ikonik satu ini. Stasiun Pasar Senen namanya. Stasiun ini berada di dekat pasar tertua yang ada di Ibu Kota, Pasar Senen. Namun tidak banyak warga Jakarta yang tahu asal usul Stasiun Pasar Senen dan Pasar Senen itu sendiri.

Bila mengulas sejarah Stasiun Pasar Senen, maka cerita akan dimulai dari masa penjajahan kolonial Belanda. Nama Stasiun Pasar Senen merujuk kepada lokasi Pasar Senen yang dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1733.

Dalam berbagai rujukan, pendirian stasiun ini pada 1886 memiliki hubungan erat dengan lokasinya yaitu di dekat Pasar Senen. Stasiun Pasar Senen berada di area Weltevreden dan dekat dengan persimpangan jalan yang menghubungkan Batavia ke kawasan Meester Cornelis (saat ini Jatinegara). Selain itu, kegiatan di Pasar Senen memobilisasi orang-orang dan membuat ramai serta banyak yang menggunakan stasiun sebagai main hub (area pusat untuk keluar-masuk suatu kawasan) di sana.

Pada zaman Belanda, Weltevreden merupakan kawasan yang difungsikan sebagai lokasi konsentrasi pemukiman orang-orang Eropa yang tinggal di kawasan Batavia. Kawasan yang saat ini membentang dari RSPAD Gatot Subroto hingga Museum Gajah tersebut semakin meningkat kegiatan ekonominya usai Pasar Senen dan stasiunnya didirikan.

Operasional Stasiun Era Batavia

Ketika tempat ini selesai dibangun, Stasiun Pasar Senen difungsikan sebagai perhentian kecil oleh Bataviasche Oosterspoorweg Maatschappij (BOS). Perusahaan swasta yang dalam bahasa Indonesia memiliki arti Perusahaan Kereta Api Batavia Timur ini mengelola jalur kereta api sepanjang 63 kilometer yang menjadi penghubung Batavia dengan Karawang melalui Meester Cornelis dan Bekasi.

Kemudian, pihak Pemerintah Hindia Belanda melalui perusahaannya yaitu Staatsspoorwegen (badan usaha kereta api milik Belanda saat itu) pun mengambil alih jalur di stasiun tersebut dan membangun Stasiun Pasar Senen yang lebih besar demi menampung mobilisasi orang-orang yang keluar-masuk ke Pasar Senen. Saat itu, proyek pembangunan tersebut dipimpin oleh arsitek bernama J. Van Gendt.

J. Van Gendt saat itu memilih menggunakan gaya arsitektur Neo-Indische atau Arsitektur Hindia Baru. Stasiun Pasar Senen pun rampung dan diresmikan pada 19 Maret 1925. Saat itu, tempat tersebut dijadikan sebagai stasiun kereta api pusat dari Weltevreden. Namun, ini hanya berlangsung selama setahun. Sebab pada 1926, Pemerintah Hindia Belanda pun memilih menggunakan Stasiun Gambir sebagai stasiun pusat di sana.

Operasional Era Modern

Di era modern pun nama Stasiun Pasar Senen masih kuat dan tidak tertelan oleh zaman. Pasalnya hingga saat ini, Stasiun Pasar Senen masih menjadi salah satu main hub pilihan warga luar kota untuk datang ke Jakarta. Tidak sedikit para pemudik yang mencari nafkah di Jakarta memilih Stasiun Pasar Senen untuk pulang kampung. Bahkan pemandangan orang-orang yang membeludak di stasiun ini bukanlah sesuatu yang aneh pada masa sebelum dan sesudah lebaran.

Pada masa lebaran tahun ini saja tercatat dari 5 Juni hingga 23 Juni 2018 ada 456.362 orang yang berangkat menggunakan kereta api dari Stasiun Pasar Senen. Sebagaimana dilansir dari Tribun News, pada periode yang sama orang yang datang ke Jakarta juga terbilang banyak yaitu mencapai 275.732 orang.

Selain sebagai stasiun yang melayani kereta api ke berbagai jurusan di Pulau Jawa, Stasiun Pasar Senen juga digunakan sebagai stasiun kereta komuter. Rute komuter yang lewat di sini adalah Bogor-Jatinegara (hanya berhenti dari arah Jatinegara), Depok-Jatinegara (hanya berhenti dari arah Jatinegara), Bekasi-Jakarta Kota (hanya berhenti dari arah Bekasi).


Read More

Artikel Lainnya

Hadirkan Menu Desserts di Cabang Gandaria City, Fore Coffee Gandeng Oma Ell y.jpg

Kuliner

Hadirkan Menu Desserts di Cabang Gandaria City, Fore Coffee Gandeng Oma Elly

07 December 2022, 16:31

Fore Coffee baru-baru ini mengumumkan menu pendamping baru yang tepat untuk jadi teman minum kopi dan menu ini merupakan hasil kreasi kolaborasi dengan Oma Elly.

Bantu Sesama, Kawan Lama Group Gelar Aksi Donor Darah di 27 Kot a.jpg

Bisnis

Bantu Sesama, Kawan Lama Group Gelar Aksi Donor Darah di 27 Kota

07 December 2022, 14:29

Pada akhir pekan lalu, Kawan lama Group kembali menggelar aksi donor darah secara serentak di puluhan gerai ACE serta Informa yang tersebar di 27 kota.

Amartha Gandeng Puluhan Ribu UMKM di Sumatera Barat untuk Go Digital.jpg

Bisnis

Amartha Gandeng Puluhan Ribu UMKM di Sumatera Barat untuk Go Digital

07 December 2022, 12:26

Perusahaan Amartha mengumumkan berhasil menggandeng hingga lebih dari 50.000 UMKM di Sumatera Barat untuk proses adopsi digitalisasi via Amartha+.

Wow, Perwakilan Indonesia Raih Juara Kedua di Kompetisi Chatime Global Tea-Rist a.jpg

Bisnis

Wow, Perwakilan Indonesia Raih Juara Kedua di Kompetisi Chatime Global Tea-Rista

06 December 2022, 16:16

Hadapi perwakilan Chatime dari enam negara lainnya, tea-rista Chatime Indonesia berhasil menyabet juara kedua di kompetisi brewed tea tingkat dunia di Taiwan.


Comments


Please Login to leave a comment.